Pemberontakan RMS

Posted on

Pemberontakan RMS – Hay sahabat semua.! Diperjumpaan kali ini kembali akan Quipper.co.id sampaikan materi pembahasan tentang Permberontakan RMS yang akan Quipper.Paparkan dengan lengkap beserta Pengertian, Latar Belakang, Tujuan, Tokoh, Dampak dan Prosesnya. Namun diperjumpaan sebelumnya yang mana Quipper.co.id juga telah menerangkan materi pembahasan tentang Proto Melayu Baiklah untuk melengkapi dari apa yang menjadi tema pembahasan kita kali ini, maka bisa sahabat sekalian simak ulasan selengkapnya seperti yang ada di bawah ini.

Apa Itu RMS?

Pemberontakan RMS
Pemberontakan RMS

Apa yang dimaskud dengan Republik Maluku Selatan atau RMS ? yakni merupakan sebuah republik yang terletak diwilayah Kepulauan Maluku yang sudah diproklamasikan sejak pada 25 April 1950.

Dimana pulau yang paling besarnya ialah Ambon, Lalu Seram, dan juga Buru.

Dimna pada kala itu RMS di Ambon telah dilumpuhkan oleh anggota militer Indonesia sekitar November 1950, namun tetap saja mengenai konflik yang berlangsung di Seram masih berlanjut hingga smapai pada bulan Desember tahun 1963.

Sehingga adanya Kekalahan di Ambon hingga menyebabkan adanya sebuah pengungsian pemerintah RMS ke Seram, yang kemudian akhirnya mendirikan suatu pemerintahan dalam pengasingan di Belanda sekitar tahun 1966.

Pada saat seorang pemimpin pemberontak yakni bernama Dr. Chris Soumokil tealh ditangkap oleh anggota militer Indonesia dan kemudian dilakukan eksekusi sekitar tahun 1966, yang pada saat itu presiden sedang dalam pengasingan untuk dilantik di Belanda.

Kemudian pada Pemerintahan yang terasing ini masih berdiri dengan diketuai oleh John Wattilete, seorang pengacara yang usianya sudah 55 tahun, dan kemudian dilantik pada April 2010.

Latar Belakang RMS (Republik Maluku Selatan)

Berdirinya RMS republik maluku selatan dengan diselenggarakan suatu proklamasi pada tanggal 25 April 1950 dimana pada saat itu direkomendasikan oleh sekelompok orang yang notabenenya merupakan mantan KNIL dan sekelompok masyarakat yang Pro-Belanda.

Di dalam kelompok diatas antaranya terdapat Dr.Christian Robert Steven Soumokil dan juga Andi Aziz serta Westerling.

Dimana mereka banyak dikenal sebagai seorang Pemberontak adapun pemberontakan yang mereka semua lakukan yakni dalam bentuk atas rasa ketidakpuasan mereka mengenai telah dikembalikannya Republik Indonesia Serikat kepada NKRI.

Berlangsungnya aksi dari Pemberontakan ini di dalamnya ditunggangi oleh sebuah unsur KNIL/ het koninklijke Nederlanda(ch) atau bisa diartikan juga sebagai tentara kerajaan dari Hindia Belanda yang mana mereka semua merasa tidak puas oleh sebab ada suatu ketidak jelasan.

Pada saat itu tentang sebuah kesuksesan APRIS dalam menangani sebuah kondisi, sehingga mengakibatkan sebagian dari masyarakat mempunyai rasa semangat dengan kembalinya Republik Indonesia Serikat ke pangkuan Negara Republik Indonesia ini.

Yang mana pada kala itu dalam mengupayakan agar dapat menyatukan semua wilayah yang ada di Indonesia ini, dengan banyaknya berbagai teror serta segala bentuk intimidasi yang merupakan suatu ancaman bagi masyarakat.

Adapun sejumlah teror itu diantaranya ialah secara langsung dikepalai oleh seorang Kapten yang bergelar Raymond Westerling.

