Olahraga Berkuda

Posted on

Olahraga Berkuda – Hallo sahabat semua! Pada perjumpaan kali ini quipper.co.id akan menyampaikan pembahasan materi makalah tentang olahraga berkuda.

Namun pada perjumpaan sebelumnya, yang mana kami juga telah menyampaikan materi makalah tentang Teknik Billiard. Yuk langsung kita simak pembahasan di bawah ini.

Pengertian Olahraga Berkuda

Olahraga Berkuda
Olahraga Berkuda

Pengertian olahraga kuda merupakan kegiatan di mana manusia dapat menunggangi, mengendarai, melompat atau berlari menggunakan kuda. Berkuda adalah olahraga yang menghadirkan tingkat kesulitan tinggi.

Dalam hal ini, atlet harus memiliki keseimbangan yang baik saat berkuda, koordinasi yang baik, selain menguasai teknik dasar keserasian dalam berkuda dan kemampuan mengendalikan kuda.

Sejarah Olahraga Berkuda

Olahraga berkuda ini memiliki sejarah panjang. Olahraga ini berusia sekitar 5.000 tahun, manusia purba sudah menganggap kuda sebagai hewan ternak.

Kuda digunakan untuk mengangkut barang dan tidak jaranguntuk ditunggangi. Bahkan, kuda juga digunakan sebagai makanan.

Pada zaman Yunani dan Romawi, kuda digunakan sebagai kegiatan perang. Orang – orang pada saat itu mengandalkan kecepatan kuda untuk melarikan diri dari musuh atau mengejarnya dengan cepat.

Selain itu, pacuan kuda saat ini mulai digelar. Banyak bukti arkeologis menunjukkan bahwa manusia pada zaman kuno telah mempraktikkan aktivitas ini.

Terutama orang – orang Yunani Kuno, Mesir, Babel dan Suriah. Saat memasuki Renaissance, sekitar tahun 1300, banyak orang mempelajari seni menunggang kuda.

Banyak sekolah besar telah didirikan di Eropa. Namun, biaya belajar olahraga ini sangat mahal.

Karena itu, hanya orang yang bangsawan yang dapat menekuninya. Berkuda menjadi olahraga favorit para bangsawan di Inggris dan Prancis.

Sementara itu, sejarah olahraga berkuda di Indonesia sendiri mulai dikenal pada masa kolonial Belanda.

Pada saat itu, pacuan kuda berlangsung setiap kali ada pesta besar dan hari ulang tahun Ratu Belanda.

Sejak saat itu, masyarakat Indonesia mulai tertarik dengan kegiatan ini. Sebagai olahraga, menunggang kuda dipertandingkan untuk pertama kalinya di Olimpiade pada tahun 1900.

Meskipun sempat ditiadakan pada Olimpiade berikutnya pada tahun 1912, menunggang kuda telah dipertandingkan hingga sekarang.

Berkuda merupakan satu – satunya olahraga di Olimpiade di mana pria dan wanita bersaing secara setara. Selain mendirikan satu – satunya cabang olahraga yang melibatkan hewan.

Federasi internasional dari olahraga berkuda adalah FEI (Federasi Equestre Internantionale), sedangkan federasi berkuda internasional adalah PORDASI (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia).

Baca Juga : Teknik Dasar Bulu Tangkis

Teknik Dasar Olahraga Berkuda

Hal pertama yang harus dipelajari dalam menunggangi kuda ialah :

Cara Duduk Yang Benar

Agar penunggang dan yang ditunggangi merasa nyaman, berat kuda penunggang ada di atas punggung kuda.

Cara Menggerakkan Kuda

Kuda digerakkan dengan menggunakan betis dan diberhentikan dengan cara menarik tali tuntunannya.

Lunging / Longer

Longer merupakan berlatih memutar pelatih yang membantu mengendalikan kuda menggunakan tali panjang sekitar 7 meter, terhubung ke mulut kuda.

Teknik Dasar Gaya Berjalan dalam Berkuda

Untuk seorang penunggang awal diharuskan untuk menguasai 3 teknik dasar seperti gaya berjalan, yaitu walk, trot  dan canter.

Baca Juga :   Fibonacci

Walk

Walk merupakan teknik dasar untuk menunggang kuda. Walk adalah gaya berkuda yang paling lambat.

Seseorang penunggang dasar diperlukan untuk menguasai teknik berjalan ini.

Trot

Trot merupakan teknik berlari yang lebih cepat daripada walk. Kesulitan dalam berlari lebih besar daripada walk, karena itu perlu bagi penunggang untuk menggerakkan tubuhnya untuk menyesuaikan diri dengan gerakan kuda.

