Jenis Jenis Taubat

Posted on
Jenis Jenis Taubat
Jenis Jenis Taubat

Jenis Jenis Taubat – Ada banyak contoh ayat Al-Qur’an yang menyebutkan dalil – dalil taubat. Adapun beberapa ayat yang berhubungan dengan taubat yakni Ayat QS. Ali-Imran : 90.

Yang berbunyi : Sesungguhnya orang – orang kafir yang sudah beriman, kemudian bertambah lagi kekafirannya, maka sekali – kali lagi tidak akan diterima taubatnya, dan mereka Itulah orang – orang yang sesat. (QS. Ali-Imran : 90)

Di bawah ini quipper akan menerangkan secara luas mengenai pengertian taubat, jenis – jenis taubat, syarat – syarat untuk taubat dan juga tanda – tanda bertaubat.

Langsung saja ya anda baca artikel ini sampai selesai untuk mendapatkan ilmu tambahan mengenai Taubat ini. Selamat membaca!

Apa Itu Taubat?

Apa Itu Taubat?
Apa Itu Taubat?

Pertobatan secara bahasa itu berarti kembali. Bertaubat berarti kembali kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dan menyerahkan diri hanya kepadanya dengan hati yang penuh pertaubatan yang tulus.

Artinya semua rasa seperti kesal, sedih, sulit dan tidak layak atas dosa – dosa yang telah di lakukan dengan sedemikian rupa sehingga membuat anda menangis.

Secara etimologis, taubat dalam kamus bahasa Indonesia-Arab Mahmud Yunus, yakni kata pertaubatan itu berasal dari kata Taaba (bertaubat), Yatuubu (penyesalan dosa), Taubatan (bertaubat / kembali) dan Taa’ibun (bertaubat).

Seorang Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB) sadar akan pentingnya taubat dan menyesali dosa atas perbuatan salah atau buruk serta bersandar pada niat untuk memperbaiki perilaku dan perbuatan.

Baca Juga :   Arti Wa Iyyakum

Minta maaflah terutama hal – hal yang bahkan bersifat intelek atau yang anda anggap baik maupun berguna sekalipun.
Sehingga setiap orang yang tenggelam ke dalam ketidakadilan atau melakukan maksiat akan sungguh – sungguh bertaubat.

Jadi setiap orang harus bertaubat kepada Allah dan meminta pengampunan dan cintanya. Hal ini bertujuan agar setiap manusia tidak memiliki akhlak yang jauh dari apa yang dibenarkan oleh Allah SWT.

Jadi hakikat taubat adalah kembali kepada Allah dengan melakukan apa yang dicintainya dan juga dengan meninggalkan apa yang dibencinya.

Oleh karena itu, anda harus bergantung pada pelaksanaan perintah dan pencabutan larangan dari Allah untuk kebahagiaan yang mutlak.

Al-Qur’an menyebutkan kata taubat dan definisinya sebanyak 85 kali, Allah menjelaskan bagaimana orang – orang dahulu bertaubat.

Serta pahala yang diberikan kepada mereka yang bertaubat dan hukuman yang diberikan kepada mereka yang bertaubat dalam kehidupan nyata.

Pengertian Taubat Menurut Para Ahli 

Pengertian Taubat Menurut Para Ahli 
Pengertian Taubat Menurut Para Ahli 

Arti Taubat Menurut Imam Al-Qusyairi

Menurut Imam Al-Qusyairi, hakikat taubat adalah kembali bila di artikan dalam arti bahasa. Karena penjabaran kata taba itu berarti kembali.

Oleh sebab itu pertaubatan juga berarti kembali, yang artinya kembali dari sesuatu yang dikutuk dalam syariat kepada sesuatu yang diagungkan dalam syariat.

Arti Taubat Menurut Ibnu Taimiyah

Menurut Ibnu Taimiyah, taubat berarti menarik diri dari sesuatu yang buruk dan kembali kepada suatu perbuatan yang dapat membawa seseorang kepada Allah.

Arti Taubat Menurut Imam Al-Ghazali

Menurut Imam Al-Ghazali, taubat berarti segera meninggalkan dosa dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.

