Alat Ukur Listrik

Posted on

Alat Ukur Listrik – Hayy sahabat semua pada kesempatan kali ini quipper.co.id akan menjelaskan mengenai alat ukur listrik : Pengertian, jenis berserta fungsinya.

Sebenernya setiap manusia dapat mengukur segala bentuk dari berbagai energi.

Akan tetapi manusia hanya bisa mengiranya saja seperti kuat atau lemahnya, tinggi atau rendahnya.

Besar atau kecilnya tanpa menyebutkan angka yang pasti dari energi yang diukur tersebut.

Sehingga manusia membutuhkan alat ukur untuk mengetahui nilai yang pasti dari suatu energi tersebut.

Selain dari itu alat ukur juga dapat melindungi manusia contohnya apabila kita ingin mengetahui suhu air yang sedang mendidih.

Apa kita mau menyentuhnya langsung? siapa sih yang mau kulitnya melepuh?

Maka dari itu gunakanlah termometer, oleh karena itu manusia sangat membutuhkan alat ukur.

Alat Ukur Listrik
Alat Ukur Listrik

Daftar Isi :

Baca Juga :   Sifat Zat Cair

Perbedaan dari kedua jenis ini hanya terdapat pada tampilan dari hasil pengukuran saja.

Dan multimeter analog ini dapat menampilkan hasil pengukuran yang berupa sebuah jarum penunjuk dan juga skala pada pengukuran.

Sedangkan pada multimeter yang digital ini hasil pengukurannya ditampilkan dalam bentuk angka dan juga satuan.

Fungsi dari multimeter terdapat dari tiap – tiap bagian berikut ini ada beberapa bagian – bagian dari multimeter ini yaitu sebagai berikut :

  • Meter korektor :
    • Dapat digunakan untuk mengatur jarum AVO meter ke skala nol sebelum digunakan.
  • Range selektor switch :
    • Sakelar putar yang digunakan harus sesuai dengan batasan nilai pada arus, tegangan, maupun tahanan yang telah diukur.
  • Terminal (+) dan juga (-) com :
    • Pada terminal kutub positif (+) dan juga kutub (-) pada listrik.
  • Terminal (+) ini dapat dihubungkan ke kabel yang akan digunakan untuk mengukur arus, tegangan, maupun tahanan yang berpotensi tinggi.
  • Terminal (-) ini juga dapat dihubungkan ke kabel yang akan digunakan untuk mengukur arus, tegangan, maupun tahanan yang rendah.
  • Pointer atau jarum meter :
    • Pada pelat jarum yang digunakan itu untuk menunjukkan pada nilai besaran yang diukur.
  • Cermin atau mirror :
    • Batasan nilai pada ohmmeter dengan nilai ampermeter dan juga voltmeter.
  • Scale atau skala :
    • Untuk ukuran pembacaan pada nilai besaran.
  • Zero adjusment :
    • Dapat digunakan untuk menempatkan jarum meter pada posisi nol saat akan digunakan untuk mengukur tahanan listrik maupun menggunakan ohmmeter.
  • Angka – angka BU atau Batas Ukur :
    • Pada angka – angka batas ukur ini sesuai dengan satuan yang telah diukur.
  • Case atau kotak meter :
    • Tempat untuk meletakkan komponen – komponen multimeter maupun AVO meter.

Keterangan : Alternating Current Volt ini dapat digunakan untuk mengukur pada arus bolak – balik.

Dan batasan ukur ACV dapat dibagi menjadi beberapa jangkauan contohnya seperti 0-30volt, 0-120volt, 0-300volt, 0-6volt, dan juga 0-1200volt.

Bagian ohmmeter ini dapat digunakan untuk mengukur tahanan listrik dan juga batasan ukur nilai.

Nilai ohmmeter dapat dibagi menjadi beberapa jangkauan contohnya x10, x10k, x1, x1k.

DCV (Direct Current Volt) ini dapat digunakan sebagai voltmeter dalam mengukur suatu tegangan listrik dengan searah (DC).

Batas ukur DCV dapat dibagi dalam beberapa jangkauan contohnya 0-1200volt, 0-120volt, 0-300volt, 0-30volt, 0-12volt, dan 0-3volt.

Berikut ini ada beberapa yang harus kita perahatikan sebelum kita menggunakan multimeter yaitu sebagai berikut :

  1. Multimeter ini dapat digunakan untuk mengukur arus, tegangan, dan juga tahanan pada listrik dalam jangkauan batas ukur supaya tidak rusak.
  2. Gunakan sakelar putus sesuai dengan besaran yang diukur tersebut contohnya apabila kita ingin menggunakan ohmmeter untuk mengukur tahanan listrik maka bukan untuk mengukur suatu tegangan listrik.
  3. Periksalah posisi jarum meter ketika ingin digunakan dan pastikan jarum sudah menunjuk ke angka nol yang disebelah kiri pada skala DcmA, ACV, atau DCV, dan yang disebelah kanan pada skala ohmmeter.
Baca Juga :   Arus Listrik Searah

Amperemeter

Amperemeter dapat digunakan untuk mengukur arus listrik dan rangkaian amperemeter ini disusun dengan menggunakan galvanometer.

