Fungsi Alkaloid

Posted on

Fungsi Alkaloid – Hay sahabat semua.! Pada perjumpaan kali ini kembali Quipper.co.id sampaikan materi tentang fungsi alkaloid.

Namun pada perjumpaan sebelumnya juga dimana Quipper.co.id telah menerangkan secara lengkap materi tentang Komponen Biotik.

Baiklah untuk melengkapi apa yang menjadi tema pembahasan kita kali ini, maka yuk langsung aja simak bersama ulasan selengkap di bawah ini.

Pengertian Alkaloid

Fungsi Alkaloid
Fungsi Alkaloid

Apa yang diamaksud dengan Alkaloid ? yakni merupakan sebuah bentuk amorf, lalu Kristal, dan juga cairan yang tersusun atas sejumlah asas amino yakni dengan berupa lisin dan ornitin.

Namun berdasarkan pendapat dari sejumlah para ahli, bahwa alkaloid berfungsi sebagai pelindung bagi tumbuhan atas segala berbagai penyakit, misalnya seperti adanya serangan dari suatu hama, maupun sebagai pengatur dalam pertumbuan dan juga membatu dalam menyeimbangkan ion yang terdapat di berbagai bagian tumbuhan.

Pada umumnya Alkaloid ini sangat mudah untuk dijumpai dan juga diperoleh oleh tanaman, salah satunya ialah tumbuhan dari anggota metabolit sekunder maupun alkaloid alami.

Sifat-Sifat Alkaloid

Fungsi Alkaloid
Fungsi Alkaloid

Di bawah ini terdapat beberapa sifat pada alkaloid. Beriku penjelasannya :

  • Pada umun mempunyai bentuk seperti layaknya kristal yang halus dan tak berwarna,lalu tak mudah menguap,tak mudah larut di dalam air, kemudian bisa larut pada suatu pelarut organik.
  • Mempunyai suatu sifat yang asam dan pahit
  • Dapat menimbukan sebuah efek fisiologis dan juga aktif optis.
  • Bisa berbentuk suatu endapan oleh larutan asam fosfowolframat,lalu asam fosfomolibdat, dan juga asam pikrat serta kalium merkuriiodida.
  • Terkandung suatu atom nitrogen yang pada mulanya dihasilkan dari asam amino

Fungsi Alkaloid Pada Tanaman

Di bawah ini terdapat berbagai fungsi yang tentunya dapat diperoleh atas alkaloid,

Namun fungsi yang akan dijelasaan berikut ini ialah merupakan beberapa fungsi alkaloid yang terjadi pada tumbuhan

  • Pada Alkaloid ini dapat berguna sebagai suatu hasil dari proses pembuangan gas nitrogen, misalnya seperti asam urat dan juga urea
  • Bisa untuk dijadiakan sebagai sebuah tempat menyimpan gas nitrogen, walaupun begitu namun masih sering dapat difungsikan sebagai metabolisme
  • Kerap digunakan sebagai pelindung serta menjaga tumbuhan atas berbagai jenis serangan parasit,misalnya seperti hama, bahkan bisa juga melindunginya dari pemangsa lainnya.
  • Kerap digunakan sebagai pengontrol dan pengatur proses berkembangnya tumbuhan, sebab dengan berdasarkan dari segi strukturnya pada alkaloid ini dianggap mempunyai kemampuan dalam merangsang percabangan dan juga apabila terjadi melambatnya proses perkembangan pada berbagai tumbuhan.

Fungsi Alkaloid

Di bawah ini terdapat sejumlah contoh senyawa alkaloid yang biasanya kerap dikenal dibidang farmakologi ialah simak pada Tabel yang ada berikut ini :

Baca Juga :   Mimikri Adalah
Nama alkaloidFungsi
KafeinPenenang saraf, Penghambat rasa kantuk
KodeinPereda nyeri, obat batuk
AtropinCairan tetesan mata
PiperinBioinsektisida
QuininUntuk Menyembuhkan penyakit malaria
SaponinAntibakteri
VinblastinMenyembuhkan Penyakit kanker
VinkristinMenyembuhkan kanker
ErgotaminAnalgesik pada migrain
MitragininAnalgesik dan antitusif
ReserpinObat disfungsi ereksi
EpedrinMempengaruhi konstriksi pembuluh darah
MeskalinBerefek halusinogen
PsilosibinBerefek halusinogen
StrikhninRacun yang sangat kuat

