Sikap Selektif Terhadap Pengaruh Kemajuan IPTEK

Posted on

Sikap Selektif Terhadap Pengaruh Kemajuan IPTEK. Kenapa kita penting menciptakan sikap selektif kepada kemajuan IPTEK?

Sebab pengaruh dari IPTEK ini sendiri sangat banyak ya untuk negara kita. Lalu bagaimana cara membangun sikap selektif itu?

Anda harus mengenal terlebih dahulu faktor apa saja yang ada pada pengembangan IPTEK tersebut. Untuk lebih jelasnya anda bisa melihat ulasan yang ada pada artikel di bawah ini.

Karena di bawah ini quipper.co.id sudah menyiapkan beberapa penjelasan cara membangun beberapa sikap untuk selektif kepada perkembangannya IPTEK.

Langsung saja ya anda baca artikelnya sampai selesai!

Membangun Sikap Selektif Terhadap Pengaruh Kemajuan IPTEK

Sikap Selektif Terhadap Pengaruh Kemajuan IPTEK
Sikap Selektif Terhadap Pengaruh Kemajuan IPTEK

1. Sikap Tanggung Jawab Pada Pengembangan Iptek

Manusia hidup di dunia tidak terlepas dari kemajuan iptek. Karena dengan iptek, kehidupan manusia akan dapat dipermudah.

Agar tidak menimbulkan masalah atau dampak negatif, maka manusia perlu mempunyai tanggung jawab yang etis di dalam pengembangan serta menerapkan iptek.

Dan bagi bangsa Indonesia sendiri dalam pengembangan serta menerapkan iptek juga perlu landasan, yakni Pancasila juga landasan konstitusionalnya, yaitu UUD NRI Tahun 1945.

Keterikatannya dengan Pancasila apalagi dengan sila Ketuhanan YME, sebenarnya hal tersebut sudah memberikan peringatan terhadap kita bahwa ilmu yang ada di dunia ini berasal dari Tuhan.

Alam semesta merupakan objek untuk kajian ilmu pengetahuan. Contohnya, sejak dulu Tuhan sudah menciptakan benda yang berat, namun bila kurang dari satu jenisnya akan terapung di air.

Prinsip inilah yang kemudian ditemukan manusia. Tuhan YME menciptakan alam semesta ini untuk ketentraman umat manusia.

Dengan menyadari kenyataan ini, maka setiap manusia di Indonesia selayaknya selalu mengingat ajaran serta perintah Tuhan di dalam pengembangan serta penerapan iptek.

Iptek mesti dikembangkan juga diterapkan untuk ketentraman manusia, bukan untuk menyiksa atau mencelakai manusia.

UUD NKRI Tahun 1945 juga memberikan amanat bahwa suatu tujuan nasional, yaitu diantaranya untuk memajukan kesejahteraan serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selain dari pada itu, bumi, air, dan kekayaan alam yang ada dalam kandungnya itu dikuasai oleh negara juga dipergunakan sebesar – besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Untuk itu memanfaatkan, mengembangkan juga menguasai IPTEK itu diarahkan untuk senantiasa meningkatkan kecerdasan manusianya, juga meningkatkan nilai barang juga jasa, kesejahteraan masyarakat dengan pencepatan industrialisasi sebagai bagian pembangunan yang berkelanjutan dan mengindahkan kondisi lingkungan juga kondisi sosial masyarakat.

Dari UUD NKRI Tahun 1945, sudah jelas pengembangan serta pemanfaatan IPTEK ini untuk meningkatkan kecerdasan serta kesejahteraan rakyatnya secara lahir maupun batin.

Semua itu harus mempertimbangkan juga kondisi lingkungan maupun kondisi sosial masyarakat. Artinya pengembangan serta pemanfaatan IPTEK di Indonesia tidak bisa bebas menilai.

Tetapi harus mempertimbangkan juga lingkungan serta nilai – nilai sosial kemasyarakatan serta agama yang ada di Indonesia.

Usaha dari pengembangan serta pemanfaatan IPTEK ini di Indonesia harus mempunyai kearifan juga berpegang kepada prinsip moral.

Sehingga pemanfaatan IPTEK di dalam kegiatan pembangunan tidak akan merusak lingkungan hidup. Akan tetapi, kalau iptek dimanfaatkan tanpa adanya kearifan serta tidak ada pertimbangan moral, maka akan cenderung merusak lingkungan yang lebih besar.

