Teknik Dasar Wall Climbing

Posted on

Teknik Dasar Wall Climbing – Hallo sahabat semua! Pada perjumpaan kali ini quipper.co.id akan menyampaikan pembahasan materi makalah tentang teknik dasar wall climbing.

Namun pada perjumpaan sebelumnya, yang mana kami juga telah menyampaikan materi makalah tentang Teknik Memanah. Yuk langsung kita simak pembahasan di bawah ini.

Pengertian Wall Climbing

Teknik Dasar Wall Climbing
Teknik Dasar Wall Climbing

Wall climbing merupakan jenis olahraga ekstrem yang memanjat dinding buatan berbentuk seperti tebing lengkap dengan batu buatan untuk memegang tangan dan kaki.

Olahraga ini merupakan salah satu cabang dari olahraga panjat tebing, tetapi perbedaannya wall climbing dilakukan di dalam ruangan.

Jika dibandingkan dengan panjat tebing, wall climbing masih dianggap lebih aman, karena lingkungan yang dapat diatur berbeda dengan panjat tebing, yang juga harus memperhatikan kondisi alam dan cuaca di sekitarnya.

Teknik Dasar Wall Climbing

Wall climbing atau panjat tebing adalah kegiatan ekstrem yang mungkin memerlukan berbagai persiapan fisik.

Berikut adalah beberapa teknik wall climbing, sebagai berikut :

Hooking

Ada 2 tipe dasar hooking, yaitu heel hook dan toe hooks baik dengan kelebihannya sendiri, mengangkat tubuh dengan kaki dan mengurangi beban pada area tangan.

Untuk teknik heel hooks, letakkan tumit anda diatas pegangan yang biasanya sejajar dengan tubuh bagian atas.

Adapun teknik toe hooks, berguna untuk menjaga tubuh sejajar dengan dinding atas di area yang menjorok.

Untuk teknik toe hooks, letakkan kaki anda di dekat sudut di atas posisi undercling sehingga anda memerlukan latihan kaki, seperti latihan pergelangan kaki perenang atau olahraga lainnya.

Face Climbing

Face climbing merupakan teknik wall clmbing pada permukaan tebing, di mana yang terdapat tonjolan atau rongga untuk pegangan tangan dan pijakan kaki.

Pendaki pemula umumnya lebih mentikberatkan pada pegangan tangan dan pada dinding, yang merupakan kebiasaan yang salah.

Tangan manusia tidak cukup kuat untuk menopang berat tubuh dibandingkan dengan kaki, jadi jika anda menopang berat badan dengan tangan anda akan merasa lebih lelah untuk menjaga keseimbangan dan risiko tergelincir.

Baca Juga :   Arti Mimpi Tentang Gajah

Sementara itu, untuk memperkuat daya tahan saat wall climbng, anda bisa melakukan pose yoga untuk atlet angkat besi dan beberapa pose yoga lainnya.

Slab Climbing 

Ini adalah teknik yang hanya menggunakan gesekan sebagai penopang yang direalisasikan pada permukaan dinding, tidak terlalu vertikal dan kekasaran cukup untuk menghasilkan gaya gesekan.

Gaya gesek terbesar diperoleh dengan membebani bidang gesekan sebanyak mungkin dengan bidang normal.

Sol sepatu yang baik dan beban maksimum di atas kekakuan memberikan gaya gesekan yang jauh lebih baik, oleh karena itu, harus dipilih juga pilihan sepatu lari.

Jamming

Jamming adalah teknik untuk memanjat celah vertikal yang tidak terlalu besar dengan memasukkan jari tangan, jari kaki, atau tangan ke dalam celah, sehingga membentuk seperti pasak.

Chimmneying

Chimmneying dikenal sebagai teknik di mana kita perlu memanjat celah vertikal cukup lebar dan secara otomatis tubuh kita harus dimasukkan di antara celah dan bagian belakang dinding atau sisi tebing.

Salah satu kaki terpasang dan kedua tangan membantu menarik tubuh bersama – sama dengan keduanya, yang juga mendorong tubuh dan mempertahankan berat badan, sehingga tubuh bagian bawah pemain hoki juga dapat dilakukan untuk lebih memperkuat kaki.

Bridging

Bridging merupakan teknik memanjat dicelah vertikal cuku besar atau gullies, menggunakan tangan dan kaki untuk memegang dua celah.

Sedangkan untuk posisi tubuh dan kaki terbuka, penyangga akan dibantu oleh tangan yang juga berguna untuk menjaga keseimbangan.

Lay Back

Lay back adalah teknik memanjat dalam celah vertikal menggunakan tangan dan kaki anda.

Dalam teknik ini, jari – jari kaki kita harus melekat pada tepi celah, dengan punggung dimiringkan untuk menempatkan kedua kaki di tepi berlawanan celah.

Sedangkan untuk tangan, tarik ke belakang dan dorong kaki anda ke depan lalu naik secara bergantian.

Crimper

Crimper adalah teknik pegangan pada tonjolan horizontal yang cukup hanya untuk menempatkan ujung jari saja.

Teknik pegangan ini disukai oleh pendaki profesional dan selalu melatih keterampilan terbaik mereka.

Baca Juga :   Arti Mimpi Mengendarai Mobil

Namun, pegangan ini tidak cocok untuk pendaki baru, karena dapat menyebabkan tendonitis, yang juga merupakan jenis cedera saat berlari, yaitu pembengkakan pada tendon di area jari.