Dengan dukungan serta bantuan yang melibatkan beberapa anggota polisi dan juga pasukan KNIL yang saat itu tergolong dalam suatu bagian dari Korp Speciale Troepen yang berlokasikan di Batujajar, yakni daerah Bandung, Jawa Barat.

Dengan berbagai teror yang terjadi di Bandun tersebut hingga pada saat itu banyak memakan korban jiwa. Dimana di dalam aksi teror tersebut sudah banyak terjadi suatu pembunuhan dan juga penganiayaan.

Yang disebabkan dari adanya teror tersebut, hingga pada akhirnya rasa sparatis atau keinginan agar dapat memisahkan diri mulai nampak. Yang mana dari birokrat pemerintah daerah sudah melakukan provokasi terhadap masyarakat yang saat itu berada di wilayah Ambon.

Baca Juga :   Proto Melayu

Dimana bahwa menegani alasan penggabungan antara Ambon ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa memuai sebuah dampak yang sangat buruk dan juga bisa sangat bahaya bagi masyarakat banyak di suatu hari nanti.

Maka dengan berdasarkan dari adanya bahaya tersebut sehingga bagi seluruh masyarakat agar tetap selalu mewaspadai mengenai segal kemungkinan yang dapat terjadi.

Kemudian diperkirakan Pada tanggal 20 april 1950, yang mana pada saat sudah ada suatu pengajuan mosi yang mana merupakan rasa tak percaya terhadap lembaga parlemen NIT.

Adapun tujuan dari pengajuan tersebut ialah agar para anggota kabinet NIT atau Negara Indonesia Timur menaruh sepenuhnya atas jabatannya supaya dapat menyatu dan berganbung dengan wilayah NKRI.

Maka dengan adanya Kegagalan yang dilakukan oleh Andi Andul Azis sehingga menjadi sebuah akhir bagi Negara Indonesia Timur.

Akan tetapi, keberlangsungan pada pemberontakan tersebut tidak cuma berhenti sampai disini saja.

Sebab Soumokil dengan semua para anggota yang memeberi dukungan merasa masih belum bisa menyerah agar dapat memiasahkan antara wilayah Maluku Tengah atas dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Maka pada saat itu juga terdengar, kelompok tersebut mulai melakukan suatu rundingan agar dapat melaksankan aksi pemberontakannya dengan bersama semua para anggota KNIL.

Kemudian perundingan tersebut berlangsung di wilayah Ambon dan yang dihadiri oleh semua para pemuka dari anggota KNIL, dan kemudian Soumokil, dan Ir. Manusaman bersiasat agar dapat mengambil dan merebut daerah Maluku Selatan suapay bisa menjadi daerah mereka seutuhnya.

Bahkan mereka telah siap dengan segala kemungkinan yang akan ditimbukan sekalipun jika harus, membunuh semua para anggota dewan yang terdapat di Maluku Selatan supaya dapat proklamasi kemerdekaan atas di wilayah yang akan diraihnya tersebut.

Tujuan Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)

Tujuan Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)
Tujuan Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)

Selanjutnya usai Quipper.co.id mengurai secara detail atas latar belakang RMS, maka berikutnya akan kita simak bersama pembahasan mengenai tujuan dari dilangsunkannya pemberontakan RMS ini. Berikut ini penjelasannnya :

Pada saat berlangsungnya pemberontakan tersebut yang mana kelompok ini diketuai oleh Soumokil yang mana beliau merupakan salah seorang mantan dari Jaksa Agung. Dimana beliau juga mempunyai tujuan agar dapat memisahkan dengan sepenuhnya atas wilayah Maluku dari pangkuan NKRI (Negara Kesatuan republik Indonesia).

Kemudian ketika sebelum diproklamasikannya Republik Maluku Selatan, Dimana seorang Gubernur Sembilan Serangkai yang pada kala itu mempunyai anggota pasukan KNIL dan juga Partai Timur Besar sudah lebih dulu melakukan segala bentuk yang mempropagandakan.