Baca Juga :   Kode Alam Beras 2D 3D 4D Erek Erek dan Buku Primbon

Sebagai contohnya saja dinamit atau bahan peledak lainnya yang dimanfaatkan untuk menangkap ikan. Hal itu pastinya akan mengakibatkan rusak habitat juga lingkungan.

Seseorang yang menggunakan peledak itu jelas hanya semata – mata demi keuntungan pribadi saja, dan tidak didasari akibat baik buruknya tindakan tersebut.

Contoh lainnya nuklir. Energinya besar sekali, sehingga manfaatnya di dalam pembangunan itu sangat penting dan termasuk untuk keperluan bidang kesehatan.

Tetapi kalau nuklir itu jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab, akan dibuat senjata pemusnah, dan sangat mengancam hidup manusia juga lingkungannnya.

Manusia di dalam pengembangan serta penerapan IPTEK telah selayaknya disertai dengan etika juga rasa tanggung jawab.

Etika yang dimaksud dalam hal ini yakni menyangkut pengertian luas, tentang etika keilmuan atau pun etika sosial kemanusiaan juga etika moral.

Menurut Segi Etika Keilmuan

Menurut segi etika keilmuan, pengembangan IPTEK yang berdasarkan metode keilmuan ini menjadi langkah – langkah yang sistematis juga bersifat objektif.

Mempelajari gejala alam dari tujuan bisa mengungkap rahasia alam serta menciptakan peralatan yang bisa mengontrol gejala tersebut dengan hukum alam.

Ilmu dapat saja bebas nilainya, namun di dalam arti yang tanpa pamrih atau tidak memihak. Tetapi dari segi aksiologisnya penerapan serta pemanfaatan hasil IPTEK haruslah mengingat kepada etika moral atau sosial kemanusiaan. 

Menurut Segi Agama

Menurut segi agama, etika atau tujuan pengembangan IPTEK yang secara sistematis ini dapat dibagi menjadi 2, diantaranya :

  • Pertama, membantu manusia untuk dekat dengan Tuhan.

Beberapa penelitian ataupun eksperimen, hakikatnya memahami kebenaran ilmu serta hukum – hukum Tuhan di alam raya ini, orang makin paham dengan alam semesta. Tentunya hal itu karena rasa makin kagum juga yakin akan kebesaran Tuhan.

  • Kedua, membantu manusia menjalankan tugas untuk membangun ciptaan Tuhan.

Dengan IPTEK akan diciptakanlah perangkat yang bisa mempermudah manusia di dalam menjalankan sebuah aktivitas kehidupannya dimuka bumi ini.

Sementara dari itu, berkaitan juga dengan rasa tanggung jawab, karena seseorang haruslah sadar bahwa IPTEK yang dipergunakan itu dapatlah dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Di samping itupun rasa tanggung jawab mengandung arti penting dalam menerapkan IPTEK. Tidak cuma untuk kepentingan pribadi saja, namun semata – mata demi ketentraman orang banyak.

Pengembangan serta pemanfaatan IPTEK yang selalu disertai dengan etika juga rasa tanggung jawab itu akan mendatangkan hikmah. Dan juga akan terhindar dari rusaknnya lingkungan hidup.

2. Sikap Selektif Pada Pengaruh Kemajuan Iptek

Tidak ada negara atau bangsa di dunia ini yang dapat lepas dari pengaruh atas kemajuan iptek. Meski negara tersebut pun dikenal sebagai negara adidaya (negara maju).

Terlebih lagi di Indonesia, baru saja disebut sebagai negara berkembang, jadi akan sangat sulit untuk negara kita mengelak dari pengaruh atau juga implikasi kemajuan iptek.

Akan tetapi, Indonesia juga sebagai bangsa yang besar harus memiliki sikap yang tegas kepada kemajuan IPTEK ini. Adapun tiga alternatif sikap yang dapat diambil oleh bangsa kita di dalam menghadapi kemajuan iptek, antaranya :

  • Pertama, tolak dengan tegas seluruh pengaruh atas kemajuan iptek di semua aspek kehidupan.
  • Kedua, terima sepenuhnya pengaruh tanpa disaring terlebih dulu.
  • Ketiga, sikap selektif kepada pengaruh tersebut, yakni mengambil hal – hal positif dari kemajuan IPTEK serta membuang hal – hal negatifnya.

Dari ketiga alternatif ini, sikap terbaik yang harus kita ambil ialah sikap selektif. Dengan sikap selektif kita bisa mengambil keuntungan atas kemajuan iptek.

Baca Juga :   Nomina

Dan bisa terhindar dari dampak buruknya IPTEK, karena seluruh pengaruh kemajuan IPTEK yang kita terima sudah melalui sebuah proses penyaringan terlebih dulu.

