Fungsi Badan Mikro

Posted on

Fungsi Badan Mikro – Hay sahabat semua.! Diperjumpaan kali ini akan kembali Quipper.co.id sampaikan materi pembahasan tentang Fungsi Badan Mikro Fungsi Sitoplasma Namun diperjumpaan sebelumnya juga dimana Quipper.co.id telah menerangkan materi tentang Maka untuk melengkapi apa yang menjadi tema pembahasan kita kali ini, yuk kita simak bersama ulasan selengkapnya sebagai berikut ini.

Apa Itu Badan Mikro?

Fungsi Badan Mikro

Apa yang dimaksud dengan Badan mikro? yakni merupakan suatu organel yang mempunyai ukuran paling kecil dengan garis tengah hingga sampai 0,3-1,5 μm.

Kemudian pada badan mikro mempunyai dua tipe, yakni peroksisom dan juga glioksisom.

Pada umumnya tipe dari peroksisom ini biasanya terdapat dalam sel hewan, lalu fungi, dan juga daun dari sebuah tanaman dengan tingkat tinggi.

Struktur dan Penyebarannya Badan Mikro

Pada badan mikro ini terbilang sangat mudah untuk dibedakan atas organel lain sebab adanya suatu enzim katalase.

Maka dengan menggunakan alat mikroskop electron sehingga membuat badan mikro yang ada pada sel-sel hewan ataupun tumbuhan akan nampak terlihat seperti bangunan.

Dengan sebuah pembatas yakni membran tunggal, dimana pada bagian dalamnya terkandung suatu matriks yang amorf /glandular.

Namun di dalam suatu jaringan tertentu yang mana matriks yang ada di badan mikro berisikan struktur nukleoid Kristal  atau (crystalline nucleoid structure).

Sedangkan di dalam sel-sel tumbuhan, dimana biasanya badan mikro kerap terlihat saling berdekatan dengan kloroplas, sebab pada kedua organel ini sering terlibat secara langsung dalam proses metabolisme pad jalur glikolat.

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam jalur glikolat kerap melibatkan tiga organel, yakni seperti kloroplas, lalu badan mikro terutama peroksisom, dan juga mitokondria.

Fungsi Badan Mikro

 Fungsi Badan Mikro
Fungsi Badan Mikro

Di bawah ini terdapat Fungsi dari badan mikro yang terdiri atas 4 yakni berikut penjelasannya:

Oksidasi Subtrat Pada Mammalia

Dalam suatu Reaksi oksidasi pada peroksisom dalam sebuah jaringan mamalia yang biasanya kerap disebabkan oleh adanya enzim flavin oksidase dengan memanfaat sebuah oksigen yang dijadikan sebagai penerima electron yang selanjutnya diubah menjadi H2O2.

Kemudian pada H2O yang berlangsung yang bersifat toksik terhadap sel, sehingga harus dilakukan pengubahan menjadi H2O dan juga 1/2O2 dengan enzim katalase yang ada di dalam peroksisom.

Misalnya seperti sbuah reaksi yang berlangsung pada asam D-amino apabila mulai memasuki peroksisom.

Dimana asam amino secara umum akan mengalami yang disebut dengan deaminasi yang disebabkan oleh oksidasi dengan enzim FAD-oksidase akhornya bisa terbentuklah asam α-keto.

Dimana pada Asam D-amino+ H2O+E-FAD ===> asam α-keto+NH3+E-FADH2
E-FADH2+O2===>E-FAD+H2O2 kemudian H2O2==katalase==>  H2O  + ½ O2

Kemudian pada Enzim flavin adenine dinukleotid atau (E-FAD), biasanya tidak cuma hanya ada di dalam badan mikro,sebab pada enzim ini juga sangat berperan penting dalam proses transport elektron di dalam mitokondria.

Akan tetapi dalam aktivitas katalisisnya yang berlangsung di badan mikro sangat berbeda sebab pada dasarnya pada aktivitasnya bisa juga berlangsung di mitokondria.

Di dalam badan mikro proses transport elektronnya langsung dikirimkan ke O2 namun bukan ke aseptor lain misalnya seperti koenzim Q / nonheme besi.

