Keseimbangan Pasar

Posted on

Keseimbangan Pasar – Hay sahabat semua.! Pada perjumpaan kali ini kembali akan quipper.co.id sampaikan pembahasan materi makalah tentang keseimbangan pasar. Namun pada perjumpaan sebelumnya, yang mana kami juga telah menyampaikan materi tentang Cara Menghitung Laba Ditahan. Nah untuk melengkapi apa yang menjadi pembahasan kita kali ini maka, mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Keseimbangan Pasar

Keseimbangan Pasar
Keseimbangan Pasar

Keseimbangan pasar ialah suatu kondisi di mana jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu.

Keseimbangan pasar juga dapat dipahami sebagai suatu kondisi di mana harga produk yang ditawarkan sama dengan harga produk yang diminta oleh konsumen.

Ketika titik keseimbangan atau titik impas pasar tercapai, tidak ada kecenderungan perubahan harga atau harga harus diperbaiki.

Harga ini disebut harga keseimbangan. Pembentukan harga keseimbangan pasar ditentukan dengan kekuatan dalam permintaan dan penawaran.

Jika permintaan lebih kuat dari penawaran, harga akan meningkat. Di sisi lain, jika penawaran lebih kuat dari permintaan, harga akan turun.

Dalam proses negosiasi harga barang, keseimbangan pasar dicapai ketika produsen dan konsumen sepakat pada tingkat harga tertentu untuk barang yang menjadi subjek transaksi.

Yaitu, harga di mana produsen bersedia untuk menjual barang di harga di mana konsumen mau membeli barang.

Sederhananya, konsep keseimbangan pasar dapat dipahami sebagai kesepakatan dan antara penjual atau melalui produsen dan pembeli atau dengan konsumen.

Tetapi, yang lebih kompleks, neraca pasar dapat diartikan sebagai titik cutoff sebagai hasil dari pertemuan antara fungsi atau juga kegunaan dalam permintaan dan fungsi penawaran.

Fungsi Keseimbangan Pasar

Neraca atau keseimbangan pasar memiliki dua fungsi utama yang memainkan peran penting dalam pembentukannya. Fungsi keseimbangan pasar meliputi:

  • Fungsi Permintaan

Fungsi atau kegunaan permintaan adalah persamaan yang dapat menunjukkan hubungan dalam jumlah barang yang dipesan dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya.

Fungsi ini berfungsi sesuai dengan hukum permintaan, yaitu, jika harga suatu barang meningkat, permintaan untuk barang tersebut akan berkurang.

Baca Juga :   Contoh Analisis SWOT

Di sisi lain, jika harga barang naik, permintaan barang tersebut akan meningkat.

Hubungan antara harga dan jumlah barang dalam fungsi atau kegunaan permintaan berbanding terbalik.

Artinya, ketika harga produk turun, permintaan meningkat. Dan sebaliknya. Oleh karena itu, gradien fungsi permintaan selalu negatif.

Bagaimana jika harga barang yang berlaku di pasar lebih rendah dari harga keseimbangan?

Ini jelas akan menghasilkan permintaan berlebih (kekurangan pasar).

Kelebihan permintaan adalah suatu kondisi di mana jumlah barang yang diminta lebih besar dari jumlah barang yang dapat ditawarkan pada harga pasar saat ini.

Kondisi ini menciptakan persaingan di antara konsumen untuk mendapatkan barang, karena barang yang ada atau tersedia pun terbatas.

Konsekuensi tambahan, harga akan dinaikkan sehingga jumlah permintaan dan penawaran menjadi seimbang.

  • Fungsi penawaran

Fungsi atau kegunaan penawaran dapat dipahami melalui persamaan yang dapat menunjukkan hubungan dalam harga produk dan jumlah produk yang sudah ditawarkan dengan produsen.

Fungsi atau kegunaan penawaran bekerja sesuai dengan hukum penawaran, di mana kenaikan harga produk akan diikuti oleh peningkatan jumlah produk yang ditawarkan.

Di sisi lain, penurunan harga produk akan diikuti oleh penurunan jumlah produk yang ditawarkan.

Terbukti, penerapan hukum penawaran ini menggunakan asumsi cateris paribus, yaitu faktor-faktor lain yang mempengaruhinya dianggap permanen.

Dalam pengertian ini, harga dan kuantitas yang dapat ditawarkan selalu menghasilkan hubungan yang positif.

Proses Terbentuknya Keseimbangan Pasar

Bagaimana keseimbangan atau neraca pasar terbentuk?

Pada dasarnya, setiap orang melakukan kegiatan ekonomi baik dalam perannya sebagai produsen atau penjual maupun pembeli atau konsumen.

Sebagai produsen, mereka menginginkan laba maksimum dan karenanya menetapkan harga barang setinggi mungkin.

Sementara di sisi konsumen, jelas bahwa Anda ingin kepuasan membeli produk dengan harga serendah mungkin.

Jika masing-masing pihak mempertahankan keinginannya, transaksi pembelian dan penjualan tidak akan pernah terjadi. Karena itu, ada proses negosiasi.

Proses negosiasi bertujuan untuk mendapatkan kesepakatan harga antara penjual dan pembeli.

