8 Klasifikasi Iklim Para Ahli Klimotologi

Posted on

8 Klasifikasi Iklim Para Ahli Klimotologi – Iklim yang ada diplanet bumi ini sangatlah bervariasi antara satu kawasan dengan kawasan yang lainnya.

Berdasarkan dari penentuan iklim dan dari letak geografis dan juga dengan garis lintangnya pada suatu kawasan terdapat perbedaan terhadap lingkungan, dan juga vegetasi ilmiah pada suatu kawasan tertentu.

8 Klasifikasi Iklim Para Ahli Klimotologi
8 Klasifikasi Iklim Para Ahli Klimotologi

Dalam bidang ilmu geografi para ahli membuat sebuah metode dalam menentukan pembagian iklim dengan menggunakan alat yang disebut dengan klimografi.

Klimografi ialah merupakan suatu alat dengan menggunakan suatu metode yang visual guna mengkaji iklim dengan cara menganalisa pada cuaca dan juga curah hujan dengan rata – rata sepanjang tahunnya.

Guna melakukan pengklasifikasian mengenai iklim ini para ahli geografi membutuhkan waktu yang paling sedikitnya ialah sekitar 30 tahun.

Serta melakukan pengumpulan data untuk menjelaskan iklim pada suatu kawasan tertentu.

Akan tetapi pengetahuan manusia terhadap suatu iklim tidaklah selalu tepat di karenakan pembagian iklim dengan menggunakan sebuah metode dan metode ini sering sekali tidak konsisten.

Dan pada garis batas antara iklim yang satu dengan iklim yang lainnya dan tidak selalu berbeda sehingga pembagian pada iklim didunia ini sering sekali bersifat subyektif.

Daftar Isi :

Baca Juga :   Arti Mimpi Tentang Orang Tua

Pada kesempatan kali ini quiiper.co.id akan memberikan materi mengenai Klasifikasi iklim.

Supaya kalian tidak penasaran dengan materi tentang klasifikasi iklim, kita simak yuk pembahasan menurut para ahli klimotologinya berikut ini yaa.

Dibawah ini ialah merupakan suatu pembagian iklim berdasarkan pengamatan para ahli klimatologi yuk kita simak pembahaannya dibawah ini yaa :

1. Klasifikasi Iklim Menurut Koppen

Menurut Koppen iklim didunia ini terbagi menjadi lima kelas yang di simbolkan dengan huruf A samapai E nah berikut ini ialah penjelasannya :

  • Iklim hujan tropis (A) : Suhunya berkisar antara 18˚c sampai 30˚c, dan juga mempunyai curah hujan setiap bulannya sebesar 60 mm.
    • Vegetasi yang tumbuh subur ialah merupakan suatu ekosistem pada hutan hujan tropis.
  • Iklim kering (B) : Pada curah hujan yang terjadi secara merata sepanjang tahunnya maka suhunya berkisar antara 19˚c sampai 32˚c.
    • Dan vegetasi yang tumbuh subur ialah bioma stepa dan juga pada pasir maupun pada bioma gurun.
  • Iklim sedang (C) : Suhu terbagi menjadi dua bagian yaitu suhu pada musim dingin yang berkisar antara -3°c atau kurang dari 18°c dan suhu pada musim panas itu berkisar lebih dari 10°c.
    • Pada iklim sedang ini suhu akan selalu lembab sepanjang tahunnya dan juga sifatnya kering ketika musim dingin dan juga panas serta curah hujan pada bulannya lebih dari 60 mili meter.
  • Iklim dingin (D) : Suhu pada rata – ratanya ialah sekitar -3˚c atau kurang dari 10˚c dan iklim ini bersifat dingin dan juga kering.
  • Iklim kutub (E) : Pada suhu ini tercatat sekitar 0°c sampai 10°c yang di sebabkan dengan ketinggian pada topografi yang berada lebih dari 5.000 kaki dari permukaan laut.
    • Vegetasi yang tumbuh ialah bioma tundra dan juga mempunyai salju yang abadi.

2. Menurut Thornthwaite (1933)

Sistem ini juga sering digunakan diseluruh dunia atau sama halnya dengan klasifikasi pada iklim Koppen, sistem ini berdasarkan oleh vegetasi, evaporasi, suhu dan juga curah hujan.

Menurut Thornthwaite iklim yang ada didunia ini dapat dibedakan menjadi enam macam yaitu sebagai berikut :

  • Taiga.
  • Tundra.
  • Mesotermal.
  • Frost (dingin).
  • Mikrotermal.
  • Tropika.

3. Menurut Mohr

Dasar yang digunakan oleh Mohr untuk membuat sebuah klasifikasi pada iklim ialah bulan basah dan juga bulan kering.

Baca Juga :   Arti Mimpi Kiamat

Menurut Mohr bulan basah ialah bulan dengan curah hujannya lebih dari 100 mm, sedangkan pada bulan kering ialah merupakan bulan dengan curah hujan yang kurang dari 60 mm.

