Cara Menghitung Laba Ditahan

Posted on

Laba Ditahan– Hay sahabat semua.! Pada perjumpaan kali ini kembali akan kami sampaikan pembahasan mengenai laba ditahan. Namun pada perjumpaan sebelumnya, yang mana kami juga telah menyampaikan pembahasan mengenai Contoh Analisis SWOT. Nah untuk lebih jelasnya, mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Laba Ditahan

Cara Menghitung Laba Ditahan
Cara Menghitung Laba Ditahan

Pengertian laba ditahan di manajemen dan akutansi adalah laba bersih yang dihasilkan oleh Perusahaan itu, namun laba tersebut tidak dibagikan kepada para pengguna saham dalam bentuk deviden.

Biasanya dapat di investasikan kembali ke dalam perusahaan, agar menjadi bahan bakar utama demi kelangsungan dalam pertumbuhan perusahaan, dan dapat digunakan agar melunasi hutang-hutang perusahaan.

Menghitung laba ditahan dan mempersiapkan laporan laba ditahan bagian yang penting dari pekerjaan seorang akuntansi.

Fungsi Dan Tujuan Laba Ditahan

Fungsi dan tujuan laba ditahan di dalam suatu perusahaan ialah sebagai pembantu agar dapat terpenuhinya segala kebutuhan, dalam hal pendanaan dari sebuah perusahaan tersebut.

laba ditahan ini juga dapat digunakan untuk :

  • Pengembangan suatu usaha (ekspansi bisnis)
  • Pembayaran hutang perusahaan
  • Membiayai kegiatan operasional perusahaan

Berikut penjelasan lengkapnya :

Pengembangan Usaha

Jenis laba yang tidak dibagikan pada pemilik perusahaan, akan kembali digunakan untuk mengembangkan bisnis di perusahaan.

Pengembangan bisnis ini bentuk nya bermacam-macam, mulai dari pembangunan pabrik, membeli mesin , menambah land dalam Bank perusahaan, mengakuisi perusahaan supplier atau berinvestasi di pasar.

Pembayaran Utang

Fungsi dan kegunaan dari laba diitahan adalah untuk menjalankan pembayaran utang di perusahaan.

Terutama untuk utang jangka panjang yang segera jatuh tempo. Pada umumnya utang jangka panjang mempunyai nilai nominal yang cukup besar.

Bila tidak segera dibayarkan, maka akan ada resiko perusahaan di pailitkan oleh para kreditur.

Perusahaan dapat melunasi utang yang akan segera jatuh tempo, dengan cara menerbitkan saham baru dan obligasi.

Tetapi kedua jenis pendanaan tersebut mempunyai biaya modal yang tak sedikit.

Laba diitahan merupakan salah satu opsi terbaik untuk perusahaan, karena tidak adanya biaya modal dan mudah dilakukan.

Pembiayaan Operasional Perusahaan

Laba diitahan juga akan mendukung kegiatan operasional untuk perusahaan.

Perusahaan yang sedang tumbuh besar dan berkembanng pesat akan selalu membutuhkan dana yang besar, untuk membiayai kegiatan operasional yang semakin kompleks.

Dengan menggunakan laba diitahan , maka perusahaan tidak membutuhkan uang dan dana yang asalnya dari luar dalam membiayai kegiatan operasionalnya.

Unsur Laba Ditahan

Laba bersih tentu akan menambah jumlah laba yang ditahan di dalam perusahaan.

Laba bersih adalah laba yang sudah dikurangi dengan bunga dan juga pajak dalam perusahaan.

Baca Juga :   Fungsi Permintaan

Rugi bersih memiliki efek yang sama sebaliknya, rugi akan mengurangi jumlah uang yang ditahan oleh perusahaan.

Laba/Rugi Bersih

Laba maupun rugi bersih dapat menambah ataupun berkurangnya suatu laba diitahan dengan prosedur tutup buku, pada laba atau rugi yang dihasilkan dengan membuat jurnal penutup.

Laba atau rugi sebuah perusahaan akan dipengaruhi oleh pendapatan dan juga beban.

Pendapatan dan beban juga merupakan akun priodik yang akan digunakan untuk periode berikutnya. Sehingga saldo akun itu harus ditutup.

Pos pendapatan dan beban harus ditutup ke dalam pos akun laba diitahan di setiap akhir periode, penutupan akun pendapatan dan beban tersebut akan berpengaruh pada laba diitahan di suatu perusahaan.

Pembagian Dividen

Dividen adalah bagian laba bersih dari suatu perusahaan, yang dibagikan kepada para pemegang saham perusahaan.

Apakah dividen akan dibagikan? semua itu akan bergantung pada kebijakan dividen dari perusahaan tersebut.

Besar atau kecilnya dividen juga akan dibagikan oleh perusahaan, bisa yang bentuknya dividen tunai atau dividen saham.