Baca Juga :   Metode Penyusutan

Jika kedua belah pihak menyetujui harga tertentu, transaksi pembelian dan penjualan dapat dilakukan pada harga yang disepakati, di mana harga kontrak mencerminkan harga saldo atau keseimbangan.

Kesepakatan atau perjanjian tingkat harga antara jumlah barang yang diminta dan jumlah barang yang ditawarkan merupakan keseimbangan pasar.

Ketika keseimbangan pasar terbentuk, tidak akan ada lagi barang untuk penjual atau konsumen yang tidak mendapatkannya dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Karena itu, tidak ada alasan untuk menaikkan dan menurunkan harga produk dengan asumsi bahwa Cateris Paribus.

Pembentukan keseimbangan pasar terjadi bersamaan dengan pencapaian harga keseimbangan, di mana produsen dan konsumen tidak ingin menambah atau mengurangi barang yang dijual atau dikonsumsi.

Neraca harga ini terjadi ketika permintaan dan penawaran berada pada titik yang sama, tidak lebih dan tidak kurang.

Ini berarti bahwa pasar tidak mengalami kelebihan permintaan atau kelebihan pasokan.

Ketika keseimbangan atau neraca pasar terbentuk, posisi jumlah permintaan akan sama dengan jumlah penawaran, sehingga membentuk nilai keseimbangan.

Begitu pula dengan harganya. Harga yang diminta akan sama dengan harga yang ditawarkan, sehingga saldo harga terbentuk.

Dari penjelasan di atas, jika kondisi keseimbangan pasar dinyatakan dengan matematis, maka akan menjadi sebagai berikut.

Permintaan = Penawaran

  • QD = QS = QE
  • PD = PS = P

Secara grafis, keseimbangan pasar atau neraca pasar yang terjadi ada pada titik persimpangan antara kurva dalam permintaan dan kurva dalam penawaran

Pengendalian dan Harga Dalam Pembentukan Keseimbangan Pasar

Kondisi pasar yang tidak pasti yang seringkali sulit diprediksi. Banyak faktor yang mempengaruhi neraca pasar sehingga sulit dibentuk.

Dengan asumsi cateris paribus, neraca pasar dikurangi menjadi permintaan dan penawaran, mengabaikan faktor-faktor yang memengaruhi lainnya.

Dalam transaksi ekonomi, harga saat ini ditentukan oleh mekanisme pasar.

Oleh karena itu, harga suatu barang umumnya tidak stabil. Fluktuasi harga membuat sulit untuk menyeimbangkan harga pasar.

Harga yang terlalu tinggi merugikan konsumen, sementara harga yang terlalu rendah merugikan produsen.

Untuk menjaga harga stabil, kebijakan ekonomi diperlukan sebagai bentuk intervensi pemerintah.

Baca Juga :   Fungsi Permintaan

Kebijakan ini diperlukan agar harga barang-barang esensial, terutama barang-barang kebutuhan dasar masyarakat, tetap dapat diakses.

Secara umum, kebijakan ekonomi untuk menstabilkan harga produk adalah mengendalikan harga dasar dan harga maksimum.

  • Pengendalian harga dasar atau terendah

Pengendalian atau kontrol harga dasar atau terendah adalah penentuan batas bawah dari harga maksimum barang yang dapat dijual oleh produsen.

Kebijakan ini dilakukan ketika harga jual produk sangat rendah, dengan risiko merugikan produsen atau penjual.

Dengan kebijakan ini, konsumen diharapkan mengurangi permintaan mereka. Di sisi lain, produsen dapat menggunakannya untuk menambah jumlah produk yang ditawarkan.

Peningkatan jumlah barang yang ditawarkan berpotensi menyebabkan kelebihan pasokan, menghasilkan surplus.

Dalam hal ini, pemerintah akan membeli kelebihan, menabung, dan menjualnya kembali di masa depan.

Selain itu, kondisi surplus juga memungkinkan produsen untuk mengekspor produknya untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.

  • Pengendalian dan harga maksimum atau dengan harga tertinggi

Penentuan harga maksimum atau tertinggi adalah penentuan harga jual maksimum yang diizinkan bagi produsen untuk menawarkan kepada konsumen.

Intervensi ini dilakukan ketika harga produk sangat tinggi, sehingga sulit menjangkau konsumen.

Batas harga yang lebih tinggi ini harus dihormati oleh produsen, untuk menawarkan produk mereka dengan harga yang lebih tinggi dari batas tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Tujuan dari intervensi ini adalah untuk menjaga stabilitas harga, sehingga tetap dapat diakses oleh masyarakat.

Dalam praktiknya, menentukan harga maksimum akan mendorong peningkatan jumlah permintaan.

Di sisi lain, total pasokan barang oleh produsen sebenarnya menurun. Akibatnya, terjadi kelebihan permintaan yang memicu kelangkaan barang.

Untuk memenuhi kelebihan permintaan domestik, kebijakan impor atau tekanan untuk meningkatkan volume produksi barang dalam pasokan pendek.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan barang.

Nah itulah pembahasan yang bisa kami sampaikan kali ini tentang keseimbangan pasar, semoga bermanfaat dan dapat membantu teman-teman semua

Baca Juga :