Geopolitik

Posted on

Pada pembahasan kali ini quipper.co.id akan membahas tentang Geopolitik, Maka dari itu marila kita simak pembahasannya sebagai berikut dibawah ini.

Pengertian Geopolitik

Geopolitik
Geopolitik

Awal mula geopolitik itu terjadi karena untuk cerminan dari sebuah keinginan yang dapat mengoptimalisasi geografi dari sebuah unsur didalam kehidupan antara bangsa dan negara.

Tetapi makna dari geopolitik serta geostrategi merupakan awal kondisi geografi itu sendiri yang memerlukan faktor – faktor ketidak tampakan atau yang disebut intangible yang dapat menyebabkan geografi fisik tersebut memiliki fungsi seperti apa yang diharapkan.

Perselisihan geopolitik yang disebabkan akibat dorongan yang tidak sengaja ditimbulkan oleh persepsi seseorang mengenai geografi, namun juga disebabkan fungsionalitas geografi itu sendiri.

Diketahui sejak awal mula abad ke21, teknologi sangat memainkan sebuah peranan yang sangat penting, tidaklah saja memperkecil jarak geografisnya namun itu juga membuat suatu ruang yang tak terbatas atau unboundary
space.

Arti dari Geopolitik itu sendiri menurut umumnya ialah cara pandang atau juga menjadi sikap bangsa Indonesia agar dapat mengenal dirinya, dapat mengenal lingkungannya, yaitu yang diwujudkan kepada Negara kepulauan yang memiliki asas Pancasila & UUD 1945.

Pengertian Geopolitik Menurut Para Ahli

Dibawah ini merupakan sebuah pengertian geopolitik yang dijelaskan menurut dari beberapa para ahli, yakni :

1. Frederick Ratzel (1897)

Frederick Ratzel ialah seorang tokoh yang sangat terkenal yang memiliki Teori Geopolitik.

Pendapat dari seorang Frederick Ratzel inilah dinamakan dengan sebutan Teori Ruang.

Ratzel sendiri yang mengatakan bahwasannya suatu Negara dalam hal tertentu saja bisa disamakan oleh organisme, yakni mengalami perubahan fase kehidupan menurut kombinasi dua ataupun bisa lebih dari lahir hingga tumbuh kembangnya mencapai posisi puncak, kesurut, hingga mati.

Pokok dari ajaran seorang Ratzel itu merupakan ruang yang dapat ditempati oleh beberapa kelompok politik dari negaranya yang memperbarui hukum ekspansionisme yang baik untuk bidang gagasan, perutusannya, ataupun bidang produknya.

2. Karl Houshoffer (1896 – 1946)

Menurut pendapat dari seorang Karl Houshiffer tentnag geopolitik itu juga dinamakan atau disebut dengan sebutan Teori Ekspansionisme.

Karl Houshoffer mengartikan teori ekspansionismenya yaitu mengajarkan suatu paham geopolitik itu untuk digunakan dalam ajaran ekspansionisme yang berbentuk politik geografi yang memiliki titik berat di persoalan – persoalan tentang strategi perbatasan, ruang kehidupan suatu bangsa serta juga tekanan rasialnya, ekonomi dan juga sosialnya untuk faktor yang menghendakan pembagian baru dari kekayaan didunia.

Menurut pandangan seorang Karl Haushofer teori itu dapat berkembang dinegara Jerman dalam kekuasaan pimpinan Adolf Hitler, juga diluaskan kenegara Jepang oleh ajaran Hako Ichiu yang memiliki landasan yang semangat dari militerisme serta juga fasisme.

Baca Juga :   Arti Mimpi Tentang Ulama

Inti dari teori Haushofer tersebut akhirnya menjelaskan tentang anutan sebuah teori Kjellen yang telah dibahas sebelumnya.

3. Sir Harold Mackinder

Seorang Mackinder ini ialah penganut dari teori kekuatan, yang menciptakan wawasan dari sebuah benua untuk konsep pengembangannya dalam kekuatan darat.

