Contoh Surat Undangan

Posted on

Contoh Surat Undangan – Hay sahabat semua.! Pada perjumpaan kali ini kembali akan quipper.co.id sampaikan pembahasan materi tentang Contoh Undangan. Namun pada perjumpaan sebelumnya, yang mana kami juga telah menyampaikan materi tentang Biodata Diri. Nah untuk melengkapi apa yang menjadi pembahasan kita kali ini, mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Surat Undangan

Contoh Surat Undangan
Contoh Surat Undangan

Surat undangan adalah surat yang dirancang untuk mengundang seseorang atau pihak tertentu untuk berpartisipasi dalam suatu acara.

Yang dimaksud dengan acara dapat berupa acara resmi (formal) atau acara tidak resmi (informal).

Oleh karena itu, surat undangan dibagi menjadi dua, yaitu, surat undangan resmi (formal) dan surat undangan tidak resmi (informal).

Jenis Surat Undangan

Ada perbedaan dalam kedua surat ini. Perbedaan-perbedaan ini dapat diketahui dari segi penulisan, bagaimana melakukannya, penampilan dan juga tujuannya.

Selain perbedaan, ada juga kesamaan antara kedua jenis surat, yaitu, surat undangan resmi (formal) dan surat undangan tidak resmi (informal), yang yang telah dinyatakan dalam waktu dan tempat acara.

Surat Undangan Resmi (Formal)

Surat undangan resmi merupakan surat undangan yang biasanya dibuat oleh perusahaan atau agen dalam konteks mengatur agenda atau aktivitas yang dilakukan mengundang individu, kelompok, atau perusahaan lain.

Oleh karena itu surat undangan resmi terkait dengan suatu lembaga, perusahaan atau lembaga, maka harus dikirim dalam bahasa formal.

Selain itu, secara tertulis, surat undangan resmi juga harus mengikuti aturan yang berlaku.

Ada aturan yang perlu ditinjau kembali oleh penulis ketika hendak menulis surat undangan yang bersifat resmi, yang diantaranya ialah dengan menerapkan frasa standar (kalimat baku) dan juga menerapkan EYD dengan baik dan benar.

Kemudian yang menjadi salah satu ciri yang paling utama dari pada surat undangan resmi ialah penggunaan kop surat.

Surat Undangan Tidak Resmi (Informal)

Jika dilihat dari namanya, Anda dapat melihat bahwa surat undangan tidak resmi jelas berbeda dari surat undangan resmi.

Baca Juga :   Pengertian Organisasi

Surat undangan tidak resmi merupakan surat undangan yang biasanya dibuat oleh seseorang untuk mengajak atau mengundang orang lain untuk berpartisipasi dalam acara pribadi yang diadakan oleh mereka, misalnya, seperti surat undangan tasyakuran, surat undangan pernikahan dan lain-lain.

Oleh karena itu, secara tertulis, surat undangan tidak resmi tentu tidak sama dengan menulis surat undangan resmi.

Jenis penulisan surat undangan tidak resmi lebih fleksibel dan tidak terlalu dibatasi.

Meski begitu, penulis tetap harus tahu etika saat menulis surat undangan ini menggunakan bahasa sopan dan santun.

Selain itu, secara tertulis, surat undangan resmi juga harus mengikuti aturan yang berlaku.

Ada aturan yang harus diperhatikan penulis saat menulis undangan resmi, salah satunya adalah menggunakan frasa standar dan menggunakan EYD dengan benar.

Salah satu ciri utama surat undangan resmi adalah penggunaan kop surat.

2 Ciri-Ciri Surat Undangan

Surat Undangan Resmi (Formal)

Surat undangan resmi terbagi menjadi 5 yaitu;

  • Menggunakan kop surat di awal surat.
  • Menggunakan nomor, lampiran, dan subjek dalam surat itu.
  • Gunakan bahasa formal.
  • Gunakan penulisan kalimat standar (baku) dan gunakan EYD yang baik dan benar.
  • Minta tanda tangan dan stempel sebuah institusi, agensi atau perusahaan yang bersangkutan.

Surat Undangan Tidak Resmi (Informal)

Surat undangan tidak resmi terbagi menjadi 4 yaitu;

  • Tulis nama dan alamat pengirim dengan jelas.
  • Tulis nama dan alamat penerima dengan jelas.
  • Tulis dengan jelas hari, tanggal, lokasi, dan waktu acara.
  • Gunakan bahasa yang sopan, menarik, dan komunikatif.

Bagian-Bagian Surat Undangan

Setelah membahas jenis surat undangan, diskusi atau pembahasan akan dilanjut di bagian-bagian surat itu.

Bagian surat merupakan bahan yang paling penting untuk membuat surat undangan.

Dari sini, Anda dapat menyusun surat undangan dengan mudah. Mari kita simak penjelasan berikut ini.

1. Kop Surat atau Kepala Surat

Seperti yang disebutkan sebelumnya, surat undangan resmi harus menyertakan kop surat di awal penulisan. Tetapi berbeda untuk undangan tidak resmi (informal) yang tidak perlu kop surat.

Mirip dengan kop surat surat resmi, kop surat undangan resmi juga bertujuan untuk menunjukkan lembaga, lembaga atau perusahaan yang mengirim surat itu.

Baca Juga :   Pemberontakan APRA

Selain itu, juga untuk menunjukkan bahwa surat itu sebenarnya dikeluarkan oleh agensi, agensi atau perusahaan yang menulis surat.