Baca Juga :   Fungsi Miofibril

Dengan adanya proses transfer secara langsung ke badan mikro ini sehingga dihasilkan H2O2 yang mana diperlukan oleh enzim katalase agar dapat menghilangkan efek dari toksiknya.

Namun dugaan Adanya enzim D-amino oksidase yang terdapat pada jaringan mammalian yang baru masih merupakan suatu dugaan dengan bersama ditemukannya enzim tersebut.

Apabila terdapat sedikit metabolic asan D-amino mungkin hasil dari yang dibawa dari makanan.

Dugaan pertama dari peran asam D-amino oksidase yang ada pada jaringan hati dan juga ginjal ialah sebagai degradasi dari asam D-amino yang berawal dari pemecahan dan juga absorpsi peptidoglikan bakteri usus.

β-oksidasi Asam Lemak Mammalia

Kemudian peranan yang baru dalam peroksisom pada jaringan mammalian yang di antaranya ialah sebuah oksidasi asam lemak.

Dimana pada sebelumnya hanya tumbuh satu pendapat bahwa asam lemak netral yakni merupakan transil gliserol yang bisa dikatagorikan sebagai sebuah cadangan lemak di dalam sitosol, yang nantinya akan dihidrolisis oleh lipase agar bisa dirubah menjadi asam lemak bebas.

Kemudian pada Asam lemak bebas ini akan diangkut oleh karier yakni (pembawa) menuju ke dalam mitokondria agar bisa dioksidasi dan nantinya akan menghasilkan asetil Koenzim A atau (asetil KoA).

Maka dengan penjelasan ini kita telah mengeathui bahwa peroksisom pada jaringan hati tikus bisa mengoksidasi palmitoil KoA yang akan diubah menjadi asetil KoA.

Dalam Oksidasi ini biasanya kerap dikenal dengan simbol β-oksidasi. Asetil KoA yang selanjutnya akan diangkut menuju ke mitokondria adar dapat mulai memasuki sebuah fase daur krebs atau disebut juga daur asam sitrat.

Apabila keberadaanya masih tetap didalam sitosol maka akan mengalami perubahan menjadi asam lemak dan terahir akan menjadi lemak netral.

Kemudia pada Jalur β-oksidasi ini mempunyai kesamaan dengan jalur pada oksidasi yang berlangsung pada mitokondria dengan pengecualian.

Pada proses Oksidasi yang berlangsung di dalam mitokondria, dimana enzim flavin dehidrogenase akan menyerahkan elektronnya ke pada rantai respirasi namun tidak bereaksi dengan O2.

Namuin pada oksidasi yang berlangsung di dalam badan mikro enzim flavin dehidrogenase akan bereaksi secara langsung dengan O2 dan akan memperoleh H2O2.

β-oksidasi Asam Lemak Pada Endosperm Biji Tanaman

Kemudia pada enzim yang ada dimana ia akan diperlukan dalam melakukan β-oksidasi asam lemak pada badan mikro yang merupakan pertama kalinya ditemukan di dalam glioksisom endosperm tumbuhan yakni oleh Cooper dan juga Beever.

Pada Jalur β-oksidasi ini bisa dikatakan tidak mempunyai perbedaan, baik itu pada peroksisom mamalia ataupun yang berlangsung di dalam glioksisom pada tumbuhan.

Lantas apa yang dimaksdud dengan Endosperm? yakni merupakan sebuah cadangan makanan yang terdapat di dalam biji. Yang mana pada Cadangan makanan tersebut diantaranya ialah lemak.

Dengan Banyak biji yang merupakan sebagai sebuah cadangan makanan dengan berupa seperti lemak, misalnya saja seperti kacang-kacangan, lalu biji jarak, dan juga biji kepuh.

Kemudian mengenai apa yang dimaksud dengan Cadangan makanan penting artinya yang terdapat di dalam perkecambahan. Yang mana yang menjadi sumber energi utama dalam perkecambahan etrsebut ialah karbohidrat.

