Fungsi Garis Bujur Dan Garis Lintang

Posted on

Fungsi Garis Bujur Dan Garis Lintang – Assalammualaikum sahabat semuanya pada kesempatan kali ini quipper.co.id akan membahas materi mengenai Fungsi Garis Bujur Dan Garis Lintang.

Nah dibawah ini quipper.co.id telah merangkum secara detail penjelasannya mari langsung saja kita simak pembahasannya sebagai berikut.

Apabila kita menunjukkan suatu lokasi maka kita dapat menunjukkan dengan suatu kordinat yang kordinat tersebut sebagai perwakilan dari Latitude (garis lintang) dan pada Longtitude (garis bujur).

Jika anda seorang developer yang paling sering berinteraksi dengan google maps pastinya sudah tidak asing lagi yang namanya Garis Lintang dan juga Garis Bujur.

Oleh karena itu kali ini quipper.co.id akan menjelaskan pengertian mengenai Garis Bujur dan juga Garis Lintang beserta fungsinya sebagai berikut.

Fungsi Garis Bujur Dan Garis Lintang
Fungsi Garis Bujur Dan Garis Lintang

Pengertian Garis Bujur

Garis bujur ialah merupakan suatu garis khayal yang dapat ditarik dari sebelah kutub utara ke sebelah kutub selatan atau sebaliknya.

Dan garis bujur ini akan dibagi bumi menjadi 2 bagian yaitu seperti belahan bumi bagian timur dan juga pada belahan bumi dibagian barat.

Tempat yang dianggap sebagai 0° pada suatu penetapan pada garis bujur dan garis dari kutub sebelah utara dan ke kutub sebelah selatan yang tepat melintasi kota Greenwich yang ada di inggris.

Baca Juga :   Peta Persebaran Flora Dan Fauna

Fungsi Garis Bujur

Fungsi Garis Bujur
Fungsi Garis Bujur

Selama ini kita telah mengenal garis bujur sebagai salah satu dari penentu lokasi yang letak astronomisnya merupakan suatu wilayah.

Namun pada kenyataannya garis bujur ini masih mempunyai fungsi lainnya, apa aja sih fungsi dari garis bujur ini nah berikut ini ada beberapa fungsi bujur sampai sekarang ini.

  • Bersama dengan garis lintang, garis bujur juga akan menentukan suatu lokasi yang tertentu.
    • Kombinasi antara garis bujur dengan garis lintang akan menentukan di mana suatu lokasi tertentu berada.
    • Keduanya akan menentukan lokasi yang absolut dari suatu daerah, objek geografi, atau tempat tertentu.
    • Dalam sistem koordinat garis lintang ini dapat dilambangkan sebagai sumbu x sedangkan pada garis bujur dapat dilambangkan sebagai sumbu y.
  • Dan garis bujur ini juga dapat dijadikan sebagai dasar penentuan pembagian waktu yang ada di seluruh bumi ini.
    • Setiap jarak 15° ke arah bujur timur maupun ke arah bujur barat maka akan menunjukkan selisih waktu sekitar 60 menit (1 jam).
  • Garis bujur tersebut pun dapat digunakan sebagai memperagakan gerak pada rotasi bumi.
  • Yaitu selama sehari bumi akan berotasi sampai sekitar 360°.
    • 360° tersebut akan dibagi menjadi 24 jam, karena dalam pembagian setiap waktu di bumi jaraknya sekitar 15° dan akan menghasilkan selisih waktunya sekitar 1 jam.
    • Dasarnya yaitu 360° atau 24 jam sama dengan 15°.
    • Jadi setiap rotasi bumi sekitar 15° berarti dapat menghabiskan waktu sebanyak 1 jam.
  • Garis bujur dapat dijadikan sebagai alat peraga di siang dan juga dimalam hari.
    • Siang dan juga malam muncul karena adanya rotasi bumi dan juga penyinaran pada matahari.
    • Dengan adanya rotasi bumi dengan pembagian buminya menjadi bujur timur dan juga bujur barat, dengan hal ini kita akan mengetahui bagaimana proses siang dan malam itu terjadi.
    • Selain dari itu garis bujur juga akan menjelaskan tentang perbedaan penanggalan.
    • Pada garis bujur sekitar 180° yang melewati benua di dunia misalnya yaitu samudera pasifik dianggap sebagai garis penanggalan pada internasional.
    • Pada garis bujur 180° inilah terdapat perbedaan penanggalan yang akan terjadi.
    • Apabila di bagian timur telah memasuki hari selasa maka di bagian barat masih hari senin.
Baca Juga :   Perbedaan Geologi Dan Geografi

Pengertian Garis Lintang

Garis lintang ialah merupakan suatu garis maya yang melingkar dibumi dan dapat ditarik dari arah barat sampai timur.