Arti Taubat Menurut Sahl Bin Abdullah At Tasturi

Menurut Sahl bin Abdullah At Tasturi berkata : Taubat menggantikan sikap tercela dengan sikap terpuji, oleh karena itu tidak sempurna selain menyendiri, berdiam diri dan makan – makanan halal.

Arti Taubat Menurut Al-Nuri

Menurut Al-Nuri, arti taubat dipahami oleh Al-Nuri yakni dalam perkataannya : Taubat berarti berpaling dari segala sesuatu selain Allah.

Arti Taubat Menurut Ibrahim Al-Daqqaq

Menurut Ibrahim al-Daqqaq, taubat berarti Kamu harus menghadap kepada Allah dengan bertaubat, sekalipun sebelumnya kamu berpaling dari Allah tanpa bertaubat.

Arti Taubat Menurut Zun Al-Nun Al-Misri

Menurut Zun al-Nun al-Misri, hakikat taubat berarti terasa bumi ini tersumbat, merasa tidak ada tempat, dan diri juga merasa terkekang.

Pengertian Taubat Nasuha

Pengertian Taubat Nasuha
Pengertian Taubat Nasuha

Kata taubat seringkali bertentangan dengan apa yang disebut dengan nasuha, sehingga disebut taubat-nasuha, yang diartikan sebagai taubat yang sungguh – sungguh atau taubat yang benar – benar murni.

Al-Qur’an menyebut jenis taubat ini sebagaimana Allah berfirman dalam QS at-Tahrim : 66 : 8 yang terjemahannya adalah sebagai berikut ini :

Taubat inilah yang biasa disebut dengan istilah taubat nasuha. Selanjutnya Arti Taubat Nasuha menurut para ahli adalah sebagai berikut :

Baca Juga :   Syirik

Arti Taubat Nasuha Menurut Sa’id Bin Jabair

Sa’id bin Jabair berkata; Tobat Nasuha diterima oleh Allah. Agar taubatnya diterima, anda harus memenuhi tiga syarat berikut ini :

  • Pertama, takutlah taubat anda tidak diterima.
  • Kedua, berharap taubat anda akan diterima.
  • Ketiga, pada titik ini mulailah dengan patuh atau memenuhi segala perintahnya dikehidupan anda.

Arti Taubat Nasuha Menurut Sa’id Bin Al-Musayyab

Menurut Sa’id bin Al-Musayyab, taubat nasuha sama dengan Penyesalan Nasuha yang artinya menasihati diri anda sendiri karena bersalah dan akan mematuhi nasihat itu.

Arti Taubat Nasuha Menurut Imam Al-Ghazali

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa taubat berarti anda kembali ke jalan yang benar dari jalan yang salah yang diambilnya.

Arti Taubat Nasuha Menurut Al-Kalbiy

Al-Kalbiy mengartikannya sebagai Taubat yang terdiri dari taubat dalam hati, memohon ampun dengan lisan, segera menghentikan dosa dan meneguhkan tekad untuk tidak mendekat lagi ke dosa – dosa.

Jenis Taubat

Jenis Taubat
Jenis Taubat

Menurut para sufi yang memiliki pemikiran tentang jalan menuju Tuhan, jalan – jalan tersebut dianggap sebagai latihan spiritual, atau riadha, yang dilakukan secara bertahap melalui fase yang dikenal sebagai maqamat atau tahapan dan ahwal, atau kondisi, berdasarkan akhir ilmu, yang disebut ma’rifat dengan kehendak Allah.

Umumnya taubat para sufi adalah yang pertama berhenti memasuki jalan yang di benci Allah, penjelasan lengkapnya sebagai berikut :

  • Pada tingkat yang paling rendah, pertaubatan mencakup dosa – dosa yang didasarkan pada tubuh atau anggota badan.
  • Pada tingkat menengah, pertaubatan tidak hanya mengacu pada dosa – dosa tubuh, tetapi juga pada asal – usul dosa seperti iri hati, riya dan kesombongan.
  • Pada tingkat yang lebih tinggi, pertaubatan mengacu pada upaya untuk menahan godaan iblis dengan membuat jiwa bersalah.
  • Pada tingkat terakhir, taubat diartikan sebagai penyesalan atas kelalaian pikiran dalam mengingat Allah. Pada tingkat seperti itu dapat terjadi pengingkaran terhadap segala sesuatu dengan menyimpang dari jalan Allah SWT.