Canter

Di antara ketiganya, canter merupakan teknik berjalan tercepat. Seperti trot, penunggang diharuskan menggerakkan tubuh mereka sesuai dengan gerakan kuda.

Teknik ini lebih sulit karena penunggang harus bisa menyeimbangkan tubuh saat kuda berlari dengan kecepatan tinggi.

Manfaat Olahraga Berkuda

Rasulullah juga mengadakan pacuan kuda jarak jauh maupun dekat. Dari Ibn ‘Umar radhiiyallahu’anhu, mengatakan :

“Rasulullah SAW berlari balapan antara kuda – kuda yang dikuruskan, jadi dia membebaskannya dari lembah Wada’ pada jarak enam atau tujuh mil dan juga mengadakan balap antara kuda – kuda yang tidak dikuruskan (gemuk) dan juga dibebaskan dari lembah Wada sekitar satu mil atau lebih dari masjid Bani Raziq dan Ibnu Umar adalah pemenang lomba. “(HR Bukhari).

Tidak ada larangan bagi seorang wanita untuk menunggang kuda, karena istri Rasulullah juga menunggang kuda atau unta.

Bahkan Rasulullah (saw) menyatakan bahwa biasanya seorang wanita lebih mampu mengendalikan seekor kuda. Karena seorang wanita lebih banyak bertindak dengan perasaan.

Manfaat dari berkuda :

  • Melakukan sunnah nabi, seperti yang dikatakan nabi Muhamaad SAW “ajari anak – anakmu dalam memanah, berenang dan menunggang kuda” (HR. Bukhari Muslim).
  • Dari sudut pandang fisik, langkah – langkah kuda yang membuat penunggang untuk menyesuaikan posisi duduknya sehingga otot – otot panggul dan postural bekerja secara aktif, selain memperkuat bagian tulang belakang.
  • Dalam kecepatan tinggi, bagian otot paha depan serta otot paha belakang juga akan lebih aktif.
  • Mengendarai kuda akan merangsang organ dalam, seperti saat berjalan.
  • Ini akan menjaga fungsi hati dan pencernaan tubuh. Saat berkuda, kita akan membakar kalori sekitar 5 kal / menit.
  • Meningkatkan kecepatan dan durasi berkuda akan meningkatkan intensitas latihan sehingga dapat membakar lebih banyak kalori.
  • Ketika anda mengendarai untuk pertama kalinya, biasanya terasa seperti sebuah tantangan.
  • Kami belajar dari awal bagaimana kami harus duduk, bersikap, memegang tali dan sebagainya.
  • Ini akan membuat kita fokus pada kegiatan dan sangat baik untuk membuat kita melupakan beberapa masalah.
  • Ketika kita mulai mengendarai dengan baik, kita akan belajar lagi bagaimana menunjukkan lebih banyak kemampuan.
  • Tidak hanya dalam hal mengendalikan dan mengendarai kuda, olahraga ini juga membuat kita memiliki teman baru, yaitu kuda itu sendiri.
  • Secara mental, penunggang kuda cenderung mengendalikan diri sebanyak yang mereka bisa mengendalikan kuda yang mereka tunggangi, serta rajin merawat kuda dan diri mereka sendiri.
  • Pembelajaran terus menerus yang dilakukan oleh para penunggang kuda akan membuat otak berfungsi dan ini bisa menjadi peluang untuk sukses dalam hidup.

Baca Juga : Olahraga Surfing

Cara Merawat Kuda

Memelihara kuda membutuhkan banyak ketekunan dan anda perlu memperhatikan hal – hal dasar yang sangat penting, seperti kesehatan, kebersihan, makanan, perkandangan dan perlakuan.

Kesehatan

Program kesehatan kuda termasuk langkah – langkah dalam pencegahan penyakit, pemberian obat cacing dan pertolongan pertama.

Salah satu gejala pertama dari masalah apa pun biasanya nafsu makan rendah atau bahkan tidak makan sama sekali.

Seekor kuda yang sehat hampir selalu lapar dan ingin makan, kuda yang baik dapat dilihat dari bulu yang mengkilap, lembut dan halus.

Baca Juga :   Arti Mimpi Pesta

Ketika kulit dicubit dan kemudian dilepaskan, ia akan kembali dengan cepat dan mudah kembali ke posisi semula.

Kebersihan

Kebersihan kuda termasuk membersihkan kandang dan tubuh kuda. Kandang harus dibersihkan setidaknya dua kali sehari untuk menghindari akumulasi kotoran kuda di kandang.

