R Tabel Spss – Pengertian, Rumus, Cara Menghitung & Contoh

Posted on

Hlo sobat quipper semua, balik lagi nih, mimin mau sedikit ngejelasin pembahasan tentang materi dalam ilmu matematikan yakni apa itu R Tabel Spss?

Materi tabel ini merupakan sebuah meteri yang biasanya selalu digunakan untuk melakukan pengukuran dari uji validitas sebuah instrumen.

Buat sobat yang mungkin masih bingung dan bertanya mengenai pengertian, rumus dan bagaimana cara kerjanya, maka sobat bisa simak penjelasan yang akan mimin sampaikan di bawah ini.

Pengertian R Tabel Spss

R Tabel Spss
R Tabel Spss

R tabel SPSS adalah tabel yang digunakan untuk menentukan nilai korelasi antara dua variabel. Tabel ini sering digunakan dalam analisis data untuk menghitung korelasi Pearson, yang mengukur kekuatan dan arah hubungan antara dua variabel metrik.

Tabel R SPSS biasanya terdiri dari dua kolom dan beberapa baris. Kolom pertama menunjukkan nilai derajat kebebasan (df) yang dihitung berdasarkan ukuran sampel, sedangkan kolom kedua menunjukkan tingkat signifikansi (p) dari korelasi yang dihitung. Baris-baris tabel menunjukkan nilai-nilai korelasi yang mungkin terjadi.

Untuk menggunakan tabel R SPSS, pertama-tama Anda perlu menghitung nilai korelasi Pearson antara dua variabel. Setelah Anda memiliki nilai korelasi, Anda dapat menggunakannya untuk menentukan nilai p dan df dengan merujuk pada tabel R SPSS.

Misalnya, jika Anda memiliki 50 pasang data dan nilai korelasi Pearson antara dua variabel adalah 0,5, Anda dapat menggunakan tabel R SPSS untuk menentukan bahwa df adalah 48 dan p-value adalah 0,001. Artinya, ada hubungan yang signifikan antara dua variabel dan kemungkinan hasil ini tidak terjadi secara kebetulan adalah kurang dari 0,05.

Namun, penting untuk diingat bahwa tabel R SPSS hanya berlaku untuk korelasi Pearson antara dua variabel metrik. Untuk jenis analisis statistik lainnya, seperti analisis korelasi Spearman atau korelasi Phi, Anda akan memerlukan tabel yang berbeda.

Dalam kesimpulan, tabel R SPSS adalah alat yang berguna untuk menentukan tingkat signifikansi dari korelasi Pearson antara dua variabel metrik. Namun, Anda harus memastikan bahwa Anda memahami jenis analisis statistik yang tepat untuk data Anda sebelum menggunakan tabel ini.

Fungsi R Tabel Spss (Distribusi korelasi)

Tabel R SPSS (atau disebut juga dengan Tabel Distribusi Korelasi) memiliki fungsi untuk membantu analis data dalam menentukan apakah hubungan antara dua variabel numerik signifikan secara statistik atau tidak. Tabel ini digunakan khususnya dalam analisis korelasi Pearson, yang merupakan salah satu teknik analisis statistik yang paling umum digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara dua variabel metrik.

Baca Juga :   1 Ons Berapa Gram

Dalam analisis korelasi Pearson, kita menghitung koefisien korelasi antara dua variabel (biasanya diwakili oleh simbol “r”), yang mengukur seberapa kuat hubungan antara kedua variabel tersebut. Nilai korelasi dapat berkisar antara -1 dan 1, dengan nilai 0 menunjukkan tidak adanya hubungan antara kedua variabel. Semakin dekat nilai r dengan -1 atau 1, semakin kuat hubungan antara kedua variabel.

Setelah kita menghitung nilai r, kita dapat menggunakan tabel R SPSS untuk menentukan apakah nilai korelasi tersebut signifikan secara statistik pada tingkat signifikansi tertentu dan jumlah derajat kebebasan yang sesuai. Tabel ini membantu analis data untuk mengetahui apakah hubungan antara kedua variabel secara signifikan berbeda dari nol atau hanya akibat kebetulan saja.

Dengan menggunakan tabel R SPSS, analis data dapat menghemat waktu dan upaya dalam menentukan nilai kritis dari korelasi Pearson, sehingga memungkinkan untuk mengevaluasi secara lebih cepat apakah hasil analisis korelasi tersebut signifikan secara statistik atau tidak.

Pengertian Validitas Menurut Para Ahli

Apa itu Pengertian Validitas ? yakni merupakan standarisasi atau dasar dari sebuah ukuran yang menunjukkan terhadap sebuah ketetapan (appropriateness), kemanfaatan (userfulness) dan kesahihan yang mengarah kepada ketepatan interpretasi suatu prosedur evaluasi yang sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dalam melakukan pengukurannya.