Ataupun garis khayal yang digunakan untuk menentukan lokasi yang ada di bumi kepada garis khatulistiwa.

Garis lintang yang berada di belahan bumi utara bisa disebut sebagai garis lintang utara yang besarnya dari 0° sampai 90° LU.

Semakin dia ke arah utara maka panjangnya pun akan semakin kecil bahkan pada 90° LU hanya berupa titik yaitu titik kutub utara.

Pada garis lintang yang berada di belahan bumi bagian selatan ini dapat disebut sebagai garis lintang selatan yang besarnya dari 0° sampai 90° LS.

Jika semakin ke arah selatan maka panjangnya pun akan semakin kecil bahkan pada 90° LS hanya berupa titik yaitu seperti titik pada bagian kutub selatan.

Serta pada garis lintang 0° dapat disebut sebagai garis khatulistiwa atau garis ekuator yang mana dapat membagi bumi menjadi dua bagian dengan sama besar antara belahan bumi dan bagian selatan serta utara.

Fungsi Garis Lintang

Fungsi Garis Lintang
Fungsi Garis Lintang

Disamping itu garis lintang ini berfungsi untuk menunjukkan suatu kordinat pada lokasi bersama dengan garis bujur tersebut.

Dan fungsi lain dari garis lintang ini dapat digunakan sebagai penanda dalam pembagian zona iklim di muka bumi ini.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa daerah yang tropis ini akan mendapatkan paparan matahari sepanjang waktu.

Dan ketika siang hari hal ini mempunyai rentang pada garis lintang di antara 23 ½° LU sampai 23 ½ °LS.

Maka dari itu daerah yang tropis hanya mempunyai 2 musim yaitu musim hujan dan juga musim panas.

Untuk daerah – daerah yang letaknya antara 23 ½° LU, 66 ½° LU, antara 23 ½° LS, 66 ½° LS disebut sebagai daerah yang subtropis dan daerah tersebut memiliki empat musim diantaranya yaitu :

  • Musim Semi.
  • Musim Gugur.
  • Musim Dingin.
  • Musim Panas.

Apabila kita tinggal di daerah kutub utara maupun kutub selatan maka kita hanya akan menemukan satu kali siang dan juga satu kali malam dalam 365 hari atau dalam 1 tahun.

Baca Juga :   Lapisan Atmosfer

Garis Bujur Yang Dimiliki Indonesia Dan Akibatnya

Indonesia berada dilokasi garis bujur 95° BT – 141° BT, apabila lokasi tersebut dihitung dari lokasi itu ialah 0° dari kota Greenwich.

Maka indonesia akan memiliki perbedaan waktu dengan kota Greenwich sekitar 7 jam.

Mengapa hal itu terjadi, karena 95° / 15° = 7 jam, jadi indonesia memiliki waktu sekitar 7 jam lebih awal apabila dibandingkan dengan kota Greenwich.

Berdasarkan keputusan dari presiden RI No. 243 Tahun 1963, indonesia memakai pembagian tiga zona waktu yaitu mulai dari ketetapan tersebut dan mulai diterapkan pada tanggal 1 januari tahun 1964.

Adapun penetapan tiga zona waktu di indonesia ini didasarkan dengan beberapa pertimbangan yaitu sebagai berikut :

  • Membuat dan juga merujuk ke pada peraturan yang lebih sederhana.
  • Pembagian waktu tersebut diusahakan agar waktu matahari sejati.
    • Jangan sampai bedanya terlalu besar dengan waktu tolok terutama pada kota – kota besar dan juga penting.
  • Batas pada suatu pembagian wilayah dan juga waktu tidak boleh sampai membelah suatu provinsi.
  • Untuk menetapkan pembagian pada zona waktu di indonesia ini kita harus memperhatikan berbagai faktor lainnya yaitu.
  • Seperti faktor politik, agama, ekonomi, serta kegiatan masyarakat, dan kepadatan penduduknya.
  • Selain dari itu lalu lintas atau perhubungan, sosio – psikologis, beserta perkembangan terhadap pembangunannya.

Dengan penjelasan diatas kita dapat mengetahui bahwa pembagian 3 zona yang ada di indonesia ini ternyata didasarkan dengan posisi di indonesia terhadap garis bujurnya.

Walaupun garis bujur tersebut berperan sangat penting dalam sistem navigasi guna menentukan suatu lokasi.

Akan tetapi garis bujur ini pun mempunyai peranan yang mutlak untuk menentukan pembagian waktu yang ada di bumi ini termasuk yang ada di indonesia.

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai Fungsi Garis Bujur Dan Garis Lintang yang telah quipper.co.id sajikan untuk sahabat semuanya, semoga pembahasan kali ini dapat bermanfaat. Terimakasih.

Artikel Terkait Lainnya :