Fungsi Nodus Ranvier

Posted on

Fungsi Nodus RanvierNodus Ranvier Ialah merupakan bagian atau titik pada akson yang tidak terbungkus dari selubung mielin dan nodus ranvier ini mempunyai diameter sekitar satu mikrometer.

Pada kesempatan kali ini quipper.co.id akan membahas tentang fungsi dari nodus ranvier mari kita simak yuk pembahasannya dibawah ini.

Fungsi Nodus Ranvier
Fungsi Nodus Ranvier

Pengertian Nodus Ranvier

Nodus Ranvier ini ialah merupakan bagian maupun titik yang terdapat pada akson dan tidak terbungkus dengan selubung mielin dan nodus ranvier ini hanya mempunyai diameter sekitar satu mikrometer saja.

Dan nodus ranvier ini fungsinya untuk mempercepat impuls saraf, sedangkan pada selubung mielin ini fungsinya ialah sebagai pelindung akson dan untuk membungkusnya.

Namun selubung ini tidak membungkusnya secara keseluruhan dan yang tidak terbungkus itu ialah merupakan dari nodus ranvier.

Sejarah Penemuan Nodus Ranvier

Pada tahun 1867 Louis-Antoine Ranvier ini menjadi asisten dari Claude Bernard setelah ia menjadi asisten Claude Bernard.

Dan pada tahun 1878 Louis Antoine Ranvier inilah yang menemukan nodus atau kesenjangan yang berada didalam selubung mielin.

Baca Juga : Simbiosis Mutualisme

Kemudian penemuaan ini dinamakan nodus ranvier, karena penemuan ini menyebabkan ranvier akan melakukan pemeriksaan histologis dan pada selubung mielin dan juga sel schwann.

Fungsi Nodus Ranvier

Nah berikut ini ialah penjalasan dari fungsi nodus renfier marilah kita simak besama penjelasannya dibawah ini.

Nodus ranvier ialah merupakan bagian dari akson yang tidak dapat diisolasi oleh selubung mielin karena nodus ranvier ini kaya akan saluran ion.

Sehingga hala ini akan terlibat dalam pertukaran ion yang diperlukan untuk meregenerasi potensial pada aksi.

Dan konduksi sel saraf pada akson ini dapat termielinasi merujuk pada konduksi saltatori atau dalam bahasa latinnya ialah “saltare” yang artinya “melompat” atau “lompatan”.

Baca Juga :   Fungsi Jaringan Areolar

Karena hal ini sangat kecenderungan pada potensial aksi untuk melompat – lompat dari satu nodus ke nodus yang lainnya pada akson.

Dari penjelasan di atas kita dapat menyimpukannya bahwasannya nodus ranvier ini selain mempunyai fungsi utama dan nodus ranvier ini pun juga mempunyai fungsi lainnya yaitu sebagai berikut :

Mempercepat Aliran Potensial Aksi

Pada potensial aksi ini ialah merupakan lonjakan ion yang positif dan juga negatif yang dapat bergerak disepanjang membran sel.

Penciptaan dan konduksi potensial aksi ini juga merupakan sarana dasar komunikasi terhadap sistem saraf.

Dan potensial aksi ini dapat melakukan suatu perjalanan dari satu lokasi ke lokasi sel lainnya.

Akan tetapi aliran ion ini melintasi membran dan hanya terjadi pada nodus ranvier saja karena adanya natrium dan ion kalium.

Mendukung Konduksi Saltatori

Sejak akson bisa dimielinasi maka potensial aksi ini mempunyai dua metode untuk melewati akson tersebut yaitu.

Dengan metode konduksi berkelanjutan dan pada akson tidak termielinasi serta konduksi saltatori untuk akson bermielin.

Dan konduksi saltatori ini dapat di definisikan sebagai potensial aksi yang dapat bergerak dengan melompat – lompat pada akson termielinasi.

Dan proses ini dapat diuraikan sebagai bergeraknya dari nodus ranvier satu ke nodus ranvier lainnya.

Konduksi saltatori ini memberikan satu keuntungan lebih dari pada konduksi akson tanpa selubung mielin.

Dan konduksi saltatori ini dapat membuat pergerakan potensial aksi pada akson lebih cepat selain itu hal ini juga dapat lebih menghemat energi.

Struktur Nodus Ranvier

Struktur Nodus Ranvier
Struktur Nodus Ranvier

Nodus renvier inipun memiliki struktur marilah kita simak struktur nya sebagai berikut :

Selubung mielin ini dapat membungkus akson namun tidak semua bagian akson dapat dibungkus olehnya dan bagian yang tidak dapat terbungkus inilah yang disebut dengan nodus ranvier.

Dan panjang pada nodus ranvier ini hanya sekitar satu sampai dua milimeter saja dan terdapat natrium, kalium, ATP, dan juga kalsium yang memungkinkan untuk dapat menghasilkan potensial aksi.