Adapun alat penyaringnya ialah Pancasila. Nilai – nilai Pancasila adalah cerminan dari suatu nilai – nilai budaya bangsa yang bisa diterima oleh seluruh kalangan, sehingga bisa dijadikan benteng yang kukuh dan dpat menghadang pengaruh negatif atas kemajuan IPTEK tersebut.

3. Sikap Selektif Pada Pengaruh Kemajuan Iptek di Bidang Politik

Terdapat 4 hal yang selalu dikedepankan hingga saat ini, terutama di bidang politik, yakni demokratisasi, kebebasan, keterbukaan serta hak asasi manusia.

Keempat hal itu oleh negara – negara adidaya seperti Amerika Serikat dan sekutunya dijadikan standar ataupun acuan untuk negara – negara lainnya yang tergolong menjadi negara berkembang.

Acuan tersebutpun dibuat berdasarkan atas kepentingan negara adidaya, bahkan juga tidak berdasarkan atas kondisi negara bersangkutan.

Apabila suatu negara tidak mengedepankan 4 hal tersebut, maka akan dianggap sebagai musuh bersama. Selain itupun sering dianggap sebagai teroris dunia juga akan diberikan sanksi yaitu berupa embargo di dalam segala hal yang dapat menyebabkan timbulnya kesengsaraan, kelaparan, konflik dll.

Contohnya :

Indonesia dulu diembargo Amerika Serikat, yakni tidak memberikan suku cadang untuk pesawat F-16 juga bantuan untuk militer lainnya, sebab di waktu itu, Indonesia sedang dituduh tidak demokratis serta melanggar ham.

Sanksi tersebutpun hanya diberlakukan untuk negara – negara yang tidak menjadi sekutu dari Amerika Serikat. Sementara sekutunya akan tetap dibiarkan walaupun melakukan pelanggaran.

Seperti Israel yang membunuh banyak rakyat Palestina serta menyerang Lebanon, tetap saja direstui tindakannya oleh Amerika Serikat.

Di sisi lain juga isu demokratisasi yang saat ini menjadi acuan yang utama bagi eksistensi sebuah negara, sebenarnya secara tidak langsung sudah menutup mata terhadap apa yang benar juga apa yang salah.

Segala peristiwa selalu dikaitkan oleh demokratisasi. Namun, demokratisasi yang diusung ialah demokrasi yang dikehendaki oleh negara – negara adidaya yang dipergunakan dalam menekan negara – negara berkembang yang tidak termasuk sekutunya.

Akibatnya, selalu saja terjadi konflik yang pada akhirnya mengarah kepertikaian antarnegara. Permasalahan di ataspun dapat ditaati oleh Indonesia bila menganut paham demokrasi Pancasila.

Melalui paham inilah terciptanya pemerintahan yang kuat, mandiri serta tahan uji dan mampu mengelola konflik kepentingan yang bisa menghancurkan persatuan serta kesatuan bangsa Indonesia yang pluralistik.

Apa lagi hal tersebut pun dapat memperteguh wawasan bagi kebangsaannya lewat Bhinneka Tunggal Ika. Bangsa Indonesia wajib menunjukkan eksistensinya sebagai sebuah negara yang kuat serta mandiri.

Tetapi tetap tidak meninggalkan kemitraan maupun kerjasama dengan negara – negara lainnya di dalam hubungan yang saling seimbang, diantaranya :

  • Mengembangkan demokratisasi disegala bidang.
  • Mengaktifkan masyarakat sipil di arena politik.
  • Mengadakan reformasi lembaga – lembaga politik dalam menjalankan fungsi serta peranannya dengan baik dan benar.
  • Memperkuat kepercayaan rakyat secara menegakkan pemerintahan bersih dan berwibawa.
  • Menegakkan supremasi hukum.
  • Memperkuat posisi Indonesia di kancah politik internasional.

4. Sikap Selektif terhadap Pengaruh Kemajuan Iptek di Bidang Ekonomi

Sebelum menyentuh bidang politik, kemajuan IPTEK lebih dulu terjadi di bidang ekonomi dengan berkembangnya proses globalisasi ekonomi.

Sejak liberalisasi ekonomi digulirkan oleh Adam Smith di abad ke-15, maka melahirkan perusahaan – perusahaan multinasional yang melakukan perdagangan ke berbagai negara.

Mulai abad ke 20 juga paham liberal sudah kembali banyak dianut oleh negara – negara di dunia, terutama negara maju.