Hal tersebut dilaksanakan agar dapat membuat wilayah Maluku dpat terpisah atas Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun disamping itu juga dimana, Soumokil sudah sukses sepenuh membuat masyrakat merasa yakin dan kemudian ia mulai melakukan pembentukan agar dapat memperkuat terhadap daerah Maluku Tengah.

Kemudian sementara itu juga bagi semua orang yang tak memberi dukungan terhadap daerah maluku tengah maka diancam dan dimasukkan ke dalam tahanan.

Maka pada Akhirnya sekitar 25 April 1950, Republik Maluku Selatan mulai melakukan proklamasi.

Yang pada saat itu yang menjabat sebagai presiden ialah J.H Manuhutu dengan perdana menteri Albert Fairisal.

Namun selain itu terdapat sejumlah menteri dipilih yang diantaranya ialah Mr.Dr.C.R.S Soumokil, lalu D.j Gasperz, J.B Pattiradjawane, J.Toule, S.j,H Norimarna, P.w Lokollo, H.f pieter, A.Nanholy, Z.Pesuwarissa dan Ir.J.A Manusama.

Kemudia sekitar tanggal 27 April 1950 salah seorang yang bernama Dr.J.P nikijuluw mulai dipilih dan diangkat untuk dijadikan wakil presiden dari Republik Maluku Selatan dalam bagian wilayah di luar negeri dan mempunyai kedudukan di Den Haag, Belanda.

Kemudian sekitar pada tanggal 3 mei 1950, pada kala itu Soumokil menjadi pengganti Manuhutui yang berkududukan sebagai presiden Republik Maluku Selatan.

Kemudian sekitar 9 mei 1950 mulailah dilakukan sebuah pembentukan angkatan perang Republik Maluku Selatan atau disingkat (APMRS) yang diketuai oleh berpangkat panglima sersan Mayor KNIL, D.J Samson.

Baca Juga :   Tinggi Gawang Sepak Bola

Namun yang dijadikan kepala staff ialah sersan Mayor Pattiwale. Kemudian sejumlah anggota staff lainnya ialah seperti sersan Mayor Aipasa, lalu sersan Mayor Pieter dan selanjutnya ialah Sersan Mayor Kastanja.

Yang pada kala sistem pengangkatan atau kenaikan pangkat ialah masih dengan menerapkan sebuah sistem KNIL. 

Upaya Penumpasan Pemberontakan Republik Maluku Selatan

Pada saat itu pemerintah republik Indonesia berupaya mengambil jalan perdamaian agar dapat menangani pemberontakan yang telah berlangsung di wilayah Maluku tersebut.

Adapun langkah serta sikap yang dilakukan oleh pemerintah ialah diantaranya ialah dengan pengiriman sebuah misi perdamaian yang diketuai secara langsung oleh berbagai tokoh yang merupakan penduduk asli Maluku yakni seperti Dr.Leimena.

Akan tetapi sangat disayangkan semua tak berjalan sesuai dengan keinginan dimana pada upaya perdamaian tersebut langsung ditolak oleh Soumokil.

Kemudian selanjutnya, pemerintah akhirnya mengirimkan sebuah misi perdamaian yang ebrikutnya yang mana dalam misai tersebut terdiri atas dokter, lalu politikus, dan pendeta serta wartawan namun ternyata tidak juga bisa bertemu secara langsung dengan Soumokil.

Kemudian setelah semua misi perdamaian dirasa sudah ditolak, pada akhirnya mulailah dilakukan agresi militer agar dapat memberantas gerakan Republik Maluku selatan tersebut.

Kemudian pada anggota pasukan tersebut dijuluki dengan sebutan Gerakan Operasi Militer III yang diketuai langsung oleh Kolonel A.E Kawilarang yang mana pada saat itu masih memimpin sebagai seorang Panglima tentara dan Teritorium Indonesia Timur.

Dan kemudian operasi tersebut dimulailah sekitar tanggal 14 Juli1950. Namun bersamaan dengan hal itu, yang mana diperkirakan pada tanggal 15 Juli 1950, Negara Republik Maluku Selatan pada akhirnya mmebuat suatu pengumuman mengenai keadaan negara saat itu bahwa dalam kondisi yang sangat berbahaya.