2. Tanggal Pembuatan Surat

Kemudian pada saat membuat surat undangan, dimana dalam hal ini penulis juga wajib mencantumkan tanggal persiapan surat.

Tanggal yang tertulis dalam surat ini biasanya disertai dengan nama tempat. Dan untuk menulis nama tempat itu sendiri, Anda harus mulai dengan huruf kapital atau huruf besar.

Pemisahan antara tempat dan tanggal surat dibuat dengan koma dan tidak berakhir dengan tanda titik.

Biasanya, lokasi dan tanggal surat ini ada di sudut kanan atas surat itu atau dapat juga diletakkan di sudut kiri atas kartu, tergantung dalam kebutuhan pribadi masing-masing.

Contoh:

  • Lampung, 10 Septempber 2018
  • Lampung, 10-9-2018 atau
  • Lampung, 10/9/2018

Saat menulis lokasi dan tanggal, Anda dapat memilih salah satu contoh di atas. Oleh karna itu penulis lebih sering menggunakan contoh pertama. Dalam surat undangan resmi, penulis harus mencantumkan tempat dan tanggal pembuatan.

3. Nomor Lampiran dan Perihal

Ketiga bagian ini hanya berlaku untuk surat undangan resmi dan bukan untuk surat undangan informal atau surat undangan tidak resmi.

Secara tertulis, ketiga bagian ini mungkin tidak ditulis secara asal. Terlebih lagi untuk menulis nomor surat, karena setiap huruf dan angka di nomor surat memiliki arti tersendiri.

4. Salam Pembuka

Beberapa bagian yang ditulis di atas adalah awal dari surat itu. Sekarang diskusi mulai memasukkan isi surat itu.

Isi surat pertama adalah salam. Ucapan pembuka biasanya ditulis dengan kata-kata yang biasa digunakan dalam dialog.

Misalnya: Dengan hormat

5. Isi Surat

Konten atau isi surat merupakan bagian terpenting dari semua jenis surat, termasuk surat undangan. Ini karena maksud dan tujuan surat undangan ditulis di bagian ini.

Secara umum, isi surat itu berisi hari, tanggal, waktu dan tempat acara, yang merupakan sarana informasi bagi pembaca.

Bagian ini harus ditulis dengan jelas, agar pembaca tidak bingung dengan makna penulis.

Akan lebih baik jika isi surat dikirim dengan cepat dan tidak rumit. Ini berlaku untuk surat undangan resmi (formal) atau surat undangan tidak resmi (informal).

6. Penutup

Bagian terakhir merupakan bagian terakhir dari penutup surat. Perhatikan bahwa penulisa penutup dari surat undangan resmi tidak sama dengan surat undangan tidak resmi.

Baca Juga :   Lari Jarak Pendek

Dalam surat undangan resmi, selain menulis paragraf terakhir, itu juga harus menyertakan tanda tangan dan stempel lembaga, lembaga, atau perusahaan terkait.

Berbeda dengan surat undangan tidak resmi, di bagian penutup dari surat jenis ini, biasanya sang penulis tidak wajib untuk mencantumkan tanda tangan dan juga stempel. Sebab penulis bisa juga dengan menulis paragraf dibagian terakhir.

Yang terbaik adalah paragraf terakhir ditulis hanya dalam satu atau dua baris, tidak perlu ditulis terlalu panjang.

Contoh Surat Undangan Lengkap

Setelah membahas beberapa materi dalam surat undangan tersebut, diskusi akan dilanjutkan dengan beberapa contoh surat undangan.

ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS)

SMA Negeri 2 Unila

Jl. Raden Intan No.41, 95272

Telepon : 12345678, Fax : 80100, e-mail : osissmanunila@contohemail.com

Website : xxxxxxx.com


  • Nomor : 02/OSIS/SMA-2/XII/2017
  • Perihal : Undangan Rapat OSIS

Kepada Yth.

Pengurus OSIS SMA Negeri 2 Unila

Di tempat

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Damai sejahtera bagi kita semua, semoga selalu di berikan rahmat dan karunia dari Allah SWT.

Sholawat serta salam selalu dicurahkan oleh Nabi kita Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.

Sehubungan dengan keberadaan Masa Orientasi Siswa Baru (MOSBA) SMA Negeri 2 Unila, yang akan diadakan dalam waktu dekat, melalui surat ini kami mengundang semua administrator Organisasi Siswa Sekolah Intera (OSIS) untuk mengadakan pertemuan di persiapan untuk acara tersebut. Pertemuan yang insya Allah akan diadakan di:

  • Hari/tanggal : Rabu, 15 Januari 2017
  • Waktu : 10.30 – selesai
  • Tempat : Ruangan OSIS SMA Negeri 2 Unila

Jadi, kami mengirim surat ini. Harapannya adalah bahwa semua anggota dewan siswa akan dapat menghadiri pertemuan tepat waktu.

Kontribusi dan dedikasi seluruh dewan juga akan memiliki pengaruh yang baik dalam keberlanjutan acara.

Atas perhatian dan antusiasme Anda atas kontribusi Anda, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tanggal, 15 Januari 2017

Sekretaris OSIS Ketua OSIS

Tria Novita Sari Agus Prayudha

Nah itulah yang dapat quipper.co.id sampaikan kali ini terkait pembahasan mengenai contoh surat undangan, semoga ulasan ini bisa bermanfaat untuk teman-teman semua

Baca Juga