Baca Juga :   Fungsi Sendi Mati

Nodus ranvier ini letaknya yaitu di antara kedua selubung mielin dengan adanya hal ini maka dapat menyebabkan rendahnya suatu kapasitas isolator pada listrik dan dapat elevasi suatu resistensi yang tinggi.

Namun akan dapat mengganggu isolasi pada selubung mielin sehinga dapat memungkinkan impuls untuk melompat – lompat.

Baca Juga : Bunga Tidak Sempurna

Dan impuls yang melompat – lompat tersebut dapat membuat pengiriman pada impuls sepanjang akson menjadi lebih cepat.

Selain dari nodus renvier didalam tubuh manusia pun mempunyai neuron atau sel saraf.

Berikut ini ialah merupakan bagian – bagian yang terdapat pada sel saraf manusia yaitu :

Sistem saraf tersesusun dari badan sel, dendrit, neurit, oligodendrosit, selubung mielin, sel schwann, sinapsis, dan inti sel.

Macam – Macam Sistem Saraf

Macam - Macam Sistem Saraf
Macam – Macam Sistem Saraf

Berikut ini ialah penjelasan dari macam macam sistem saraf.

Badan Sel

Badan sel : Badan sel cell body berwarna kelabu dan terdiri dari membran sel yaitu.

Sitoplasma, neuroplasma, nukleus, nukleolus, dan reticulum endoplasma yang tergolong pada sel saraf disebut badan nissl, nissl merupakan modifikasi dari retikum endoplasma kasar.

Dendrit

Dendrit : Ialah merupakan serabut pendek yang bercabang dan merupakan tonjolan dari sitoplasma.

Dan dendrit ini mempunyai badan nissl dan mitokondria yang terdapat fungsi dan fungsi dari dendrit ini ialah untuk menghantarkan impuls ke badan sel.

Dan akson ialah merupakan serabut yang panjang dari badan sel dan juga mempunyai fungsi untuk menghantarkan impuls dari badan sel dan menuju keujung akson.

Akson Atau Neurit

Akson atau Neurit : Ialah merupakan sel yang panjang dan tipis dan dan dapat membawa impuls elektrikal yang menjauh dari sel tubuh neuron maupun soma dan akson ini juga dilindungi dengan selubung mielin.

Fungsi dari akson ini ialah untuk mengirim informasi ke neuron, otot dan juga kelenjar.

Baca Juga :   Fungsi Tulang Spons

Akson ialah merupakan jalur transmisi utama pada sistem saraf dan mereka juga membantu untuk membuat saraf dan pada akson individual ini ukurannya sekitar satu mikrometer.

Oligodendrosit

Oligodendrosit : ialah glia yang termielinasi pada sistem saraf pusat atau (SSP) yang dapat berbagi kesamaan dengan sel schwann dan pada sistem saraf tepi.

Oligodendrosit ini melakukan dengan menciptakan selubung mielin yang merupakan 80 % lipid dan juga 20 % protein.

Selubung Mielin

Selubung Mielin : Ialah merupakan lapisan fosfolipid yang dapat membungkus akson secara konsentrik.

Sel Schwann

Sel Schwann : Ialah merupakan sel didalam sistem saraf tepi yang dapat membentuk selubung mielin pada sekitar akson neuron.

Dan sel schwann ini ditemukan oleh ahli fisiologi yaitu jerman theodor schwann pada abad ke-19 karena ia maka sel ini dinamakan sel Schwann.

Sinapsis

Sinapsis :  ialah merupakan titik temu antara terminal akson dan salah satu neuron dengan neuron yang lainnya dan sinapsis ini dibentuk oleh terminal akson yang membengkak.

Dan didalam sitoplasma sinapsis ini terdapat vesikula sinapsis, dan penempelan pada asetilkolin pada reseptor dapat menimbulkan impuls pada sel saraf yang lainnya.

Inti Sel

Inti Sel : inti sel ialah yang dapat kamu temukan di sel eukariotik dan pada organel inilah terdapat sebagian besar dari materi genetik pada sel dan dapat membentuknya menjadi sebuah molekul DNA linier.

Panjang serta membentuk kromosomnya dengan berbagai jenis protein yang telah tersedia.

Siapakah penemu nodus ranvier ?

Louis-Antoine Ranvier

Apa yang dimaksud dengan sel Schwann ?
Ialah merupakan sel yang ada didalam sistem saraf tepi yang dapat membentuk selubung mielin yang ada di sekitar akson neuron. 

Itulah yang dapat quipper.co.id sampaikan mengenai pembahasan kali ini yaitu fungsi nodus ranvier.

Mohon maaf apabila ada kesalahan kata – kata, semoga apa yang telah quipper.co.id sampaikan ini dapat bermanfaat.

Artikel Yang Berkaitan :