Fungsi Sitoskeleton

Posted on

Fungsi Sitoskeleton – Halo sob, balik lagi masih bersama admin quipper.co.id yang akan selalu menyajikan berbagai informasi menarik terkini yang mengedukasi.

Perlu sobat ketahui bahwa materi pembahasan yang akan admin sampaikan disini adalah materi belajar tentang fungsi dari sitoskeleton.

Tapi apakah sobat tau apa itu sitoskeleton?

Nah buat sobat yang mungkin tau apa yang dimaksud dengan sitoskeleton, sebaiknya simak simak semua uraian yang akan admin sediakan di bawah ini.

Pengertian Sitoskeleton

Fungsi Sitoskeleton
Fungsi Sitoskeleton

Apa itu Sitoskeleton atau sebuah kerangka sel ? yakni merupakan suatu jaring dari sejumlah berkas protein yang membebntuk sitoplasma di dalam sel.

Namun pada mulanya sel ini dianggap hanya ada di dalam sel eukariota, ternyata sitoskeleton ini juga bisa dijeumpai berada pada sel prokariota.

Maka dengan adanya sitoskeleton ini, sangat membantu bagi sel sehingga bisa mempunyai bentuk yang kuat, kemudian dapat berubah bentuk, mampu mengatur posisi organel, lalu berenang, dan juga merayap di permukaan.

Selain itu sitoskeleton juga ialah merupakan sebuah rangka sel yang tersusun atas 3 macam yang dinataranya ialah : mikrotubula, lalu mikrofilamen, dan juga filamen intermediet.

Kemudian dari ketiga jenis penyusun tersebut sudah quipper.co.id rangkum penjelasan mengenai masing-masingnya yang dianteranya bisa sobat simak pada struktur berikut, namun sebelum itu simak dulu fungsi sitoskeleton di bawah ini

Fungsi Sitoskeleton

Di bawah ini terdapat beberapa fungsi dari sitoskeletion, yang diantaranya ialah seperti berikut:

  • Menjaga dan membantu mempertahankan bentuk sel. Dengan adanya sitoskeleton akan menjadikan sel tidak terlalu lembek dan dapat memungkinkan bisa kembali kebentuknya semula.
  • Dapat membantu dalam adanya pergerakan material sel seperti misalnya mRNA supaya bisa sampai ke tujuannya, yakni menuju ribosom
  • Dapat membantu dalam menyusun silia dan flagela yang akan digunakan sebagai alat pergerakan sel.
  • Membantu dalam memberikan kekuatan secara mekanik pada sel
  • Dengan adanya komponen penting dalam proses pembelahan sel. Maka dengan sitoskeleton ini akan membentuk sejumlah benang spindel yang sangat berperan guna mengikat dan juga menarik kromosom ketika mitosis ataupun meosis.
Baca Juga :   Fungsi Ligamen

Struktur Sitoskeleton

Fungsi Sitoskeleton
Fungsi Sitoskeleton

Sitoskeleton atau rangka sel tersusun atas tiga jenis serabut yang berbeda, yaitu: mikrofilamen, mikrotubulus, dan filamen intermediet.

Mikrofilamen atau filamen aktin

Apa itu Mikrofilamen ? yakni merupakan suatu rantai ganda protein yang masing-masingnya saling terkait dan sangat tipis, serta tersusun atas protein aktin.

Kemudian diameter pada Mikrofilamen sangat kecil yakni dengan berdiameter 5 sampai 6 nm.

Maka dengan bentuk tersebut yang sangat keciln jadi apabila ingin mengamatinya secara jelas harus dengan menggunakan alat mikroskop elektron.


Selain itu bentuk dari Mikrofilamen ini sama halnya seperti mikrotubulus namun ia mempunyai tekstur yang lebih lembut.

Dimana proses pembentukannya terjadi dari komponen utamanya yakni protein aktin dan miosin (misalnya seperti pada otot).

Kemudian mikrofilamen sangat berperan penting dalam proses pergerakan sel k dan juga peroksisom (Badan Mikro).

Dimana pada organel ini selalu berasosiasi terhadap sejumlah organel lainnya, dan didalanya banyak mengandung enzim oksidase dan juga katalase (yang lebiih banyak disimpan didaerah sel-sel hati).

Fungi Mikrofilamen

Membantu dalam mempertahankan bentuk sel
Perubahan bentuk sel
kontraksi otot
Aliran sitoplasmik
Motilitas sel(seperti pada pseudopodia)
Pembelahan sel( pembenmtukan dari lekukan penyibakan)

Mikrotubulus

Apa yang dimaksud dengan Microtubulus adalah salah satu bagian sitoskeleton yang mana mereka terbentuk dari berbagai mikrotubulin.

Dimana mikrotubulus ini mempunyai bentuk seperti benang silindris, yang sangat kaku, dan sangat berguna guna membantu dalam mempertahankan bentuk sel dan digunakan sebagai “rangka sel”.

Kemudian untuk contoh dari organel ini diantanya ialah seperti benang-benang gelembung pembelahan.

Namun selain itu mikrotubulus juga berfungsi di dalam proses pembentukan sentriol, lalu flagela dan juga silia.

Dimana pada Sentriol ini mempunyai bentuk silindris dan disusun atas mikrotubulus denagan sangat teratur.

Baca Juga :   Bunga Sempurna

Kemudian ketika membelah, dimana sentriol akan membentuk suatu benang-benang gelendong inti.

Sedangkan pada silia dan flagella ialah merupakan suatu tonjolan yang bisa melakukan pergerakan secara bebas dan dijulurkan.

Fungsi Mikrotubulus

Membantu untuk mempertahankan bentuk sel
Sebagai Mottilitas sel( seperti silia atau flagea)
Sebagai penggerak kromosom saat proses pembelahan sel
Sebagai penggerak organel

Filamen intermediet

Apa itu Filamen intermediet ? yakni merupakan suau rantai molekul protein yang mempunyai bentuk seperti untaian yang saling melilit.

Dimana Filamen ini berdiameter 8 sampai 10 nm dan dikenal juga dengan sebutan filamen intermediet atau filamen antara, sebab berukuran diantara ukuran yang dimiliki oleh mikrotubulus dan juga mikrofilamen.

Kemudian pada serabut ini disusun dari protein yang dikenal juga dengan sebutan fimetin. Namun tidak semua sel tersusun dari fimetin, Misalnya saja seperti sel kulit yang mana tersusun atas protein keratin.

Fungsi Filamen Intermediat

Membantu agar dapat mempertahankan bentuk dari selnya
Sebagai sebuah tempat tambatan nukleus dan organel kainnya
Sebagai tempat pembentukan lamina nukleus

Hanya itu yang bisa quipper.co.id sampaikan semoga ulasan ini dapat bermanfaat untuk sahabat sekalian.