Sendi atau Persambungan Pada Kerangka

Posted on

Sendi atau Persambungan Pada Kerangka ini termasuk hal penting untuk dipelajari. Karena kita tahu bahwa tubuh kita ini terdiri dari sendi – sendi yang sangat banyak.

Oleh karena itulah pada kesempatan ini quipper.co.id ingin mengulasnya untuk anda semua. Simaklah artikel yang akan kami sajikan ini sampai selesai ya.

Karena kami akan membahas mulai dari pengertiannya sendi, jenis – jenis sendi dan juga macam – macam gerakan sendiri.

Jadi anda akan mempelajari begitu banyak materi persendian dalam satu artikel, langsung saja kalau begitu mulailah membaca!

Pengertian Sendi atau Persambungan

Persambungan Pada Kerangka
Persambungan Pada Kerangka

Persambungan, sendi / artikulasio adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk pertemuan antara 2 atau beberapa tulang kerangka.

Ilmu mempelajari persendian disebut artologi. Terdapat tiga jenis sendi utama : sendi yang fibrus, sendi pada tulang rawan, dan sendi sinovial.

Sendi dapat juga diklasifikasikan menurut kemungkinan geraknya : tak bergerak, sedikit bergerak, dan bergerak luas. Untuk sendi tak bergerak yang khas adalah sutura tengkorak.

Jenis – Jenis Sendi Utama

Sendi Fibrus

Sendi fibrus / sinartroses ialah sendi tak dapat bergerak / merekat ikat, maka tidak ada gerakan di antara tulangnya. Sutura atau sela antara tulang pipih tengkorak yang menyatukan tulang frontal dan parietal.

Baca Juga :   Fungsi Sentromer

Macam – Macam Gerakan Sendi

Gerak – gerik yang terjadi pada sendi – sendi kerangka dapat dibagi dalam tiga kelompok utama, yaitu :

Gerakan Luncur

Tempat 2 permukaan ceper bergerak bergeseran, seperti gerakan antara tulang – tulang karpal dan tarsal.

Gerakan Anguler ( bersudut)

Gerakan bersudut (anguler), yang diterangkan sesuai dengan arah gerakan, misalnya fleksi, lenturan atau pelipatan. Ekstensi (pelurusan atau penguluran), yang terjadi sekitar sebuah sumbu yang terpasang melintang.

Dalam hal sendi mara kaki, istilah dorso – fleksi dan plantor – fleksi digunakan. Aduksi adalah gerakan ke arah medial bada, dan abduksi ke arah menjaduh medial badan, keduanya memutari sumbu yang memanjang dalam arah anteroposterior (dari depan ke belakang).

Gerakan Rotasi

Gerakan rotasi adalah satu tulang bergerak mengitari tulang lain atau di dalam tulang lain, seperti pada sendi putar, misalnya rotasi radius mengelilingi ulna. Hal itu juga terjadi pada bahu dan agak terbatas pada sendi panggul.

Keterangan tambahan :

Sirkumduksi adalah istilah untuk melukiskan kombinasi rotasi dan gerakan anguler (bersudut), berputar dalam lingkaran, misalnya membawa lengan ke depan, ke atas, ke belakang, dan ke bawah.

Termasuk fleksi, abduksi, ekstensi, aduksi, dan beberapa rotasi.

Pembatasan gerakan sendi dalam banyak hal disebabkan bentuk permukaan persendian, misalnya pelurusan siku dibatasi proseus olekranon ulna yang membentur pada humerus.

Dalam hal lain gerakan dibatasi simpai – simpai kuat ligamen, seperti dalam ligamen ilio – femoral di depan sendi panggul yang membatasi pelurusan paha.

Fleksi siku dan tungkai di atas paha dibatasi bagian lunak yang tersentuh.

Sendi Anggota Atas

Sendi Anggota Atas
Sendi Anggota Atas

Sendi sterno – klavikuler

Sendi sterno – klavikuler adalah sendi meluncur yang dibentuk ujung besar di sebelah sternum klavikula dan yang bersendi dengan faset untuk klavikula di atas sternum.

Sendi akromio klavikuler

Sendi akromio klavikuler dibentuk ujung luar klavikula bersendi dengan prosesus akromion skapula.

Gerakan dari bahu

Gerakan sedikit meluncur terjadi antara klavikula dan skapula. Peran skapula terhadap dinding dada sebegitu jauh hanya berarti sebagai penambah kebebasan gerak humerus di dalam gelang bahu.

Sendi bahu atau humero – skapuler

Sendi bahu atau humero – skapuler adalah sendi sinovial variasi sendi putar. Kepala humerus berbentuk sepertiga bola, bersendi dalam rongga glenoid skapula.

Rongganya diperdalam sebab terpasangnya lapisan tebal – tulang rawan fibrus yaitu labrum glenoidal. Tulang – tulangnya dipersatukan ligamen yang membentuk kapsul yang sangat longgar.