Teorinya juga mengatakan bahwasannya barang siapa saja menguasai suatu daerah atau jantung daerah tersebut (haertland) yakni benua didunia misal Eropa – Asia dapatlah menguasai suatu pulau – pulau dunia serta akhirnya bisa menjadi sipenguasa dunia.

4. Sir Walter Raleigh Dan Alfred Mahan

Menurut pendapat dari kedua nama ahli diatas itu sering dijuluki sebagai wawasan bahari.

Teori dari Raleigh dan juga Mahan pada dasarnya itu ialah teori kekuatan lautan ataupun kekuatan bahari.

Mereka menyatakan bahwasannya siapa saja yang memiliki kuasa dari lautan akan dapat menguasai jalur perdagangan sedunia, yakni artinya menguasai semua kekuatan – kekuatan didunia sehingga akhirnya bisa dapat mengenggam dunia.

5. Hagget

Geopolitik atau Geografi politik menurut seorang Hagget ialah salah satu cabang – cabang ilmu geografi manusianya yang menggeluti bidang kajian yaitu aspek keruangan pemerintahannya ataupun kenegaraan yang meliputi suatu hubungan regionalnya, hubungan internasionalnya, serta juga pemerintahannya ataupun kenegaraannya dipermukaan bumi ini.

Menurut seorang Hagget didalam geografi politik lingkungan, geografi itu dijadikannya suatu dasar bagi perkembangan serta juga hubungan dari kenegaraannya.

Seorang Hagget juga mengatakan bahwasannya bidang kajian suatu geografi politik itu relatif luas sekali, misal aspek keruangan, aspsek kepolitikan, aspek kehubungan regional sampai internasional. Baca Juga : Contoh Norma Kesopanan

6. Preston E. James

Menurut seorang Preston E. James geografi didalam geopolitik itu mempermasalahkan tentang tata ruang suatu publik sebagai kehidupan, yaitu sistem didalam hal yang menempati suatu ruang yang terdapat dipermukaan bumi ini.

Oleh karena itu geografi memiliki keterkaitan dengan sebuah interrelasi diantara manusianya dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Sedangkan menurut politik ialah sesuatu hal yang saling berhubungan dengan suatu kekuasaan atau kepemerintahannya.

Didalam studi Hubungan Internasionalnya geopolitik ialah salah satu kajian yang dapat memperlihatkan suatu masalah ataupun hubungan internasionalnya dari sebuah sudut pandang atau ruangnya yang geosentrik berbeda.

Makna dari arti Geopolitik tersebut sesungguhnya dapat diringkaskan atau disederhanakannya lagi.

Yaitu geopolitik ialah suatu studi yang membahas masalah – masalah geografinya, sejarahnya, serta ilmu sosialnya, dengan tujuan kepada politik internasionalnya.

Geopolitik tersebut merupakan sebuah bidang yang membahas mengenai makna strategisnya atau makna politisnya dari salah satu wilayah geografinya, yaitu meliputi lokasinya, luasnya serta juga jenis – jenis SDA nya yang terdapat diwilayah tersebut.

Geopolitik tersebut memiliki 4 unsur yang pembangun antaranya :

  • Keadaan geografisnya.
  • Keadaan politiknya.
  • Keadaan strateginya.
  • Hubungan timbal baliknya antara geografinya.
  • Hubungan timbal balik antara politiknya.
  • Unsur kebijaksanaannya.

7. Rudolf Kjellen

Seorang Rudolf Kjellen ialah sesosok ilmuwan politik yang asalnya dari kota Swedia pada saat awal masuk abad ke20.

Menurut seorang Rudolf Kjellen geopolitik merupakan salah satu seni yang juga bisa dipraktekan oleh penggunaan kekuasaannya terhadap politik atas wilayah tertentu.

Menurut garis pandang tradisionalnya, istilah tersebut hanyalah dapat diterapkan kepada suatu masalah yang menghadap kedampak geografi pada politiknya, tetapi lambat- laun penggunaannya sudah dikembangkan selama berabad – abad, yaitu mencakupnya konotasi yang lebih luas lagi.