Pembagian dividen ini akan diambil dari laba yang ditahan dalam perusahaan, sehingga disaat perusahaan memberikan pengumuman untuk segera memberikan berupa dividen dalam apapun bentuknya, laba yang ditahan pasti akan berkurang.

Hubungan Antara Investor Perusahaan Dan Laba Ditahan

Para investor di dalam suatu perusahaan yang memiliki keuntungan untuk berharap atas hasil dari sebuah investasi yang telah mereka jalani dalam bentuk dividen.

Bagaimana juga, investor selalu menginginkan supaya perusahaan nya berkembang dan mendapatkan keuntungan lebih besar agar biaya sahamnya naik pesat, dan memberikan uang lebih banyak kepada para investor dalam jangka panjang.

Agar sebuah perusahaan bisa cepat berkembang secara efektif, laba dittahan harus di investasikan kembali ke dalam perusahaan tersebut.

Biasanya hal dilakukan dengan caramenggunakan labba ditahan untuk meningkatkan efisiensi atau memperluas usahanya.

Jika hal ini berhasil, investasi ini akan menyebabkan perusahaan lebih berkembang, meningkatkan profitabilitas sebuah perusahaan, harga saham, dan memungkinkan investor menghasilkan lebih banyak uang daripada jika mereka meminta pembayaran dividen yang lebih tinggi sejak awal

  • Pada suatu perusahaan yang berhasil meraih keuntungan dan menahan laba nya dalam jumlah yang sangat besar tetapi perusahaan ini tetap tidak bisa berkembang, para investor biasanya akan meminta dividen yang lebih besar sebab uang yang sudah mereka ijinkan untuk “disimpan” dengan perusahaan tidak digunakan secara efektif untuk memberikan uang yang lebih banyak kepada perusahaan tersebut.
  • Perusahaan yang tidak menahan laba atau membayar dividen, tidak akan menarik minat investor dalam perusahaan.

Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Laba Ditahan 

Laba dittahan pada suatu perusahaan bisa berfluktuasi suatu periode ke periode laporan selanjutnya.

Akan tetapi, hal ini bukan hanya karena perubahan aliran dalam penerimaan perusahaan.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi jumlah saldo laba yang ditahan oleh perusahaan ialah seperti dibawah ini :

  • Perubahan dalam penerimaan bersih
  • Perubahan dari jumlah uang yang di bayarkan sebagai dividen kepada para investor
  • Perubahan dalam harga pokok penjualan
  • Perubahan dalam biaya administrasi
  • Perubahan dalam pajak perusahaan
  • Perubahan dalam strategi bisnis dalam perusahaan
Baca Juga :   Contoh Laporan Keuangan

Laporan Mengenai Laba Ditahan

Laporan laba ditahan berisi tentang perubahan yang terjadi pada laba yang ditahan perusahaan, dalam periode berjalan.

Rincian laba diitahan ini umumnya bisa diambil dari laba maupun rugi atas operasional perusahaan, bayaran untuk dividen, dan pos lainnya yang akan memengaruhi saldo laba yang ditahan.

Menghitung Laba Ditahan Perusahaan

Semua Perusahaan Di Haruskan Melakukan Data Dokumentasi Atas Riwayat Keuangan

Jika bisa melakukan nya, biasa nya dapat dimudahkan peritungan laba di tahan dalam jangka periode yang telah berjalan bersama menggunakan angka dari hasil laporan resmi ini untuk mengetahui jumlah laba diitahan pada tanggal tertentu, laba bersih, dan dividen yang sudah dibayar, di bandingkan jika Anda harus menghitung nya secara manual.

Laba diitahan dalam perusahaan sampai periode pencatatan yang akan berakhir dan modal sendiri pemegang saham akan ditampilkan dalam neraca saldo, sementara padalaba bersih perusahaan yang akan ditampilkan dalam laporan rugi laba untuk periode yang berjalan.

Jika Anda bisa memperoleh semua informasi ini, Anda bisa menghitung laba diitahan dengan rumus sebagai berikut: 

Laba bersih – dividen yang dibayarkan = laba ditahan.

Selanjutnya, menghitung laba bersih pada kumulatif, tambahkan angka laba diitahan yang baru saja Anda hitung dengan saldo laba diitahan yang sudah ada.

Contoh; misalnya pada akhir tahun 2011 bisnis Anda mempunyai saldo laba diitahan kumulatif sebesar $512 juta.

Selama pada tahun 2012, bisnis kamu akan menghasilkan laba bersih sebesar $21,5 juta dan membayar dividen sebesar $5,5 juta. Saldo akhir laba diitahan dari bisnis Anda adalah sebesar:

21,5 – 5,5 = 16

512 + 16 = 528. Bisnis Anda sudah mempunyai laba diitahan sebesar $528 juta.

Cara Menghitung Laba Kotor

Apabila tidak dapat mengakses suatu nilai laba bersih dengan pasti, maka bisa juga terhitungnya laba bersih itu dari sebuah usaha dalam perhitungan manual melalui sebuah proses yang lebih panjang.