Adapun bulan dengan curah hujannya sekitar 60 sampai 100 mm maka hal itu disebut dengan bulan lembab dan tidak dapat di perhitungkan.

4. Menurut Klages

Hal ini membagi iklim yang ada didunia ini menjadi lima zona dan pembagian ini berdasarkan dengan suhu.

Dan juga penerimaannya pada sinar matahari sepanjang tahun, dan dibawah ini ialah pembagian zonanya.

  • Zona Tropis : Suhunya melebihi dari 20˚c.
  • Zona Subtropis : Mempunyai suhu lebih dari 20˚c akan tetapi berlangsung selama 4 sampai 11 bulan saja.
  • Zona Sedang : Suhunya sekitar 10˚c sampai 20˚c.
  • Zona Dingin : Suhunya terbagi jelas dimana pada satu bagiannya mempunyai suhu sekitar 10˚c sampai 20˚c dan yang lainnya bersuhu kurang dari 10˚c.
  • Zona Kutub : Suhu yang tercatat yaitu sekitar -1˚c.

5. Menurut Flohn

Menurut Flohn iklim ini dengan berdasarkan aliran angin dan juga curah hujan secara global dengan meliputi :

  • Zona Ekuatorial : Kawasan ini mempunyai ciri basah dan juga hujan tropis dan hujannya bersifat hujan muson.
  • Zona Tropika : Kawasan ini mengalami hujan pada musim yang panas dan mempunyai vegetasi bioma sabana dan juga hutan kering.
  • Zona Subtropika Kering : Kawasan ini sifatnya kering dan di dominasikan oleh padang pasir maupun gurun dan vegetasinya dapat meliputi pada stepa dan juga bioma stepa.
  • Zona Hujan Bersalju Kering : Kawasan ini berunsurkan turunnya pada musim dingin dan vegetasinya juga dapat meliputi pohon yang berdaun keras.
  • Zona Ekstra Tropika : Dan pada kawasan ini mengalami hujan sepanjang tahun dan vegetasinya dapat meliputi hutan heterogen dan juga pada pohon yang mempunyai daun yang lebar.
  • Zona Subkutub : Dan pada kawasan ini juga mempunyai hujan yang terbatas sepanjang tahun dan pada hutan konifer mendominasikan terehadap vegetasinya.

6. Menurut Schmidt & Ferguson (1951)

Sistem ini mempunyai dasar dengan sistem Mohr namun Mohr membagikan iklimnya berdasarkan dengan rata – rata curah hujan sepanjang tahunnya.

Baca Juga :   Arti Mimpi Pulang Kampung

Menurut sistsem ini iklim terdapat beberapa jenis, nah dibawah ini ialah jenis – jenis iklim yaitu sebagai berikut :

  • Sedikit kering.
  • Sangat kering.
  • Luar biasa kering.
  • Sedikit basah.
  • Sedang.
  • Dan sangat basah.

Sistem ini sangat terkenal dan banyak mengacu pada bidang perkebunan dan juga kehutanan pada pembagian iklim di indonesia ini.

7. Menurut Junghuhn

Menurut Junghuhn dasar klasifikasi iklim ialah ketinggian dan ke sesuaiannya pada kehidupan dan dengan daya adaptasi pada tumbuh – tumbuhan.

Dibawah ini ialah merupakan pengklasifikasian dari iklim menurut Junghuhn yaitu :

  1. Daerah Sedang ialah berketinggian 600 sampai 1.500 MDPL dan suhu udaranya sekitar 22 sampai 17,1°c.
  2. Daerah Panas ialah ketinggian sekitar 0 sampai 600 MDPL dan suhu udaranya sekitar 26,3 sampai 22°c.
  3. Daerah Dingin ialah ketinggian lebih dari 2.500 MDPL dan suhu pada udaranya sekitar 11,1 sampai 6,2°c.
  4. Daerah Sejuk ialah ketinggian berkisar 1.500 sampai 2.500 MDPL dan suhu udaranya sekitar 17,1 sampai 11,1°c.

8. Menurut Oldeman

Menurut Oldeman, kategori klasifikasi iklim ini berdasarkan pada panjang pendeknya suatu periode pada bulan basah dan juga kering secara berurutan.

Dan selama periode rata – rata curah hujan pada bulan masing – masing dengan pengamatan tertentu.

Sistem ini sangat berguna sekali di indonesia untuk mengklasifikasikan lahan pertanian dan juga tanaman pangan.

Karena sistem Oldeman ini mengklasifikasikan iklimnya sangat berkaitan pada pertanian dengan menggunakan unsur curah hujan.

Klasifikasi ini dibuat dengan meliputi bulan kering yang curah hujannya kurang dari 100 mm.

Dan juga pada bulan lembab yang curah hujannya sekitar 100 sampai 200 mm serta pada bulan basah yang curah hujannya lebih dari 200 mm.

Sekian pembahasan quipper.co.id kali ini mengenai 8 Klasifikasi Iklim Para Ahli Klimotologi, semoga dapat membantu kalian semua.

Baca Juga Artikel Lainnya :