Baca Juga :   Teknik Olahraga Skipping

Berdasarkan kalangan akademisinya, studi ini mengenai geopolitik yang bisa melibatkan analisis geografinya, sejarahnya serta ilmu sosialnya dengan saling mengacu kepada tata ruang politiknya atau pola pada bermacam skalanya, dimulai dari tingkatan negaranya sampai dengan tingkatan internasionalnya.

8. Hafeznia, MR (2006)

Seorang Hafezni mengatakan geopolitik sebagai salah satu cabang dari geografi politik.

Geopolitik menurutnya ialah suatu cabang studi tentang hubungan yang timbal balik antara geografinya, politiknya, kekuasaannya dan juga interaksinya yang ditimbulkan dari sebuah kombinasi yang dikirim mereka dengan yang lainnya.

Menurut definisinya geopolitik tersebut ialah suatu kedisiplinan ilmu yang mempunyai ilmu dasar alamnya.

9. W. Michel Dan John Frederick Charles Fulles

Menurut pendapat kedua para ahli diatas berdasarkan wawasan nusantaranya.

Mitchel bersama Fuller memiliki pendapat bahwasannya kekuatan udara ialah menjadi kekuatan yang paling menguntungkan untuk penguasaan dunia.

Keunggulan yang dipunyai wawasan dirgantara tersebut yakni adanya pengembangan dari kekuatan yang terdapat diudara, yang mempunyai daya tangkis yang pastinya handal dari bermacam ancaman dari lawan dengan tempo yang begitu cepat, dasyatnya lagi kepada dampaknya itu sangatlah mengerikan bagi lawannya sampai tidak terdapat lagi kesempatan untuk lawan – lawan itu bergerak.

Kekuatan udara memiliki daya tangkis atas ancaman yang dapat melumpuhkan dari kekuatan lawan tersebut dengan caranya menghancuran kandang lawannya itu sendiri sehingga tidak dapat lagi kembali menyerang.

10. Nocholas J. Spykman

Teori dari seorang Spykman ini juga dinamakan dengan sebutan Wawasan Kombinasi.

Yang artinya teori yang apat menghubungkan dari kekuatan daratnya, lautannya serta udaranya sampai kedalam pelaksanaannya yang disesuaikan oleh kondisinya serta juga kebutuhannya.

11. Sunarso (2006)

Menurut seorang Sunarso secara etimologis Geopolitik itu asal bahasanya dari Yunani yang berasal dari sebutan Geo bersama Politik.

Geo itu sendiri mempunyai arti melambangkan bumi yaitu ialah wilayah kehidupan.

Sementara dari politiknya itu asalnya dari sebuah kata polis yang mempunyai arti suatu kesatuan masyarakat yang bisa berdiri sendiri atau memerdekakan negaranya yang memiliki arti sebuah urusan politik yang bermakna yaitu menjadi kepentingan umum bagi warga negaranya disebuah bangsa.

Menurut seorang Sunarso yang menjadi tokoh penting diIndonesia, geopolitik memiliki makna untuk ilmu penyelenggaraan suatu negara dimana muncul setiap ada kebijakannya yang dikaitkan dengan suatu persoalan geografi wilayahnya ataupun tempat tinggalnya disuatu bangsa.

Sejarah Lahirnya Konsep Geopolitik Di Dunia

Sebelum abad ke XIX, pandangan geopolitik terhadap dunia hanya berkisar pada lingkungan negara dan juga negara tetangga di sekitarnya.

Para ahli belum memahami banget tentang geografi bumi secara menyeluruh.

Hal ini terjadi karena suatu pengetahuan manusia tentang bumi belum terlalu lengkap, alat transportasi dan juga komunikasi yang sangat minim terutama pada kemampuan jelajahnya.

Guru Besar Geografi di Universitas London, memberikan suatu pandangan didalam teori geopolitiknya yaitu bahwasannya benteng yang paling kuat di dunia ini ialah terletak di wilayah Asia.

Perkembangan sejarah didunia pada dasarnya diwarnai oleh suatu konflik antara kekuatan darat dan juga kekuatan lautan.