Dimulai dengan cara menghitung laba kotor dari sebuah perusahaan. Laba kotor adalah sebuah jumlah angka yang dihasilkan dari laporan rugi atau laba dalam bentuk bertahap atau dihitung dengan cara mengurangi uang dari hasil penjualan dengan harga pokok penjualan.

  • Sebagai contoh; suatu Perusahaan besar sukses mencapai sebuah angka penjualan sebesar $150.000 dalam sebuah Quartal, diwajibkan harus mengeluarkan uang sebanyak $90.000 untuk barang yang dibutuhkan dalam menghasilkan banyak angka penjualan sebesar $150,000 tersebut. Laba kotor selama satu kuartal ini adalah $150.000 – $90.000 = $60.000.

Hitunglah Laba Operasi

Laba operasi akan mencerminkan suatu laba perusahaan setelah membayar biaya penjualan atau harga operasi, upah yang akan sudah dibayar.

Untuk menghitung laba operasi , di kurangi laba kotor dengan biaya-biaya operasi perusahaan (tidak termasuk harga pokok penjualan).

  • Misalnya; dalam kuartal yang sama dimana bisnis kita menghasilkan laba kotor sebear $60.000, ada pembayaran biaya administrasi dan upah sebesar $15.000. Dengan ini laba operasi perusahaan akan berjumlah menjadi $60.000 – $15.000 = $ 45.000.
Baca Juga :   Keseimbangan Pasar

Cara Menghitung Laba Bersih Sebelum Pajak 

Menghitung laba bersih sebelum pajak, kurangi laba operasi perusahaan pada bunga.

Penyusutan dari nilai aktiva dan selama masa ekonomisnya , di tulis sebagai biaya dalam laporan rugi/laba.

Dalam suatu perusahaan telah melakukan pembelian sebuah alat- alat yang harganya mencapai $20.000 dalam masa ekonomis selama 10 tahun, dan dapat menimbulkan suatu biaya depresiasi yaitu sebanyak $2.000 per tahunnya, dengan asumsi nilai nya terdepresiasi secara merata.

Contohnya; perusahaan kita membayar biaya bunga sebesar $1.200 dan biaya depresiasi sebesar $4.000. Laba bersih sebelum pajak dalam perusahaan kita akan menjadi $45.000 – $1.200 – $4.000 = $39.800.

Cara Menghitung Laba Bersih Setelah Pajak 

Biaya terakhir yang harus anda perhitungkan adalah pajak. Supaya menghitung laba bersih setelah pajak, kesatu tambahkan tarif pajak dalam suatu perusahaan dengan menggunakan laba bersih sebelum pajak.

Seterusnya, untuk menghitung kembali laba bersih setelah pajak, kurangi lah angka hasil perkalian ini dari angka laba bersih sebelum pajak.

  • Misalnya; kita asumsikan bahwa tarif pajak adalah 34%. Biaya pajak yang harus kita bayar adalah sebesar 34%(0,34) x $39.800 = $13.532.
  • Selanjutnya, kita kurangkan angka ini dari jumlah laba bersih sebelum pajak sebagai berikut: $39.800 – $13.532 = $26.268.

Terakhir, Kurangi Dengan Jumlah Dividen Yang Sudah Dibayarkan

Setelah perhitungan besar suatu laba bersih dari perusahaan selanjutnya bisa mengurangi semua biayanya telah menjadi tanggung jawab perusahaan, karena perusahaan memiliki sebuah angka yang bisa kita gunakan untuk menghitung besarnya laba yang ditahan selama periode pembukuan yang berjalan.

Cara mencarinya, kurangi laba bersih sesudah pajak dengan dividen yang sudah di bayarkan.

  • Dalam contoh yang kita bahas, kita asumsikan bahwa kita membayar dividen kepada para investor sebesar $10.000 untuk kuartal ini.
  • Laba diitahan untuk periode yang berjalan ini akan menjadi $26.268 – $10.000 atau $16.268.

Hitunglah Saldo Akhir Dari Akun Laba Ditahan

Laba dithan adalah akun kumulatif yang menunjukkan perubahan bersih dari laba diitahan sejak berdirinya perusahaan sampai berjalannya perusaahan sampai saat ini.

Untuk melihat jumlah besarnya laba yang akan di berhentikan secara keseluruhan, masukan laba yang akan ditahan dari periode yang sedang berjalan dengan saldo akhir labaa ditahan pada saat periode pembukuan yang telah berakhir.

  • Kita asumsikan bahwa perusahaan kita sudah menahan laba sebesar $30.000 sampai saat ini.
  • Sekarang saldo pada akun labaa ditahan kita akan menjadi $30.000 + $16.268 = $46.268.

Contoh tersebut berlaku juga untuk semua perhitungan dalam mata uang yang lain nya.

Nah demikianlah yang dapat quipper.co.id sampaikan semoga ulasan ini dapat membantu teman-teman semua.

Baca Juga :