Persebaran Penduduk Di Indonesia

Posted on

Apa kabar sahabat semuanya? Kembali lagi dengan quipper.co.id, nah pada kesempatan kali ini quipper.co.id akan membahas materi tentang Persebaran Penduduk Di Indonesia.

Kalian penasarankan dengan materi kali ini mari kita simak bersama pembahasannya dibawah ini yaa.

Persebaran Penduduk Di Indonesia
Persebaran Penduduk Di Indonesia

Pengertian Persebaran Penduduk

Pada umumnya persebaran penduduk ini ialah merupakan suatu persebaran maupun distribusi penduduk.

Persebaran ataupun distribusi penduduk ini ialah merupakan suatu bentuk dari penyebaran penduduk yang ada di suatu wilayah ataupun negara.

Jenis – Jenis Persebaran Penduduk

Nah persebaran penduduk ini dapat di bagi menjadi dua bagian yaitu sebagai berikut :

1. Persebaran Penduduk Berdasarkan Geografis

Secara geografis persebaran penduduk ialah merupakan suatu karakteristik suatu penduduk menurut batas – batas alam yaitu seperti sungai, pantai, danau dan lain sebagainya.

2. Persebaran Penduduk Berdasarkan Administrasi Pemerintahan

Secara administrasi persebaran penduduk ialah merupakan suatu karakteristik pada suatu penduduk menurut batas – batas wilayah administrasi yang telah ditetapkan oleh suatu negara.

Contohnya jumlah dari suatu penduduk yang didesa A maupun di kecamatan B.

Baca Juga :   Tipe Iklim Schmidt-Ferguson

Ialah faktor – faktor yang dapat menghambat jumlah suatu kelahiran yang biasanya dinamakan dengan moral restraint, yang termasuk didalamnya antara lain yaitu :

  • Pantangan kawin.
  • Penundaan masa perkawinan.
  • Mengendalikan hawa nafsu.
  • Positive Checks

Ialah faktor – faktor yang menyebabkan bertambahnya suatu kematian, yang termasuk di dalamnya antara lain yaitu :

  • Kejahatan.
  • Wabah penyakit.
  • Peperangan.
  • Bencana alam.

Positive checks ini biasanya dapat menurunkan suatu kelahiran pada suatu negara – negara yang belum maju.

Teori yang di kemukakan oleh Malthus ini terdapat beberapa kelemahannya antara lain yaitu :

  1. Ia tidak membenarkan bahwa perkembangan pada kota – kota dapat merugikan kesehatan dan juga moral dari orang – orang dan juga dapat mengurangi kekuatan dari suatu negara.
  2. Malthus tidak yakin dengan hasil dari preventive cheks.
  3. Dan malthus juga tidak yakin pada ilmu pengetahuan dapat mempertinggi suatu produksi pada bahan makanan secara cepat.
  4. Ia tidak menyukai adanya orang – orang miskin yang menjadi beban orang – orang kaya.

2. Aliran Marxist (Karl Marx dan Fried Engels)

Pada tahun 1834 Karl Marx dan Friedrich Engels ialah merupakan generasi sesudah dari Maltus.

Pada umumnya paham Marxist tidak setuju dengan pandangannya Maltus karena menurut Marxist paham Maltus bertentangan dengan nuraninya manusia.

Dasar pegangan marxist ialah beranjak dari pengalamannya bahwa sepanjang sejarah, manusia dapat menyesuaikan dirinya pada perkembangan zaman.

Perbedaan pandangan Marxist dan juga Maltus ialah pada (Natural Resource) tidak dapat di kembangkan atau dapat mengimbangi kecepatan pada pertumbuhan penduduk.

Menurut pendapat Marxist tekanan pada penduduk di suatu negara bukanlah tekanan pada suatu penduduk terhadap bahan makanan akan tetapi tekanan pada kesempatan kerja contohnya yaitu dinegara kapitalis.

Dan marxist juga berpendapat bahwa semakin banyak jumlah manusia maka semakin tinggi pula produk yang akan dihasilkannya dengan demikian maka tidak perlu mengadakan pembatasan penduduk.

3. Aliran Neo Malthusian (Garreth Hardin & Paul Ehrlich)

Pada abad ke 20 teori Malthus ini baru mulai di perdebatkan kembali bahwa kelompok ini menyokong aliran malthus.

Akan tetapi lebih radikal dan pada aliran ini sangat dianjurkan untuk mengurangi jumlah penduduk dengan cara Preventif Check yaitu dengan menggunakan sebuah alat kontrasepsi.

Dan pada tahun 1960 dan juga 1970 foto – foto sudah di ambil dari ruangan angkasa dengan menunjukkan bumi terlihat seperti kapal yang berlayar dengan persediaan bahan bakar dan juga bahan makananan yang terbatas.

Baca Juga :   Konsep Wilayah & Perwilayahan

Suatu saat kapal ini akan kehabisan bahan bakar dan juga bahan makanannya pada akhirnya akan malapetaka yang menimpa kapal tersebut.

Pada tahun 1871 Ehrlich menulis buku yang berjudul “The Population Bomb” kemudian di revisi menjadi “The Population Explotion” yang isinya sebagai berikut :

  1. Lingkungan rusak karena adanya populasi manusia yang meningkat.
  2. Sudah terlalu banyak manusia di bumi ini.
  3. Keadaan bahan makanan sangatlah terbatas.