Tanaman Penghasil Alkaloid

Apa saja tanaman penghasil alkaloid ? Tanaman penghasil alkaloid antara lain :

  • Pada buah anggur biasanya dapat kita jumpai senyawa alkaloid yang disebut Viticine.
  • Pada umbi seperti kentang biasanya dapat kita jumpai zat aktif alkaloid yang disebut dengan Salanin.
  • Pada kulit buah kopi bisa dijumpai senyawa alkaloid yakni Coffeine
  • Pada daun pepaya bisa kita jumpai zat alkaloid yang disebut Papaine.
  • Kemudian pada bagian kulit buah tomat bisa ditemukan senyawa alkaloid yang disebut dengan Lycopersine.
  • Pada bagian kulit batang kina terdapat senyawa alkaloid Kinine.
  • Pada kulit buah coklat terdapat zat aktif alkaloid Theobromine.
  • Kemudian pada bunga papaver terdapat zat alkaloid Papaverine atau disebut juga dengan Morphinet

Biosintesis Alkaloid

Dalam proses biosintesis alkaloid yang berlangsung pada tanaman seringkali melibatkan berbagai banyak langkah dari metabolisme, dengan dikatalisis oleh enzim yang juga tergolong dalam sejumlah keluarga protein; dengan alasan ini, sehingga pada jalur biosintesis alkaloid terbilang sangat kompleks.

Akan tetapi dengan begitu , bisa memungkinkan dalam menrangkan sejumlah generalisasi.

Di bawah ini merupakan sejumlah cabang utama yang terjadi dalam sintesis alkaloid yakni sebagai berikut:

Biosintesis Alkaloid Trolanik dan Nikotinat

Secara umum pada kelompok alkaloid jenis ini untuk melakukan biosintesis yakni dilangsungkan dari senyawa L-Arginin dan juga Ornithine.

Sehingga dengan hal ini memungkinkan dalam terjadinya proses dekarboksilasi yang akan dimediasi oleh berbagai enzim yang diantaranya: yakni arginin dekarboksilase serta ornitin dekarboksilase.

Kemudian pada Produk yang di dapat dari reaksi ini ialah molekul putrecine.

Langkah selanjutnya yakni dengan meliputi transfer gugus metil, yakni suatu turunan nikotinat (misalnya saja seperti nikotin) kemudian tropis (misalnya seperti atropin dan juga skopolamin) yang diproduksi.

Biosintesis Alkaloid Benzylisoquinoline

Dalam tahapan biosintesin ini selalu diawali dari molekul L-tirosin, yang kemudian didekarboksilasi oleh enzim tirosin dan proses dekarboksilase tersebut guna menghasilkan suatu molekul yang disebut dengan tiamin.

Kemudian pada Enzim norcoclaurine yang disintesis dengan menggunakan tyramine yang sebelumnya telah dilakukan pengolahan sedangkan L-DOPA guna membuat suatu molekul norcoclaurin; dimana nnatinya mereka mengalami serangkaian reaksi yang kompleks guna memperoleh hasil alkaloid berberin dan juga morfin serta kodein.

Biosintesis Alkaloid Terpen Indol

Pada sekumpulan alkaloid ini akan disintesis atas 2 (dua) fase: pertama diawali dari L-tryptophan dan fase yang kedua yakni dari geraniol.

Baca Juga :   Fungsi Kambium

Kemudian Produk yang diperoleh dari fase ini ialah tryptamine dan juga secolaganin, sedangkan beberapa molekul yang ada disini ialah merupakan suatu substrat yang diperoleh dari enzim estrectosidina synthase, yang sudah mengkatalisis sintesis strikosidin.