Tingkat dan pembatasan gerakan di sini sebagian besar tergantung otot – otot yang mengelilinginya dan tekanan atmosfer yang menahan tulang – tulang dalam kedudukannya.

Sedangkan kelonggaran ligamen berupa kapsul memberi kebebasan gerakan ke semua jurusan, abduksi, aduksi, fleksi, ekstensi, rotasi medial dan lateral, dan sirkumduksi.

Sendi siku

Sendi siku adalah sendi engsel, antara permukaan troklear di atas ujung bawah humerus dan lekukan troklear ulna. Semua ini merupakan bagian utama sendi, yaitu sendi humero – ulnaris.

Kepala radius bersendi dengan kapitulum humeri, membentuk sendi humero – radialis dan empat permukaan persendian ini berada di dalam kapsul pesendian.

Baca Juga :   Fungsi Sendi Mati

Dalam gerakan sendi itu radius diangkat ke belakang dan ke depan bersama dengan ulna. Gerakan yang terjadi pada siku adalah fleksi dan ekstensi.

Sudut siku yang dibuat bila siku lurus, lengan bawah, dan tangan dalam supinasi adalah kira – kira 170 derajat dengan lengan atas.

Hal ini disebabkan letak oblik permukaan persendiaan antara humerus dan ulna. Keuntungan sudut yang dibuat ini adalah barang – barang dapat diangkat dan diulurkan dengan baik.

Sendi radio – ulnaris

Sendi radio – ulnaris ini antara radius dan ulna terdapat dua buah sendi yang dapat bergerak, yaitu sendi radio – ulnaris superior dan inferior.

Membran intresosa (antar tulang) membentuk sendi ketiga, yaitu sendi radio – ulnaris tengah. Membran ini juga memisahkan otot – otot yang ada di depan dari yang ada belakangnya lengan bawah.

Gerakan radius

Gerakan radius di atas ulna adalah bebas. Karena kepala radius berotasi di dalam ligamen pembatas sendi radio – ulnaris superior, ujung bawah radius berotasi di atas kepada ulna pada sendi radio – ulnaris inferior dan tangan dibawa serta dalam gerakan pronasi dan supinasi lengan bawah.

Pronasi adalah rotasi radius di atas ulna sampai tapak tangan menghadap ke belakang. Gerakan ini dilaksanakan otot – otot yang disebut pronator dan terletak di depan lengan bawah antara radius dan ulna.

Supinasi adalah gerakan sebaliknya. Kalau memulai dengan lengan bawah dalam pronasi, rotasinya dari dalam ke arah luar dampai radius dan ulna terletak paralel dan tangan terletak dengan tapaknya ke depan.

Supinasi dilaksanakan 2 otot supinator yang di sebelah belakang lengan bawah, antara raius dan ulna, dan juga otot bisep yang berkait ke dalam tuberositas radii.

Gerakan ini perlu kalau memutar masuk sekrup memakai obeng, atau memutar kenop pintu.

Sendi radio – karpal atau pergelangan tangan

Sendi pergelangan tangan atau sendi radio – karpal adalah sendi kondiloid antara ujung bawah radius dan diskus persendian di bawah kepala ulna, yang bersama – sama membentuk permukaan konkaf (cekung) untuk menerima sisi atas skafoid (navikular, lunar, dan tulang – tulang trikuetrum.

Gerakan fleksi, abduksi, dan aduksi terjadi di atas sendi ini.

Sendi Tangan dan Jari

Sendi karpal

Permukaan persendian antara tulang – tulang karpal adalah ceper dan halus. Permukaan ceper ini dengan mudah saling bergeser dan membentuk persendian meluncur antara berbagai tulang itu.

Tulang karpal tersusun berdempetan rapat, sehingga hanya gerakan luncur terbatas yang mungkin, dapat melaksanakan gerakan yang cukup banyak jika tulang bergerak bersama – sama.

Sendi karpo – metakarpal

Sendi karpo – metakarpal adalah sendi meluncur yang terbentuk antara sisi distal baris bawah tulang – tulang karpal setiap tulang dari lima tulang metakarpal.

Sendi karpo – metakarpal ibu jari, yaitu sendi pelana, terbentuk antara basis metakarpal pertama dan trapezium (multangulum mayus).

Sendi intermetalkarpal dibentuk antara basis tulang – tulang metakarpal. Permukaan persendiaan lateral membentuk sendi datar atau sendi meluncur antara tulang – tulang ini.

Sendi metakarpo – falangeal

Sendi metakarpo – falangeal adalah sendi jenis kondiloid. Kepala lima tulang metakarpal ini diterima dalam permukaan persendiaan pada basis falam proksimal.

Gerakan fleksi, ekstensi, abduksi, dan aduksi berlangsung pada sendi – sendi ini.

Sendi interfalangeal

Sendi interfalangeal adalah sendi engsel. Sendi ini terbentuk oleh kepala falang proksimal yang diterima dalam permukaan persendian di atas basis falang distal. Gerakannya adalah fleksi dan ekstensi.