Maka apabila pada cadangan makanan yang ada di dalam biji tadi berupa lemak, maka dengan demikian lemak harus segera dikonversi agar dapat menjadi karbohidrat.

Baca Juga :   Respirasi Anaerob

Pada umumnya Reaksi ini diberlangsung di dalam glioksisom dan biasanya yang menjadi pemicunya ialah enzim yang ada didalamnya.

Kemudian dari hasil oksidasi asam lemak tersebut ialah asetil KoA, yang nantinya akan dipergunakan di dalam glioksisom dalam membentuk suatu senyawa (asam) dengan 4 atom C, yakni asam suksinat dengan melalui jalur dari glikosilat.

Dengan begitu kemudian pada suksinat tersebut akan dibawa menuju ke mitokondria yang digunakan sebagai suatu bahan untuk proses glukoneogenesis.

Namun biasanya di dalam mitokondria asam suksinat akan dikonversi terlebih dahulu agar bisa menjadi asam malat, yang selanjutnya akan dibawa menuju ke sitosol.

Kemudian setelah di sitosol asam malat akan di lakukan perubahan kembali menjadi fosfoenol piruvat,dan nantinya akan digunakan dalam mesintesis glukosa.

Maka inilah proses konversi cadangan dari lemak yang kemudian akan diubah menjadi karbohidrat yang hal tersebut akan berlangsung di dalam glioksisom endosperm pada saat berlangsungnya perkecambahan.

Jalur Glikolat

Apa yang dimaksud dengan Jalur glikolat? yakni merupakan serangkaian dari suatu reaksi kimia dimana berlangsung di peroksisom dan juga bersamaan dengan siklus karbon yang terjadi di kloroplas.

Pada Jalur glikolat kerap melibatkan peroksisom, lalu kloroplas, kemudian mitokondria, dan juga sitosol.

Dimana pada Jalur ini meliputi suatu perubahan senyawa yang tak terkandung sebuah fosfat (nonphosphorilated) yakni merupakan suatu perubahan gliserat menjadi glisin, serin, dan persenyawaan “C1”, yang mana dalam ini sangat penting bagi precursor dalam biosintesis asam inti.

Pada Jalur glikolat biasanya selalu diawali di dalam kloroplas, yang mana fosfoglikolat, glikolat, dan juga fosfogliserat akan dibentuk dalam fotosintesis.

Seperti yang tealh dijelakan bahwa Kloroplas mempunyai suatu enzim fosfatase, sehingga bisa melepaskan fosfat yang terdapat atas dua subtrat yang terkandung fosfat (yakni fosfogliserat dan juga fosfoglikolat) akan diubah menjadi glikolat.

Kemudian ketika Glikolat meninggalkan kloroplas ia akan masuk menuju peroksisom dengan melalui dari suatu pengangkut yang dikenal dengan sebutan glikolat shuttle.

Yang pada ketika berada di dalam peroksisom glikosilat akan dioksidasi sehingga bisa memperoleh glioksilat dan juga membebaskan H2O2.

Maka dengan adanya katalase yang terdapat di peroksisom ini, dimana nantinya H2O2 akan dilkukan perubahan menjadi H2O dan juga ½ O2.

Kemudian pada Glioksilat tersebut akan disintesis menjadi asam amino serin dan juga akan kembali ke kloroplas.

Maka dengan Kembalinya glioksilat ini ke dalam kloroplas diduga juga sebagai suatu mekanisme dalam membersihkan NADPH yang ada di dalam kloroplas dan hanya akan dihasilkan dalam proses fotosintesis.

Kemudian pada NADPH akan direoksidasi dalam kloroplas dengan mekanisme tanpa harus dapat memperoleh H2O2 sebab di dalam kloroplas tidak terdapat katalase.

Pada Asam amino glisin bisa dibentuk atas glikosilat, dengan melalui suatu reaksi interkonversi dalam mitokondria yang diubah menjadi asam amino serin, yakni merupakan salah satu bagian atas siklus yang belum diketahui dengan jelas.

Kemudian pada serin tersebut akan ditranspor kembali menuju ke peroksisom, dan akan mengalami suatu deaminasi yang nantinya akan menjadi oksalat lalu akan kembali direduksi menjadi gliserat.