Kemudian dari estrectosidina akan diperoleh sebuah hasil yakni sejumlah alkaloid indolik terpénicos, misalnya saja seperti ajmalicina, lalu catarantina, kemudian serpentina dan juga vinblastina; namun pada yang terakhir sebelumnya sudah dimanfaatkan dalam proses penyembuhan penyakit Hodgkin.

Klasifikasi Alkaloid

Pada umumnya Alkaloid bisa diklasifikasikan dengan berdasarkan berbagai kesamaan atas segala sumber dari asal muasal molekulnya (precursors), dan juga bisa di dasarkan dengan arah proses metabolisme atau (metabolic pathway) yang kerap digunakan guna pembentukan molekul tersebut.

Namun apabila kita sebelumnya tidak mengetahui biosintesis dari sebuah alkaloid, maka kita bisa meggolongkannya dengan didasarkan atas nama pada senyawanya, dalam hal ini merupakan salah satu dari sebuah nama senyawa yang di dalamnya tak terkandung suatu nitrogen (sebab pada struktur molekulnya ada di dalam tahapan produk akhirnya.

Misalnya saja : Seperti alkaloid yang berjenis opium yang terkadang disebut juga dengan “phenanthrenes”), atau bisa dengan berdasarkan nama pada tumbuhan maupun binatang dimana senyawa tersebut diisolasi.

Namun apabila setelah alkaloid itu dilakukan pengkajian, maka golongan pada alkaloid tersebut akan dirubah dengan menurut dari apa yang sudah dihasilkan dari proses kajian tersebut berlangsung, namun pada umumnya akan menggunakan suatu nama amine sebab sangat penting secara biologi yang mencolok dalam proses sintesisnya.

Dalam mengklasifikasikan alkaloida bisa dilakukan dengan didasarkan dari sejumlah cara:

Berdasar Jenis Cincin Heterosiklik Nitrogen

Maka dengan didasarkan dengan itu, maka bisa dibagi atas sejumlah macam dari jenisnya misalnya jenis dari pirolidin,lalu piperidin, dan isokuinolin, kemudian kuinolin, serta alkaloida indol

  • Yang pertama ialah Golongan dari Piridina: misalnya seperti arecaidine, arecoline, trigonelline ,piperine, coniine, guvacine, cytisine, lobeline, sparteine, pelletierine, anabasine, nikotina .
  • Kemudian Golongan yang kedua ialah Pyrrolidine: Misalnya seperti nikotina, cuscohygrine, hygrine.
  • Kemudian Golongan yang ketiga ialah Tropane: yakni misalnya seperti ecgonine, scopolamine, atropine, kokaina, catuabine
  • Kemudian Golongan yang keempat Kuinolina: yakni misalnya seperti veratrine, kuinina, strychnine, kuinidina, dihidrokuinina, brucine, cevadine, dihidrokuinidina.
  • Kemudian pada golongan selnjutnya yang keenam ialah Alkaloid Fenantrena: yakni merupakan alkaloid opium (misalnya seperti codeine, thebaine)
  • Kemudian Golongan yang ketujuh ialah Phenethylamine: misalnya seperti mescaline, ephedrine, dopamin
  • Selanjutnya Golongan yang kedelapan ialah Indola yakni Seperti dibawah ini :
    • Yang pertama Tryptamines: serotonin, DMT, 5-MeO-DMT, bufotenine, psilocybin
    • Yang kedua ialah Ergolines (atau alkaloid-alkaloid dari ergot ): misalnya seperti ergotamine, ergine, lysergic acid
    • Yang ketiga ialah Beta-carboline: misalnya seperti harmaline tetrahydroharmine, harmine.
    • Yang keempat ialah Yohimbans: misalnya seperti reserpine dan yohimbine
    • Yang kelima ialah Alkaloid Vinca: misalnya seperti vincristine dan vinblastine
    • Yang keenam ialah Alkaloid Kratom (atau disebut Mitragyna speciosa): misalnya saja sepertia mitragynine, dan juga 7-hydroxymitragynine
    • Yang ketujuh ialah Alkaloid Tabernanthe iboga: yakni misalnya seperti voacangine, ibogaine, coronaridine
    • Kemudian yang kedelapan ialah Alkaloid Strychnos nux-vomica: seperti misalnya strychnine dan juga brucine 
Baca Juga :   Fungsi Sarkomer