Baca Juga :   Tafsir Mimpi Tentang Sholat

Konsep Geopolitik

Dibawah ini merupakan suatu konsep – konsep geopolitik yaitu sebagai berikut dibawah ini :

Konsep Persatuan Dan Kesatuan

Konsep ini mengandung suatu makna dan segenap komponen bangsa untuk bersatu padu karena bangsa Indonesia yang heterogen dan juga majemuk serta hidup di dalam wilayah kepulauan NKRI.

Konsep Bhineka Tunggal Ika

Konsep ini mengajak segenap komponen bangsa bahwa keanekaragaman suku, etnis, agama, spesifikasi daerah ialah merupakan realita yang harus di dayagunakan untuk memajukan suatu bangsa dan negara.

Konsep Kebangsaan

Konsep ini mengajak segenap komponen bangsa untuk memiliki suatu persepsi yang sama tentang kebangsaan Indonesia, bahwa bangsa Indonesia ini lahir karena adanya kehendak dari segenap komponen bangsa yang terdiri dari kelompok – kelompok masyarakat yang sangat heterogen dan majemuk untuk bersatu, dan juga memiliki latar belakang sejarah yang sama, mempunyai cita – cita dan tujuan untuk hidup bersama dan hidup didalam wilayah yang sama sebagai satu kesatuan ruang hidup yaitu sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Konsep Negara Kebangsaan

Konsep ini untuk menggugah suatu kesadaran dan segenap komponen bangsa dan juga untuk memiliki suatu persepsi yang sama tentang konsep negara kebangsaan yang mengedepankan suatu prinsip satu kesatuan wilayah.

Konsep Negara Kepulauan

Konsep ini mengajak untuk segenap komponen bangsa untuk memiliki suatu persepsi yang sama tentang negara kepulauannya, yaitu sebagai kawasan laut yang ditaburi dengan pulau – pulau.

Untuk itu wilayah laut ini harus di pandang sebagai media pemersatu bangsa. Baca Juga : Komponen Biotik

Konsep Geopolitik

Konsep ini mengajak seluruh komponen bangsa dan untuk memiliki suatu persepsi yang sama tentang konstelasi geografi Indonesia, yang posisinya sangat strategis Indonesia ini antara dua kawasan besar dunia yaitu :

(Samudra Hindia dan Pasifik) dengan sumber kekayaan alamnya yang merupakan suatu potensi apabila bangsa dan masyrakat Indonesia ini bisa memanfaatkan dan menjadikan suatu kerawanan jika bangsa dan masyarakat Indoensia ini tidak mampu untuk memanfaatkannya.

Menifestasi Perubahan Geopolitik

Pada pertengahan dasawarsa yang pertama pada abad ke 21 ini muncul dengan berbagai teori.

Konstruktivis geopolitik, seperti antara lain yang diajukan oleh Saul Cohen dan Tuahail.

10 Cohen, contohnya, Bahwa mencatat derajat geostrategis itu ialah merupakan suatu kawasan yang berbeda tapi satu dengan yang lainnya.

Aliansi – Aliansi ini baru muncul dan tidak berdasarkan pada geografi seperti.

NATO atau Pakta Warsawa ini melainkan karena status perekonomian, contoh seperti terlihatnya didalam kasus pasar bersama, G20, dan BRIC (Brazil, Rusia, India, dan juga China).

Konstruksi geografi ini tidak secara merata untuk menjadikan suatu wilayah menjadi pentingnya dalam kalkulasi geopolitik maupun geostrategis.

Faktor yang selama bertahun – tahun ini dianggap sebagai persepsi dalam pemaknaan geografi yang menemukan suatu bentuknya yang lebih konkrit, yaitu konektifitas suatu wilayah geografis pada akses.

Demikianlah pada pembahasan kali ini dan kami mengucapkan terimaksih kepada kalian semuannya atas perhatiannya dari kalian semua semoga apa telah kami bahas ini dapat bermanfaat dan untuk menambahnya wawasan kalian semuanya.