4. Teori Transisi Kependudukan

Dibawah ini ialah merupakan suatu tahap peralihan pada keadaan yang demografis yaitu sebagai berikut :

  • Kelahiran dan juga kematian pada tingkat yang rendah terhadap pertumbuhan penduduk kembali seperti kategori I – mendekati nol.
  • Angka kematian terus menurun karena angka kelahiran menurun dan laju pertumbuhan penduduk semakin menurun pula.
  • Angka kematian menurun karena tingkat kelahiran masih tinggi dan pertumbuhan penduduk semakin meningkat.
  • Tingkat kelahiran dan juga kematian semakin tinggi dan penduduk tetap naik sedikit serta anggaran kesehatan semakin meningkat, penemuan obat – obatan semakin maju dan angka pada kelahiran tetap tinggi.

Persebaran Penduduk Di Indonesia

Persebaran penduduk ini sangat erat kaitannya dengan tingkat kepadatan pada suatu penduduk di indonesia yang tidak merata.

Penduduk yang tinggal di pulau jawa sekitar 60% dan hanya mempunyai luas ± 6,9% dari luas wilayah daratan indonesia tersebut.

Pada umumnya tingkat kepadatan dari suatu penduduk atau disebut dengan (Population Density) di artikan sebagai perbandingan untuk banyaknya jumlah dari penduduk.

Dengan luas daerah atau wilayahnya yang berdasarkan satuan luas yang tertentu.

Dan kepadatan penduduk bisa dibedakan menjadi tiga macam yaitu sebagai berikut :

  1. Kepadatan suatu penduduk tersebut berdasarkan lahan pertanian yang dapat dibedakan menjadi kepadatan suatu penduduk yang agraris dan juga kepadatan suatu penduduk fisiologis.
  2. Kepadatan penduduk agraris ialah merupakan suatu perbandingan antara jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian serta luas lahan pertaniannya.
  3. Menurut fisiologis kepadatan penduduk ialah merupakan suatu perbandingan dari jumlah penduduk total baik itu yang bermata pencaharian sebagai petani ataupun tidak serta luas lahan pertaniannya.

Kepadatan penduduk di setiap wilayah di indonesia tidaklah sama karena hal ini dapat menimbulkan permasalahan dari suatu kependudukan. 

Permasalahan tersebut terkait dengan penyediaan pada suatu sarana dan juga prasarana sosial serta kesempatan kerja dan juga stabilitas pada suatu keamanannya dan juga pemerataan pada pembangunan.

Akibat dari tidak meratanya pada suatu penduduk ialah luas lahan pada pertanian di daerah jawa semakin sempit.

Dan lahan bagi petani dijadikan sebagai permukiman dan juga industri dan sebaliknya banyak lahan yang di luar jawa belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga :   Peta Persebaran Flora Dan Fauna

Karena kurangnya sumber daya manusia dan juga keadaan tentunya sangat tidak menguntungkan.

Dan dalam melaksanakan suatu pembangunan wilayah untuk peningkatan pertahanan pada suatu keamanan negara.

Nah berikut ini ialah merupakan faktor – faktor yang menyebabkan tingginya suatu migrasi ke pulau jawa antara lain karena pulau jawa yaitu :

  • Sebagian besar tanahnya merupakan suatu tanah yang vulkanis dan subur.
  • Merupakan suatu pusat dari kegiatan ekonomi dan juga industri sehingga banyak tersedianya lapangan pekerjaan.
  • Sebagai pusat pemerintahan.
  • Mempunyai sarana komunikasi yang baik dan juga lancar.
  • Tersedia berbagai jenjang dan juga jenis pendidikan.

Dampak Persebaran Peduduk

Persebaran penduduk antara kota dan juga desa mengalami ke tidak seimbangan pada perpindahan penduduk dari suatu desa ke kota dan indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Dan urbanisasi yang terus menjadi penyebab terjadinya pemusatan pada suatu penduduk yang terdapat dikota yang luas wilayahnya dan juga terbatas.  

Serta pemusatan penduduk dari kota – kota besar yaitu seperti surabaya, medan, jakarta, dan kota – kota besar lainnya yang dapat menimbulkan dampak yang buruk terhadap lingkungan hidupnya yaitu seperti :

  • Timbulnya berbagai masalah sosial yaitu seperti pelacuran, perampokan, dan lain sebagainya.
  • Munculnya permukiman liar.
  • Sungai – sungai tercemar karena dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah baik masyarakat maupun dari pabrik – pabrik industri.
  • Terjadinya pencemaran udara yaitu mulai dari asap kendaraan dan juga industri.

Upaya Mengatasi Persebaran Penduduk

Dibawah ini ialah upaya untuk mengatasi persebaran dari penduduk yaitu sebagai berikut :

  1. Pemberian penyuluhan terhadap masyarakat mengenai pengelolaan pada lingkungan alamnya.
  2. Pemerataan pembangunan.
  3. Penciptaan lapangan kerja di daerah – daerah yang jarang penduduknya dan juga didaerah pedesaan.

Selain di daerah jawa yang ke timpangan persebaran penduduk hal ini juga terjadi di irian jaya dan juga kalimantan.

Dan luas wilayah irian jaya sekitar 21,99% dari luasnya indonesia akan tetapi jumlah penduduknya hanya 0,92% dari seluruh penduduknya indonesia.

Dan pada pulau kalimantan luasnya sekitar 28,11% dari luasnya indonesia akan tetapi jumlah penduduknya hanya 5% saja dari jumlah penduduk yang ada di indonesia.

Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata ini maka melakukan suatu program yang namanya transmigarasi.

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai Persebaran Penduduk Di Indonesia, semoga dengan pembahasan ini bisa menambah pengetahuan kalian semua.

Artikel Terkait Lainnya :