     9.    Yang kesembilan ialah Golongan Purine:
         i.     Yakni Xantina: misalnya seperti Kafein, theophylline, teobromina.
    10.  Kemudian Golongan yang kesepuluh ialah Terpenoid:
         j.      yakni seperti Alkaloid Aconitum: misalnya aconitine
         k.    kemudian Alkaloid Steroid (atau disebut yang mempunyai tulang punggung steroid dalam sebuah struktur yang mempunyai nitrogen):
              § yakni Solanum (misalnya seperti : kentang dan juga alkaloid tomat) (misalnya chaconine, solanidine, solanine)
              § Kemudian Alkaloid Veratrum yakni misalnya saja seperti jervine, cycloposine, cyclopamine, veratramine, muldamine)
              § Kemudian pada Alkaloid Salamander berapi (yakni seperti samandarin.

Berdasar Jenis Tanaman Darimana Alkaloid Ditemukan.

Dengan adanya cara ini biasanya kerap dipakai agar dapat menyatakan berbagai jenis alkaloida yang merupakan paling pertama dijumpai dalam suatu jenis tumbuhan.

Sehingga dengan didasarkan atas cara ini, maka alkaloida bisa dibagi menjadi beberapa jenis yakni sebagai berikut:

  • Alkaloida
  • Alkaloida amaryllidiaceae,
  • Alkaloida erythrine dan lainnya.

Namun penggunaan metode terdapat suatu kelemahan: dimana pada sejumlah alkaloida yang awal mulanya berasal dari suatu tanaman yang tertentu bisa memiliki struktur yang tentunya berbeda-beda.

Berdasarkan Asal-Usul Biogenetik

Dalam penggunaan metode ini bisa berguna untuk dapat menerangkan suatu hubungan antara berbagai alkaloida yang sudah diklasifikasikan dengan berdasarkan dari berbagai macam cincin heterosiklik.

Kemudian dengan biosintesa alkaloida juga menerangkan bahwa alkaloida pada mulanya berasal dari hanya sejumlah asam amino yang tertentu saja. Dan Bisa dibagi menjadi beberapa jenis:

  • Yang pertama ialah Alkaloida alisiklik : yang mulanya berasal dari berbagai asam amino ornitrin dan juga lisin
  • Yang kedua ialah Alkaloida aromatik dan merupakan jenis fenilalanin yang pada mulanya berasal dari fenilalanin dan tirosin serta 3,4-dihidrofenilalanin
  • Yang ketiga ialah Alkaloida aromatik yang merupakan jenis indol pada mulanya berasal dari triptopan
apa yang dimaksud dengan Metabolit sekunder?

Yakni merupakan salah satu hasil yang diperoleh dari suatu proses metabolisme dan biasa dipakai oleh tumbuhan untuk dijadikan sebagai sebuah bentuk dari adanya perlindungan diri, dan bersifat sangat khas dan juga terbatas sebab hanya dimiliki oleh tumbuhan yang tertentu saja . Namun bukan suatu hal yang utama seperti misalnya sedang malakukan fotosintesis.

Apa yang dimaksud Dengan Alkaloid?

Berdasarkan dengan sebutannya yakni alkaloid yang pada mulanya berasal dari sebuah suku kata alkali, yang bermakna basa yang didalamnya terkandung sebuah atom N. Maka bisa kita simpulkan bahwa alkaloid ialah? merupakan suatu senyawa organik yang terkandung sebuah atom N yang bersifat basa (yakni mempunyai suatu pasangan elektron yang sangat bebas) dan juga mempunyao efek farmakologi terutama bagi manusia maupun hewan

Nah itulah yang bisa Quipper.co.id sampaikan mengenai materi tentang Fungsi Alkaloid, semoga serangkaian dari pembahasan kali ini bisa membantu serta menambah pengetahuan dan wawasan sahabat sekalian.

Baca Juga Artikel Lainnya :