Alas kandang yang sudah lembab atau basah harus segera diganti sehingga tidak menjadi sumber bakteri.

Alas kandang yang paling banyak digunakan adalah serbuk gergaji, pasir, jerami atau spons.

Kuda tidak bisa membersihkan tubuh mereka sendiri, oleh karena itu grooming dilakukan setidaknya sekali sehari, menggosok tubuh kuda dengan sikat khusus yang dirancang untuk merontokkan bulu tua dan menghilangkan debu dari tubuh kuda. Grooming juga membantu sirkulasi darah dan getah bening.

Pakan

Frekuensi pakan kuda yang dipelihara berkisar dari tiga hingga lima kali sehari dengan beragam formulasi pakan.

Pakan kuda bisa berupa rumput, jerami, konsentrat, biji – bijian, serta vitamin dan mineral tambahan.

Air minum di kandang kuda harus selalu tersedia dan dalam kondisi bersih. Air minum yang tidak habis harus dibuang dan diganti setiap hari.

Perkandangan

Ukuran kandang harus disesuaikan dengan ukuran kuda, kandang terlalu kecil akan membuat kuda tidak nyaman dan tertekan.

Suhu di kandang juga harus dipertimbangkan agar tidak terlalu panas atau lembab.

Alas kandang harus selalu kering dan bersih dengan dibersihkan setiap hari.

Kandang memberikan kontribusi penting untuk kenyamanan kuda, karena sebagian besar waktu dihabiskan di kandang.

Jenis Olahraga Berkuda

Polo Berkuda

Sejak tahun 525 SM, beberapa negara di Timur Tengah telah mengenal permainan polo kuda. Permainan ini diduga berasal dari Persia.

Di Persia, permainan ini disebut Chaugan, yang terletak di Assam (India), yang dikenal sebagai Manopur.

Sejak 1850, polo kuda telah sangat populer di semua pengusaha perkebunan teh di Assam.

Satuan kavaleri Inggris mengalihkan perhatiannya ke olahraga ini, sehingga resimen Hussar kesepuluh mendemonstrasikannya kepada penduduk kota Hounslow (Inggris).

Olahraga polo berkuda ini kemudian diluncurkan ke Amerika pada tahun 1883, sekarang Argentina adalah negara yang tidak sering tampil dan mengalahkan dalam pertandingan olahraga ini.

Tujuan permainan ini adalah untuk menempatkan bola di gawang tim musuh menggunakan tongkat kayu, masing – masing tim terdiri dari empat pemain di mana setiap pemain berada di atas kuda.

Gymkhana Berkuda

Gymkhana adalah permainan menunggang kuda, yang dilakukan oleh remaja.

Pada kecepatan tinggi, penunggang berjuang untuk melewati atau menghindari rintangan (barrel race) atau bermain permainan lain dengan menunggang kuda.

Equestrian (Ketangkasan Berkuda)

Seperti olahraga berkuda lainnya, menunggang kuda adalah olahraga yang melibatkan dua makhluk.

Kuda dan atlet mereka (penunggang / rider) tidak boleh berinteraksi untuk membangun kerjasama dan kasih sayang antara keduanya dan untuk mendisiplinkan dan memperhatikan satu sama lain.

Olahraga berkuda terdiri dari disiplin (cabang) yaitu :

  • Tunggang Serasi.
  • Lompat Rintangan.
  • Trilomba.
  • Endurance.

Nomor – Nomor Dalam Berkuda

Olimpiade 1924 adalah pertama kalinya kompetisi berkuda di bawah naungan FEI.

Ada tiga disiplin dalam olahraga berkuda yang dilombakan di Olimpiade, yaitu:

  • Dressage (tunggang serasi).
  • Show jumping (lompat rintang).
  • Eventing (trilomba).

Nomor Dressage

Dressage adalah disiplin dalam olahraga berkuda, di mana atlet harus mampu mengendalikan kuda untuk melakukan gerakan tertentu.

Dalam dressage kuda dan penunggang harus melakukan serangkaian gerakan yang menerima nilai antara 0 dan 10, seperti pada senam lantai / gymnastics.

Nomor ini cocok untuk penunggang yang suka berkuda dalam keindahan dan fleksibilitas, di mana pengendara akan melatih kudanya untuk manuver gerakan rumit dengan gerakan tangan, kaki atau kecondongan berat badan.

Baca Juga :   Pithecanthropus Soloensis

Nomor Show Jumping

Show jumping (lompat rintang) adalah disiplin di mana kuda dan penunggang harus menyelesaikan lintasan yang telah ditetapkan tanpa menghilangkan rintangan, lintasan dalam show jumping bervariasi dan dapat menyesuaikan tingkat kesulitan lintasan dengan jenis atau level pertandingan . Nomor ini cocok untuk penunggang yang suka beraksi.