Lalu sekitar tanggal 28 September 1950, Dimana para anggota Pasukan GOM III mulai masuk dan menembus wilayah Ambon terutama mereka sudah mampu mengambil alih benteng Nieuw Victoria.

Maka dengan banyaknya korban dari jatuhnya pasukan di Ambon, akhirnya membuat Republik Maluku Selatan saat itu bisa ditaklukkan. Dan kemudian pada akhirnya titik pusat pemerintahan pun mulai dipindahkan ke dalam Pulau Seram.

Tokoh-Tokoh Pemberontakan RMS dan Hukumannya

Tokoh-Tokoh Pemberontakan RMS dan Hukumannya
Tokoh-Tokoh Pemberontakan RMS dan Hukumannya

Diperkirakan sekitar tahun 1952, dimana pada kala itu seorang presiden dari Maluku Selatan yang bernama j.H Manuhutu telah ditangkap.

Namun sementara semua para pemimpin dari Republik Maluku Selatan yang Lainnya telah berhasil melarikan diri ke daerah Belanda.

Hingga pada Akhirnya semua para tokoh yang telah berhasil ditangkap kemudian diberikan sanksi berupa sebuah hukuman, antara lain ialah seperti pada penjelasan di bawah ini:

  • Yang pertama ialah J.H Munhutu, merupakan seorang Presiden dari RMS dipidana hukuman 4 Tahun
  • Yang kedua ialah Albert Wairisal, merupakan seorang Perdana Menteri Dalam Negeri yang dipidana selama 5 Tahun
  • Yang ketiga ialah D.J Gasper, merupakan seorang Menteri Dalam Negeri yang dipidana selama 4 ½ Tahun
  • Yang keempat ialah J.B Pattirajawane, merupakan seorang Menteri Keuangan yang dipidana 4 ½ Tahun
  • Yang kelima ialah G.G.H Apituley, merupakan salah seorang Menteri Keuangan yang kemudian dipidana 5 ½ Tahun
  • Yang keenam ialah T. Nussy, menjabat merupakan ketua Staf Tentara dari RMS yang dipidana dalam kurun 7 tahun
  • Yang ketujuh ialah D.J Samson, merupakan slaah seorang Panglima Tertinggi dari RMS yang dipidana 10 Tahun
  • Yang kedelapan yakni Ibrahim Oharilla, yang merupakan salah seorang Menteri Pangan yang dipidana hukuman 4 ½ Tahun
  • Yang kesembilah yakni J.S.H Norimarna, merupakan slah seorang Menteri Kemakmuran dipidana selama 5 ½ Tahun
  • Yang kesepuluh yakni D.Z Pessuwariza, merupakan salah seorang Menteri Penerangan yang mendapat hukuman pidana 5 ½ Tahun
  • Yang kesebelas yakni Dr. T.A Pattirajawane, merupakan Menteri dari Kesehatan dipidana dalam kurun 3 Tahun
  • Yang kesebelas yakni F.H Pieters, yang mana merupakan slah seorang Menteri Perhubungan dan dipidanan hukuman 4 Tahun.
Baca Juga :   Arti Mimpi Tentang Gunung

Dampak Pemberontakan RMS

Dampak Pemberontakan RMS
Dampak Pemberontakan RMS

diperkirakan ketika tahun 1978 dimana para kelompok matau anggota RMS telah menahan serta menyandera hampir 70 warga sipil yang ditempatkan di dalam gedung pemerintahan Belanda didaerah Assen-Wesseran.

Kemudian pada saat berlangsungnya teror tersebut yang mana dilakukan oleh sejumlah kelompok yang berada di bawah naungan RMS, misalnya seperti kelompok yang melakukan bunuh Diri di daerah Maluku Selatan

Kemudian sekitar tahun 1975 anggota ini pernah melakukan perampasan di dalam kereta api dan diperkirakan tealah menyandera hingga 38 orang yang merupakan penumpang dari kereta api tersebut.