Baca Juga :   Kode Alam Awan Putih

Hal ini membuat globalisasi ekonomi menjadi semakin cepat perluasan jangkauannya ke seluruh tingkatan negara, mulai negara maju hingga negara berkembang seperti Indonesia.

Kenyataan, globalisasi ekonomi ini lebih dikendalikan oleh negara – negara maju. Sementara negara – negara berkembang kurang diberi ruang serta kesempatan untuk memperkuat ekonominya.

Negara – negara berkembang seperti Indonesia lebih sering dijadikan objek yang bertugas melaksanakan keinginan -keinginan negara maju.

Keberadaan lembaga – lembaga ekonomi dunia IMF (International Monetary Fund), Bank Dunia (World Bank) juga WTO (World Trade Organization) belum sepenuhnya memihak kepada kepentingan negara – negara berkembang.

Jadi negara – negara berkembang hanyalah mendapat sedikit manfaat. Hal tersebut juga dikarenakan ketiga lembaga itu selama ini selalu berada di bawah pengawasan pemerintahan negara – negara maju.

Akibatnya, seluruh kebijakan selalu saja memihak kepentingan – kepentingan negara maju.

Sistem ekonomi kerakyatan menjadi senjata ampuh untuk bisa melumpuhkan pengaruh negatif dari kemajuan IPTEK serta memperkuat kemandirian suatu bangsa dalam semua hal.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kita perlu segera mewujudkan hal – hal di bawah ini :

1.Sistem ekonomi yang dikembangkan untuk memperkuat :

Produksi Info Kewarganegaraan domestik sebagai pasar dalam Sikap selektif kepada dampak negeri sampai memperkuat kemajuanIPTEK yang bisa dipertegas oleh perekonomian rakyat.

2.Pertanian dijadikan sebuah prioritas daya saing kepada dunia, terutama :

Karena penduduk internasional yang mayoritas berkegiatan atau mencari mata pencaharian di Indonesia. Antara lain :

  • Petani meningkatkan kualitas.
  • Industri – industri haruslah sdm yang menggunakan bahan baku dari Indonesia, contohnya tingkatkan dalam negeri, sehingga pendidikannya bisa sederajat dan tidak bergantung impor dari luar negeri.
  • Diadakan perekonomian yang kesejahteraannya. berorientasi pada kesejahteraan

3.Meningkatkan komoditas rakyat, yang artinya :

Segala sesuatu ekonomi yang bermutu dan menguasai hajat hidup orang banyak. Jadi jumlah pasokannya haruslah banyak dan juga murah, sebab harga bersaing.

4.Perbaikan perangkat hukum.

5.Tidak bergantung terhadap badan yang mengabdi kepada badan multilateral seperti :

Kepentingan nasional di dalam IMF, Bank Dunia maupun WTO.

6.Mempererat kerja sama dan harus melindungi kepentingan sesama negara berkembang, yakni untuk :

Bangsa dan negara bukanlah bersama – sama mengahadapi kepentingan asing atau kepentingan negara – negara maju saja.

5. Sikap Selektif Terhadap Kemajuan IPTEK di Bidang Sosial Budaya

Menurut bidang sosial budaya, kemajuan IPTEK sudah membawakan pengaruh terhadap perilaku yang ditampilkan oleh masyarakatnya.

Pengaruh tersebut ialah untuk gaya hidup, gaya pakaian, juga ikatan bermasyarakat sehingga mudah mendapatkan informasi juga ilmu pengetahuan.

Empat hal yang sudah disebutkan tadi cenderung memberikan pengaruh yang negatif. Oleh sebab itu, kita harus membentengi diri dengan nilai – nilai yang selama ini sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, yakni nilai – nilai Pancasila.

Adapun pengaruh yang cenderung memberikan keuntungan untuk bangsa kita ini ialah perlunya mengadopsi hal tersebut, sehingga tidak mengabaikan nilai – nilai jati diri bangsa kita.

Kemajuan IPTEK juga ditandai dengan adanya kemajuan atas ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal tersebut bersifat positif serta dapat diserap ke budaya kehidupan sehari – hari, maka perlunya kita mengusahakan perubahan nilai juga prilaku, yang diantaranya :

  • Terbuka kepada inovasi atau perubahan.
  • Berorientasi kepada masa depan dari pada masa lalu.
  • Dapat memanfaatkan IPTEK.
  • Menghargai pekerjaan dengan prestasi.
  • Menggunakan potensi lingkungan dengan tepat dalam pembangunan berkelanjutan.
  • Menghargai serta menghormati hak – hak asasi manusia.

Sekian.