Kemudian selain keterangan diatas, yang mana ada juga suatu pendapat yang dinyatakan oleh beberapa para ahli tentang definisi validitas, yang diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Berdasakan pendapat yang dikemukakan oleh Sudjana yang mana menurutnya Pengertian validitas ialah merupakan suatu ketepatan alat penilaian terhadapsebuah konsep yang dinilai sehingga dapat dengan benar-benar menilai mengenai apa yang semetinya harus di nilai.
  • Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh Suryabrata  yang mana menurutnya Pengertian validitas adalah merupakan derajat fungsi dalam pengukuran suatu tes, atau suatu derajat kecermatan ukurnya sesuatu tes. Dimana Validitas pada suatu tes berpendapat mengenai apakah sebuah tes itu betuk-betuk sesuai mengukur atap yang ingindiukur.
  • Berdasarkan pendapat yang disampaikan oelh Azwar mengenai Pengertian validitas menurut Azwar adalah merupakan sejauh mana keakuratan dan kecermatan pada suatu instrumen dalam melakukan pengukuran (tes) yang sesuai dengan fungsi ukurnya. Dimana pada suatu tes bisa dianggap memiliki validitas yang sangat tinggi apabila alat itu dapat berjalan dengan sebagaiman mustinya dengan secara tepat.
  • Berdasarkan pendapat dari Arikunto mengenai Pengertian validitas yakni merupakan suatu ukuran yang mengarah kepada tingkat kesalihan dari sebuah hasil tes. Dimana pada suatu tes dapat dianggap valid jika pada saat melakukan tes tersebut yakni dengan melakukan sebuah pengukuran apa yang semestinya harus diukur. Kemudian pada Tes tersebut memiliki validitas yang sangat tinggi jika dapat memperoleh hasil yang sesuai denga kriteria.
  • Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh Kusaeri mengenai Pengertian validitas yakni merupakan suatu keakuratan (appropriateness), kebermaknaan (meaningfull) dan kemanfaatan (usefulness) mengenai sebuah kesimpulan yang diperoleh atas interpretasi suatu skor tes.
Baca Juga :   1 Hektar Berapa Meter

Rumus R Tabel Spss

Rumus Untuk Membaca R Tabel
Rumus Untuk Membaca R Tabel

Tidak ada rumus khusus untuk tabel R SPSS karena tabel ini digunakan untuk menentukan nilai kritis dari korelasi Pearson antara dua variabel metrik. Namun, rumus korelasi Pearson dapat digunakan untuk menghitung nilai korelasi antara dua variabel metrik, yang nantinya akan digunakan untuk menentukan nilai kritis pada tabel R SPSS. Berikut adalah rumus korelasi Pearson:

  • r = (Σ(X – X̄)(Y – Ȳ)) / (sqrt(Σ(X – X̄)²) * sqrt(Σ(Y – Ȳ)²))

Dimana:

  • r adalah korelasi Pearson antara dua variabel
  • X dan Y adalah variabel pertama dan kedua yang akan dikorelasikan
  • X̄ dan Ȳ adalah nilai rata-rata dari masing-masing variabel

Setelah nilai korelasi Pearson dihitung, tabel R SPSS dapat digunakan untuk menentukan nilai kritis dari korelasi tersebut pada tingkat signifikansi tertentu dan jumlah derajat kebebasan yang sesuai. Dengan demikian, tabel R SPSS adalah alat yang berguna untuk mengevaluasi apakah korelasi antara dua variabel signifikan secara statistik atau tidak.

Contoh Soal R Tabel SPSS

Berikut ini adalah contoh soal penggunaan tabel R SPSS dalam analisis data:

Seorang peneliti ingin menentukan apakah ada hubungan antara usia responden dan tingkat kepuasan mereka terhadap produk yang diuji. Dalam studi tersebut, 100 responden diambil secara acak dan diminta untuk menilai produk tersebut pada skala 1-10. Kemudian, usia responden dicatat dalam tahun. Berikut adalah hasil data yang diperoleh:

  • Korelasi Pearson antara usia dan tingkat kepuasan adalah 0,35
  • Jumlah derajat kebebasan adalah 98
  • Tingkat signifikansi adalah 0,05
  • Berapa nilai kritis dari r yang digunakan untuk menentukan apakah hubungan antara usia dan kepuasan signifikan secara statistik?

Untuk menyelesaikan masalah ini, kita dapat menggunakan tabel R SPSS. Kita perlu mencari nilai df dan tingkat signifikansi pada tabel, dan kemudian mencari nilai kritis untuk r pada persimpangan kolom dan baris yang sesuai.

Baca Juga :   Lambang Bilangan Asli

Pertama, mencari derajat kebebasan yang sesuai di tabel dengan nilai 98. Pada kolom df = 98, kita dapat melihat nilai p di bawahnya adalah 0,05. Jadi, nilai p adalah 0,05.

Kedua, kita dapat menemukan nilai kritis r pada tabel dengan menggunakan nilai df dan p yang ditemukan sebelumnya. Pada baris p = 0,05 dan kolom df = 98, nilai kritis r adalah 0,202.

Dengan demikian, nilai kritis r adalah 0,202. Jadi, jika nilai korelasi Pearson antara usia dan kepuasan lebih besar dari 0,202 atau lebih kecil dari -0,202, maka hubungan antara kedua variabel tersebut signifikan secara statistik pada tingkat signifikansi 0,05.

Nah itulah yang bisa quipper.co.id sampaikan mengenai materi R Tabel Spss, semoga ulasan ini dapat bermanfaat untuk kalian semua.