Alkana

Posted on

Alkana – Nah kali ini quipper.co.id akan menyampaikan secara detail materi makalah tentang alkana. Namun diperjumpaan sebelumnya quipper.co.id juga telah menyampaikan materi makalah tentang Impuls. Baiklah untuk melengkapi apa yang menjadi tema pembahasan kali ini, yuk langsung aja kita simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Alkana

Alkana
Alkana

Alkana merupakan suatu senyawa hidrokarbon yang mempunyai ikatan rantai karbon yang tunggal.

Rumus alkana ialah CnH2n+2. Dari unsur metana ke unsur etana mempunyai perbedaan CH2, dan begitu selanjutnya.

Deret dalam senyawa pada karbon dengan memiliki gugus fungsi sama dengan selisih sama yakni CH2 disebut dengan deret homolog.

Alkana atau parafin ialah merupakan unsur senyawa kimia pada hidrokarbon jenuh asiklis.

Alkana salah satu yang termasuk golongan senyawa pada unsur Alifatik atau sering disebut menggunakan kata lain nya.

Alkana ialah suatu rantai pada karbon panjang dengan ikatan dari kata tunggal.

Sifat – Sifat Senyawa Alkana

A. Pada suhu dalam kamar C1-C4 yang berwujud gas, C5-C17 berwujud cair dan di atas suhu 17 berwujud padat

B. Semakin bertambah jumlah yang ada pada atom C maka Mr ikut bertambah dan dapat mengakibat kan titik mendidih dan titik meleleh maka semakin tinggi.

Alkana pada rantai lurus memiliki titik didih yang lebih tinggi di banding alkana rantai bercabang dengan memiliki jumlah atom C.

Semakin banyak cabang, titik didih maka makin rendah.

Alkana
Alkaana

C. Alkana mudah larut dalam pelarut pada unsur organik namun susah latur dalam air.

Baca Juga :   Perpindahan Panas (Kalor)

D. Oksidasi atau pembakaran pada alkaana bersifat eksotermik atau menghasi lkan kalor.

Pembakaran pada akana dapat berlangsung dengan sempurna dan tidak sempurna.

Pembakaran sempurna dapat menghasilkan gas CO2 sedangkan bila pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan gas CO.

Reaksi pembakaran yang sempurna pada alkanaa, ialah :

CH4(g)+2 O2(g)==> CO2(g)+2 H2O(g)+E

Reaksi pembakaran yang tak sempurna alkana, ialah :

2 CH4(g)+3 O2(g)==>CO(g)+4 H2O(g)+E

E. Alkan dapat bereaksi pada saat substitusi dengan menggunakan halogen. Reaksi substitusi merupakan reaksi penggantian atom atau gugus atom dengan atom atau gugus atom yang lain nya.

CH4(g)+Cl2(g) ==>CH3Cl(g)+HCl(g)

F. Senyawa pada alkaana pada rantai panjang dapat mengalami proses reaksi secara eliminasi.

Reaksi pada Eliminasi merupakan reaksi penghilangan pada atom atau gugus atom untuk dapat menghasilkan senyawa pada karbon yang lebih sederhana.

Misalnya pada reaksi eliminasi termal minyak bumi dan gas alam.

Kegunaan Alkana

  1. Metana, dapat digunakan sebagai salah satu bahan bakar untuk pembuatan zat kimia seperti H2 dan H3 dan untuk memasak .
  2. Etana, dapat digunakan untuk sebagai bahan bakar memasak dan digunakan sebagai Refrigerant pada dalam sistem pendinginan dan memakai dua tahap untuk suhu terendah.
  3. Propana, dapat digunakan sebagai suatu komponen utama gas elpiji dalam memasak dan bahan baku senyawa pada organik.
  4. Butana, sering di gunakan sebagai keperluan untuk bahan bakar kendaraan bermotor dan bahan baku karet sintetis.
  5. Oktana, dapat di gunakan sebagai komponen utama bahan kendaraan , seperti bensin dan lainnya.

Tata Nama Senyawa Alkana (IUPAC)

Alkana
Alkanaa

Penamaan alkan dalam mengikuti sistem IUPAC, merupakan sistem tata nama yang berdasarkan pada gagasan bahwa struktur suatu senyawa organik dapat di gunakan untuk menurun kan nama dan sebalik nya, bahwa suatu struktur yang unik dapat digambar untuk setiap nama.

Baca Juga :   Manfaat Tembaga Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dasar sistem pada IUPAC yaitu akana menggunakan rantai lurus.

Alkana Siklis (Rantai Tertutup)

Alkana rantai siklis ( tertutup ) diberi nama menurut banyak nya atom pada karbon yang berada di dalam cincin, dengan penambahan awalan siklus.

Alkana Bercabang (Memiliki Rantai Samping)

Senyawa alkan terkadang berkaitan dengan unsur yang lain pada salah satu atau beberapa atom karbon.

Unsur lain dalam rantai alkan tersebut biasa di beri nama substituen. Jenis substituen alkanaa yang sering kita dijumpai yaitu gugus alkil.

Gugus alkil merupakan alkana yang kehilangan 1 atom H. Penamaan nya sama dengan akana, hanya akhiran nya diubah menjadi -il.

Rumus pada umum nya ialah CnH2n+2

Dibawah ini ialah tabel deret Alkil :

Alkana
Alkanaa

Jika alkan mempunyai arti rantai bercabang maka penamaan nya mengikuti aturan seperti dibawah ini :

  • Rantai terpanjang ialah rantai utama.
  • Rantai utama dapat di beri nomor mulai dari ujung rantai yang mempunyai substituen.
  • Urutan penulisan nama : nomor cabang, nama cabang, nama akana, rantai utama.
  • Jika terdapat gugus metil pada atom C memiliki nomor 2, nama alkana di beri awalan iso.
  • Jika alkan memmpunyai cabang yang sama lebih dari satu, nama cabang dapat di gabung dengan menjadi satu dan di beri awalan pada (jumlah cabang ada dua), tri (jumlah cabang ada 3), tetra (jumlah cabang ada empat).
  • Jika alkanaa mempunyai cabang yang berbeda – beda, penulisan nama di urutkan dengan berdasarkan urutan abjad.

Berikut dibawah ini adalah contoh alkana rantai bercabang :

Alkana rantai lurus (tidak bercabang)
Alkaana rantai lurus dapat diberi nama sesuai dengan jumlah atom yang ada pada karbon nya sebagaimana tercantum dalam tabel yang berada di atas.

Baca Juga :   Hukum Boyle

Terkadang di tambahkan normal (n) di depan nama akana.

Contoh :

  • CH3 – CH2 – CH2 – CH3 n – butana
  • CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3 n – pentana

Nah itulah yang bisa quipper.co.id sampaikan mengenai materi makalah alkana, semoga apa yang telah disampaikan diatas dapat bermanfaat untuk sahabat sekalian.

Baca Juga :