Nomor Eventing

Eventing adalah triathlon (trilomba) dalam equestrian yakni pertandingan kombinasi yang tergantung pada pengalaman penunggang di semua nomor berkuda.

Nomor ini cocok untuk penunggang kuda dengan bakat atau kemampuan berbagai nomor.

Nomor Endurance

Endurance adalah kompetisi maraton untuk penunggang, menguji ketahanan fisik kuda dan penunggang melintasi di berbagai permukaan jarak jauh.

Peralatan Dan Perlengkapan Berkuda

Peralatan yang harus dikenal dan juga sebagai penjaga keamanan adalah perlengkapan wajib dari penunggang kuda, termasuk yang berikut ini :

  • Helm pengaman standar atau topi keras.
  • Sepatu bot atau sepatu tunggang.
  • Pelindung dada.
  • Kacamata atau race.
  • Pecut atau cambuk.
  • Celana panjang yang pas sehingga tidak mudah terjepit.

Sementara untuk kudanya sendiri dibutuhkan peralatan seperti berikut :

  1. Saddle atau pelana kuda.
  2. Saddle pad atau alas pelana kuda.
  3. Stirrup atau sanggurdi.
  4. Adjustable stirrup straps atau tali sanggurdi.
  5. Girth atau tali perut/amben.
  6. Head bridle/sarungan kepala.
  7. Bite atau kendali besi.
  8. Reins atau tali kekang.
  9. Martingal vertikal dan martingal horizontal, alat ini dipakai untuk mengendalikan kuda.
  10. Lead rope atau tali untuk tuntunan kuda.

Semua peralatan dibuat khusus dan disesuaikan dengan kebutuhan penunggang dan kudanya, karena untuk kuda pacu kebutuhan akan berbeda dari kuda biasa, bahkan dengan melatih kuda.

Ukuran Lapangan Pacuan Kuda

Gambar Olahraga Berkuda
Gambar Olahraga Berkuda

Panjang lintasan adalah minimum 150 m dan maksimum 1.200 m. Area arena standar internasional adalah 90 x 35 meter, dengan dasaralas / ground pasir atau rumput.

Sistem Peraturan Kompetisi Berkuda

Ada tiga hal yang dinilai dalam kompetisi berkuda, walk, trot dan canter. Sistem pertandingan dalam pacuan kuda mengharuskan kuda masuk lima besar untuk melanjutkan ke tingkat berikutnya.

Tingkatan tersebut adalah :

  1. Maiden race (balapan untuk pemula).
  2. Class D Race.
  3. Class C Race.
  4. Class B Race.
  5. Class A Race .
  6. Grade II Race.
  7. Grade III Race.
  8. Grade I Race (grade tertinggi dalam pacuan kuda.
    1. Pada grade 1 race, pesertanya minimal telahm asuk grade III.
    2. Grade I dibagi menjadi 2, yaitu kuda lokal dan untuk internasional).

Sistem grade ini menyebabkan seekor kuda yang tidak memenuhi syarat di kelasnya turun ke kelas di bawahnya.

Batasnya hanya untuk balap kelas D, sementara mereka yang gagal masuk lima besar akan tetap berada di kelas mereka. Namun, untuk kuda yang sangat bagus.

Usia partisipasi dalam kompetisi Flat Race (untuk Jumping Race tinggal ditambah 1 tahun) adalah sebagai berikut :

  • 2 tahun (mulai berpartisipasi dalam lomba Maiden dan mengikuti Grade I race khusus untuk pemula).
  • 3 tahun (untuk kuda 2 tahun yang sukses, mereka dapat memasuki kejuaraan 3 Grade 1 Rae).
  • 4 tahun (ini adalah masa transisi, kuda harus bertarung lebih tua darinya.
  • Rata – rata, kuda berusia 4 tahun kalah dari tangan kuda berusia 5 tahun yang lebih mahir, baik dalam kapasitas maupun usia).
  • 5 tahun (periode emas untuk kuda pacuan).
  • 6 tahun (penurunan biasanya terjadi ketika kuda yang menang pensiun dan mulai berkembang biak).
  • Secara umum, kuda dapat berpartisipasi dalam lomba sampai mereka berusia 8 tahun.

Demikianlah yang dapat quipper.co.id sampaikan. Semoga ulasan diatas dapat bermanfaat dan membantu rekan – rekan semua ya!

Terimakasih sudah membaca pembahasan materi makalah tentang olahraga berkuda.