Jenis – Jenis Taubat Secara Umum

Berdasarkan orang yang bertaubat dan kondisi umumnya, para ahli membagi taubat menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut :

  • Kembalinya orang – orang khusus (khawash)
    • Mereka menyadari realitas di balik tirai penghalang umat kepada Allah-nya. Setelah melakukan berbagai tindakan, pengucapan dan pikiran yang menyimpang dari adab – adab al-hudhur dan al-ma’iyyah, mereka melebarkan sayap tekad untuk kembali kepada Allah.
    • Tujuannya adalah untuk memperoleh rahmat Allah SWT dan berlindung dengan pertolongannya dalam menghadapi berbagai kesalahan kecil maupun besar yang melukai hati dan menutup cakrawala mata batin.
  • Tawajuh yang dilakukan kaum khusus di antara yang khusus (akhashsh al-khawash)
    • Menjalani hidup di cakrawala Mataku tidur, tapi hatiku tidak tidur. Mereka menanggalkan segala sesuatu yang ada hubungannya dengan segala sesuatu kecuali Allah, yaitu yang menjadi selubung di hati mereka, Allah mereka dan bagian – bagian yang tersembunyi.
    • Mereka menyingkirkan segala sesuatu kecuali Allah dari lubuk jiwa mereka dan melemparkan mereka ke lembah yang tidak berpenghuni.
    • Mereka selalu terbiasa merasakan hubungan mereka dengan Nur al-Anwar, karena mereka menunjukkan esensi Firman Allah SWT dalam QS Shad : 38 : 44.
  • Taubat orang awam
    • Mereka yang dijauhkan dari hakikatnya perasaan yang tidak enak timbul akibat pelanggaran atas perintah Allah SWT yang mengganggu hati.
    • Mereka menyadari dosanya dari munculnya perasaan di dalam hatinya, kemudian mereka menuju pintu Allah SWT untuk menyampaikan kepada masyarakat umum kata taubat dan kalimat istighfar.
Baca Juga :   Aamiin Allahumma Aamiin

Jenis – Jenis Taubat Menurut Dzun Nun Al-Mishri

Dzun Nun Al-Mishri membedakan taubat pada tiga tingkatan, yaitu sebagai berikut penjelasannya :

  • Orang yang bertaubat dari dosa dan keburukannya.
  • Orang yang bertaubat dari kelalaian dan kelupaan mengingat Allah.
  • Orang yang bertaubat karena melihat kebaikan dan ketaatannya.

Syarat Taubat 

Syarat Taubat 
Syarat Taubat 

Secara sederhananya syarat seseorang bertaubat itu didasarkan pada beberapa poin, nah syarat – syarat menerima taubat yaitu diantara lainnya :

  • Amoralitas harus dihentikan.
  • Dia harus menyesali apa yang telah dia lakukan.
  • Niat benar tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Dan jika dosa ada hubungannya dengan hak asasi manusia, pertaubatan ditambahkan ke syarat keempat.
  • Selesaikan masalah dengan penerima dengan meminta maaf atas kesalahan mereka atau dengan mengembalikan apa yang harus mereka kembalikan.

Tanda Taubat

Tanda Taubat
Tanda Taubat

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya, At-Taubah wal Inabah, taubat yang sebenarnya memiliki beberapa tanda, diantaranya sebagai berikut :

  • Bergabunglah dengan orang – orang saleh dan jauhi teman – teman yang buruk.
  • Lebih baik setelah bertaubat dari sebelumnya.
  • Segera tinggalkan perbuatan dosanya dan patuhi perintahnya.
  • Orang yang bertaubat selalu takut akan Allah dan tidak pernah merasa aman dari hukuman Allah sesaat pun.
  • Jauhkan dunia dari hatinya dan kembalilah ke akhirat.
  • Hatinya terjaga dengan kelalaian, yaitu mengingat terus – menerus kepada Allah disertai dengan pertaubatan dan ketakutan, dan ini sesuai dengan tingkat kesalahannya.

Sekian artikel jenis – jenis taubat ini quipper.co.id sampaikan kepada kalian semua. Semoga pembahasan kita kali ini dapat menjadi ilmu yang berguna ya.

5/5 - (1 vote)