Baca Juga :   Tulang Pipa

Kemudian pada Gliserat yang telah direduksi akan ditranspor kembali menuju ke kloroplas dan nantinya ia akan mengalami fosforilasi dengan diubah menjadi fosfogliserat.

Maka setelah berlangsungnya proses ini menadi akhir dari siklus ini, namun dengan catatan mengenai dari sebagian reaksi ini harus searah dan juga sebagiannya bolak balik.

Permeabilitas Dari Badan mikro dan Komposisi Kimianya

Pada sebuah Membran yang membatasi pada bagian badan-mikro yang mana pada bentuknya sangat tipin bahkan lebih tipis dari yang dimiliki oleh membrane plasma, dengan ketebalan hanya 6-8 nm.

Maka dengan demikian pada membran Ini kurang lebih ketebalannya hampir sama dengan membran retikulum endoplasma dan juga membrane luar mitokondria.

Kemudian pada mikro intak juga mempunyai suatu tingkatan osmotikum yang relatif sangat stabil, namun bisa pecah apabila berada dalam larutan pirofosfat.

Dan pada mikro juga akan pecah jika dimasukkan ke dalam 0,01 M pirofosfat dengan berbagai-sebab yang belum bisa dipastikan.

Kemudian setelah sudah pecah sangat sulit memisahkan antara membran dengan enzim-enzim dalam matriksnya, hal disebabkan oleh enzim-enzim tersebut menepel dan melekat dimembrannya.

Dan hal yang harus sahabat ketahui bahwa terdapat dua jenis enzim, yang juga masih termasuk suatu protein integral pada membran retikulum endoplasma, yang ada pada membran di mikro yakni sitokrom b5 dan juga NADH sitokrom b5 reduktase.

Kemudian pada sejumlah enzim lainnya juga yang ada pada membran dan dapat dijumpai pada glioksisom.

Pada semua enzim tersebut dapat termasuk sebuah protein perifer membran atau juga bisa sebagai suatu protein integral membran, sehingga ia sangat mudah untuk diekstrak.

Dan utntuk sejumlah contoh lainnya yakni seperti sitrat dan juga malat sintetase, lalu malat dehidrogenase, 3-hidroksil-KoA-dehidrogenase, kemudian krotonase.

Apabila diperhatikan dari komposisi pada lemaknya, dimana pada membran dari badan-mikro hapir terlihat serupa dengan membran yang ada pada mikrosom.

Apa yang dimaksud dengan Badan Mikro?

yakni merupakan suatu organel yang mempunyai ukuran paling kecil dengan garis tengah hingga sampai 0,3-1,5 μm.

Apa yang Dimaksdud Dengan Endosperm?

yakni merupakan sebuah cadangan makanan yang terdapat di dalam biji. Yang mana pada Cadangan makanan tersebut diantaranya ialah lemak.

Apa yang Dimaksud Dengan Peroksisom?

Apa yang dimaksud dengan peroksisom ialah merupakan suatu organel yang dibungkus dengan membran tunggal atas lipid dwilapis yang di dalamnya terkandung suatu protein penyerap atau(Reseptor). Kemudia pada peroksisom tak mempunyai genong yang di dalamnya terkandung berkisar 50 berbagai enzim, misalnya seperti pada katalase dan ureat oksidase yang mengkristal yang berlangsung pada pusatnya.

Apa yang Dimaksud Dengan Membran Sel?

Yakni merupakan sebuah fitur secara universal yang dimiliki oleh berbagai jenis sel dengan bentuk menyerupai seperti sebuah lapisan antarmuka yang biasa dikenal juga dengan sebutan membran plasma, yang mana merupakan dinding pemisah antara sel dan lingkungan yang berada di bagian luar sel.

Nah itulah yang bisa Quipper.co.id sampaikan mengenai pembahasab Badan Mikro kali ini, semoga serangkai dari rangkuman materi kali ini menjadi sajian yang bisa menginpirasi serta bermanfaat untuk sahabat sekalian.

Baca Juga Artikel Lainnya :