Sendi panggul

Sendi panggul adalah sendi sinovial varietas sendi putar. Kepala femur diterima ke dalam asetabulum tulang koksa. Asetabulum diperdalam kaitan labrum asetabular yang mengelilinginya.

Ligamen ini sebenarnya sebuah penggiran tulang rawan fibrus yang memperdalam dan menambah kemampuan menerima permukaan yang dibentuk asetabulum guna menerima kepala femur.

Baca Juga :   Fungsi Jaringan Ikat

Ligamen kapsuler sendi panggul adalah tebal dan kuat dan membatasi gerakan sendi ke semua jurusan. Ligamennya juga diperkuat secara khusus oleh simpai – simpai dari serabut di dalam beberapa bagian.

Salah satu yang terpenting dari simpai – simpai ini terletak di depan sendi ini yaitu ligamen iliofemoral. Ligamen ini membatasi ekstensi pada sendi, maka dengan demikian membantu mempertahankan sikap tegak tubuh kalau berdiri.

Gerakan yang terjadi pada sendi panggul adalah fleksi, ekstensi, abduksi, aduksi serta rotasi medial dan lateral. Kombinasi semua gerakan ini disebut sirkumduksi.

Sendi lutut

Sendi lutut adalah sendi engsel dengan perubahan dan yang dibentuk kedua kondil femur yang bersendi dengan permukaan superior kondil – kondil tibia.

Patela terletak di atas permukaan pateler yang halus pada femur dan di atas itu patela meluncur sewaktu sendi bergerak.

Patela berada di depan bagian – bagian persendian yang utama, tetapi tidak masuk ke dalam formasi sendi lutut. Struktur interartikuler merupakan beberapa struktur penting berada di dalam sendi lutut.

Tulang rawan semilunaris terletak di atas permukaan persendian yang berupa dataran tinggi tibia guna memperdalamnya untuk penerimaan kondiler femur.

Ligamen bersilang berjalan dari puncak kondil tibial ke arah permukaan kasar di atas takik interkondiloid femur. Ligamen – ligamen ini bertujuan membatasi gerakan sendi lutut dan mengikat tulang – tulangnya bersama dengan lebih kuat.

Ligamen kapsuler sendi lutur sangat tebal dan diperkuat lagi oleh ekspansi (perlebaran) otot – otot dan tendon – tendon yang mengelilingi dan berjalan di atas sendi.

Membran sinovial sendi lutut adalah terbesar dalam tubuh. Selain melapisi struktur sendi, membran itu juga membentang ke atas dan ke bawah sampai di bawah ligamen patela, dan membentuk beberapa bursa (kantong) sekitar sendi.

Tentang gerakan, fleksi, ekstensi, dan rotasi medial yang ringa.

Sendi – sendi tibio – fibuler

Sendi – sendi ini dibentuk antara ujung atas dan ujung bawah kedua tungkai bawah. Batang tulang – tulang itu digabung oleh sebuah ligamen interosa (antartulang), yang membentuk sebuah sendi ketiga antara tulang – tulang ini seperti pada lengan bawah.

Sendi pergelangan kaki

Sendi pergelangan kaki adalah sendi engsel yang dibentuk antara ujung bawah tibia beserta maleolus medialisnya, dan maleolus lateralis fibula, yang bersama – sama membentuk sebuah lubang untuk menerima badan talus.

Kapsul sendi diperkuat ligamen – ligamen penting yang bersangkutan. Ligamen deltoid di sisi medial berjalan dari maleolus medial ke tulang – tulang tarsal yang mendampinginya dan sering mengalami robek yang parah bila pergelangan kaki terkilir.

Gerakan sendi pergelangan kaki adalah fleksi dan ekstensi atau lebih biasa yang disebut dorsi – fleksi dan plantar – fleksi.

Sendi Pada Tapak Kaki

Sendi antara berbagai tulang tarsal adalah sendi luncur. Tulang – tulangnya disatukan ligamen dorsal, plantar, dan interosa. Ligamen interosa yang diletakkan di antara permukaan bawah talus dan permukaan atas kalkaneus adalah tebal dan kuat, serta membuat gili – gili dalam permukaan persendian tulang – tulang ini.

Gerakan sendi

Sedikit gerakan mengayun dilakukan pada sendi talokalkaneus yang mirip aduksi dan abduksi. Sendi antara kepala talus dan navikular dan sendi antara kalkaneus dan kuboid disebut sendi mediotarsal atau sendi subtaloid.

Pada sendi – sendi inilah terjadi gerakan inversi dan eversi. Pada enversi tepi dalam, kaki diangkat ke atas dan telapaknya ditarik ke dalam.

Pada versi tepi samping, kaki diangkat ke atas dan telapaknya agak ditarik ke samping. Gerakan inii sedikit disertai aduksi dan abduksi yang terjadi pada sendi talo – kalkaneus.

Sendi pada taso – metatarsus, metatarso – falang, dan interfalang serupa dengan yang telah diuraikan pada tangan.

Sekian.