Hand Traverse

Ini adalah teknik memanjat pada dinding horizontal yang dapat dilakukan jika pegangan ideal sangat kecil dan tidak mungkin untuk memanjat secara vertikal.

Teknik ini sangat rentan dan menggunakan banyak energi, karena seluruh tubuh tergantung pada tangan, yang juga bisa ditopang oleh pijakan kaki, sehingga berat badan bisa terbagi secara merata.

Mantelself

Mantelself ini adalah metode pendakian lain yang perlu dilakukan di tonjolan kecil atau teras, di mana posisinya memang agak tinggi, tetapi masih cukup besar untuk tempat berdiri berikutnya.

Kedua tangan digunakan dalam teknik ini untuk menarik berat badan dibantu oleh pergelangan kaki.

Jika tonjolan setinggi paha atau dada, posisi tangan akan berubah dari mekanik ke ditekan, sehingga dapat mengangkat berat badan yang dibantu oleh dorongan di kaki.

Undercling

Teknik undercling dilakukan ketika menghadapi genggaman tangan terbalik, memegang terbalik dan menarik tubuh keluar, maka kaki akan mendorong tubuh ke atasr kearah luar.

Antara dorongan kaki dan tangan berlawanan arah, sehingga bisa menyebabkan gerakan ke atas.

Untuk melakukan ini, teknik yang mendasarinya membutuhkan pernapasan yang baik yang dapat dilakukan dengan belajar bernapas saat berlari.

Teknik Pijakan

Dalam wall climbing ada 4 jenis teknik pijakan seperti :

  • Friction step : Tempatkan kaki anda di permukaan dinding menggunakan bagian bawah sepatu atau sol dan andalkan gesekan darisepatu karet.
  • Edging : Gunakan bagian luar kaki atau sepatu di mana tepi normal digunakan pada kaki kiri.
  • Smearing : Teknik berdiri di pijakan tebing
  • Heel hooking : Suatu teknik yang digunakan untuk menggantung atau mencapai kaki yang sulit, sehingga kaki menggantikan peran tangan.

Teknik Pegangan

Untuk teknik pegangan dalam wall climbing atau rock climbing itu terdiri dari 6 jenis yaitu :

  • Open grip : Pegangan biasa yang tergantung pada tonjolan tebing yang datar dan lebar.
  • Cling grip I : Hampir sama dengan teknik open grip , tetapi pegangan kurang dan mirip dengan pinch.
  • Cling grip II : Hampir sama dengan cling grip I, yang menambahkannya dengan ibu jari yang digunakan untuk memegang kekuatan tangan.
  • Vertikal grip : Teknik pegangan vertikal yang menggunakan berat badan untuk menarik ke bawah.
  • Pinch grip : Teknik pegangan yang digunakan untuk memegang tonjolan tebing berbentuk seperti pinch atau mencubit.
Baca Juga :   Saran Dalam Makalah

Diagonal Movement

Ini adalah teknik gerakan yang paling mendasar, yaitu tangan kanan sebagai kepalan dan kaki sebagai tumpuan dan sebaliknya, sehingga gerakan secara otomatis seimbang dan ringan untuk mengangkat tubuh.

Pararel Movement

Ini adalah teknik 3 tumpuan dan 1 mencari yang merupakan salah satu kaki atau lengan yang mencari pijakan sehingga tiga lainnya berada dalam hand hold atau point dna sebagai penumpu berat tubuh.

Baca juga : Olahraga Dayung

Manfaat Wall Climbing

Setiap olahraga pasti memiliki manfaat yang tidak biasa bagi tubuh, sehingga dalam melakukannya, peserta tidak perlu khawatir tidak mendapatkan manfaatnya.

Manfaat olahraga wall climbing adalah sebagai berikut :

  • Berguna untuk berlatih koordinasi gerakan tubuh dan menghasilkan refleks dalam aktivitas berat
  • Berguna untuk berolahraga keberanian saat bermain olahraga lain.
  • Berguna untuk berhati – hati dalam semua kegiatan berdasarkan penggunaan fisik olahraga.
  • Berguna untuk melatih kesiapan dan menjaga jenis rintangan terlebih dahulu.
  • Berguna untuk melatih otot tangan atau kaki.

Persiapan Wall Climbing

Dalam hal ini, lebih baik bagi peserta yang suka mendaki yang harus di perhatikan adalah persiapan perlengkapan untuk melakukan olahraga ini.

Berikut merupakan perlengkapan dalam olahraga panjat tebing ialah :

  • Sepatu yang merupakan kunci dalam pendakian.
  • Kenakan sepatu climbing yang lembut.
  • Kenakan kaus kaki tipis.
  • Dan alat – alat lain yang harus dibutuhkan.

Baca juga : Tenis Lapangan

Wall climbing artinya?

Artinya adalah panjat tebing hanya saja wall climbing lebih modern sebab tebingnya berupa dinding buatan.

Harga wall climbing?

Harganya berkisar diangka ratusan juta rupiah, kurang lebihnya 250jtan.

Rock climbing?

Hampir sama dengan wall climbing, karena sama – sama memanjat, hanya saja rock climbing ialah memanjat tebing.

Demikianlah yang dapat quipper.co.id sampaikan. Semoga ulasan diatas dapat bermanfaat dan membantu rekan – rekan semua ya!

Terimakasih sudah membaca pembahasan materi makalah tentang teknik dasar wall climbing.