Dan kemudian sekitar tahun 2002, ketika sedang dilangsukannya sebuah peringatan proklamasi RMS yang ke 15 dengan kegiatan yang dilakukan ialah sebuah acara pengibaran bendera RMS di Maluku.

Dengan sebab hal inilah akhirnya 23 orang telah ditangkap oleh aparat kepolisian. Lalun usai penangkapan tersebut berlangsung, pada kelompok ini merasa tidak terima dan beranggapan bahwa penagkapan ini tidak sesuai dengan hukum yang ada.

Kemudian selanjutnya, mereka semua memberi keadalaan terhadap Gubernur Maluku dengan besertakan oleh ketua Kejaksaan Tinggi Maluku oleh sebab telah melakukan penahanan atas dugaan sebagai seorang provokator dari pelaksanaan acara pengibaran bendera RMS.

Kemudian aksi ini semakin terus dilangsungkan hingga pada ketika tahun 2004. Dimana pada kala itu hampir dari ratusan para partisipan dan pendukung RMS melakukan pengibaran bendera RMS di Kudamati.

Hingga pada akibatnya berlangsunglah sebuah konflik dalam proses penangkapan tersebut dan juga sebuah konflik antara aktivis RMS dengan NKRI.

Namun aksi tersebut masih dianggap belum cukup, hingga kemudian semua para kelompok RMS mulai mengulangi kembali menunjukan eksistensi serta keberadaan merekan terhadap masyarkat Indonesia.

Bahkan yang lebih parahnya lagi kelompok tersebut hingga sudah tak segan lagi untuk memohonkan pengadilan negeri Den Haag agar dapat menuntut Presiden SBY kala itu dan juga melakukan penangkapan atas kasus HAM.

Kemudian ada juga sebuah Peristiwa yang sangat parah yang pada saat itu berlangsung sekitar tahun 2007, yangmana pada kala itu Presiden SBY sedang pergi untuk menghadiri sebuah acara hari Keluarga Nasional yang dilangsungkan diaerah Ambon, Maluku.

Namun tragisnya, pada ketika penari Cakalele mulai memasuki ke dalam lapangan, dimana mereka tidak bahkan tidak tanggung dan merasa segan lagi untuk melakukan pengibaran bendera RMS tepat di hadapan Presiden SBY.

Dan itulah penjelasan mengenai dampak yang terjadi paska berlangsungnya suatu gerakan separatisme Republik maluku Selatan di Wilayah Maluku.

Harapan penulis semoga kesatuan Republik Indonesia akan selalu tetap terjaga secara utuh untuk selamanya.

Jelakan kapan berdirinya Rms dan Diproklamasikannya Rms?

Berdirinya RMS republik maluku selatan dengan diselenggarakan suatu proklamasi pada tanggal 25 April 1950 dimana pada saat itu direkomendasikan oleh sekelompok orang yang notabenenya merupakan mantan KNIL dan sekelompok masyarakat yang Pro-Belanda.

Siapakah pemimpin RMS?

Yakni salah seorang yang bernama J.H Munhutu, dan merupakan seorang Presiden dari RMS

Jelaskan apa upaya apa yang dilakukan oleh pemerintah untuk melakukan perdamaian kepada RMS?

Yakni dengan pengiriman sebuah misi perdamaian yang dipimpin secara langsung oleh salah satu tokoh yang merupakan penduduk asli Maluku yakni bernama Dr.Leimena.

Nah itulah serangkaian pembahasan yang sudah Quipper.co.id rangkum mengenai materi pemberontakan Rms (Republik maluku selatan) , semoga apa yang menjadi materi pembahasan kali ini bisa menginspirasi serta bisa bemanfaat bagi sahabat semua agar dapat dijadikan sebagai sumber referensi dalam mengingat kembali sejarah yang pernah terjadi di negara tercinta Indonesia ini.

Baca Juga Artikel Lainnya :