Susunan menggunakan galvanometer itu sebagai indikator pada nilai arus listrik yang diukur.

Pengukuran arus listrik dapat dilakukan secara seri yaitu ampermeter dihubungkan dengan seri pada bagian rangkaian listrik yang akan diukur.

Amperemeter ini fungsinya untuk mengukur besar arus pada listrik yang mengalir dan pada suatu rangkaian listrik.

Dalam menggunakan amperemeternya ini harus dipasang dengan seri pada sebuah beban, mengapa seperti itu?

Karena pada dasarnya apabila sebuah resistor dalam hal ini resistor pada amperemeter dapat dipasang dengan paralel maka nilai resistansinya akan kecil dan arusnya akan membesar.

Baca Juga : Getaran Harmonis

Sehingga arus yang masuk ke dalam amperemeter ini akan merusak amperemeter tersebut.

Apabila dipasang seri maka resistansi pada resistornya akan sesuai dengan spesifikasinya.

Sehingga dapat menghambat arus yang masuk ke amperemeter dan dapat mencegah kerusakan amperemeter.

Pada industri amperemeter ini biasanya dipasang dengan secara permanen pada suatu rangkaian listrik.

Sehingga tidak perlu lagi melepas kabelnya hanya untuk sekedar memasang seri pada suatu amperemeter.

Voltmeter

Voltmeter ini dapat digunakan untuk mengukur tegangan listrik dan pada rangkaian voltmeter ini dapat disusun dengan menggunakan galvanometer sebagai indikator pada nilai tegangan listrik yang akan diukur.

Pengukuran pada tegangan listrik ini dilakukan secara paralel yaitu voltmeter ini dihubungkan dengan paralel pada bagian rangkian listrik yang akan diukur.

Adapun rangkaian pengukuran pada tegangan listrik ini dapat menggunakan voltmeter.

Voltmeter ini fungsinya untuk mengukur besar tegangan listrik yang akan mengalir pada suatu rangkaian pada listrik tersebut.

Dan dalam menggunakan voltmeternya ini harus dipasang dengan secara seri. 

Ohmmeter

Ohmmeter ini fungsinya untuk mengukur besar hambatan listrik namun biasanya ini digunakan untuk mengetahui terhubung atau tidaknya.

Pengetahuan antara dua titik pada sebuah penghantar maupun pada rangkaian listrik.

Baca Juga :   Gaya Lorentz

Oleh karena itu kita akan dapat mengetahuinya titik yang mana yang putus.

Wattmeter

Wattmeter ini fungsinya untuk mengukur besarnya daya pada sebuah peralatan listrik.

Oleh karena itu kita dapat mengetahui besarnya daya dan kita dapat menentukan peralatan listrik yang lebih hemat atau lebih boros.

Karena hal ini sangat berhubungan dengan tagihan listrik akan tetapi alat ini jarang digunakan.

Karena kita dapat menghitungnya sendiri daya pada suatu peralatan listriknya yaitu dengan rumus dibawah ini.

  • P = V.I : Sehingga hal ini hanya perlu kita ketahui berapa tegangan dan juga arus dari peralatan listrik tersebut kemudian di kalikan.

Megaohmmeter (Megger)

Pada umumnya didunia kelistrikan megaohmmeter ini dikenal sebagai megger.

Karena megger ini sendiri merupakan merk dari megaohmmeter yang banyak dikenal dan juga digunakan.

Sehingga orang – orang lebih sering menyebutnya megger karena megger ialah merupakan sebuah alat ukur untuk mengetahui besar nilai tahanan isolasi dan pada suatu rangkaian atau peralatan listrik.

Tahanan isolasi ini sendiri fungsinya untuk mengamankan arus yang mungkin bocor.

Yang terjadi pada suatu rangkaian atau peralatan listrik sehingga tidak membahayakan manusia.

Megger sering sekali dipergunakan oleh petugas pln di saat mengukur tahanan isolasi, yang diantaranya yaitu :

A. Pada rumah – rumah atau bangunan itu dari kabel instalasi .

B. Kabel tegangan tinggi dan juga rendah.

C. Transformator.d ialah merupakan kumparan pada motor tiga phase. 

Kwh Meter (Kilowatt hour meter)

Kwh meter ini ialah merupakan suatu alat ukur milik Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Yang fungsinya untuk menghitung besarnya suatu energi listrik yang digunakan oleh setiap konsumen.

Selain dari itu alat ini juga berfungsi untuk pembatas daya listrik karena terdapat Miniature Circuit Breaker (MCB) yang dapat membatasi suatu arus listrik yang masuk ke instalasi rumah.

Pada alat ukur ini banyak kita temui di rumah – rumah penduduk yiatu Kwh meter ini menggunakan semacam piringan yang terbuat dari aluminium.

Piringan aluminium ini bekerja dengan menggunakan prinsip induksi pada magnet.

Yang mana medan magnet ini dapat menggerakkan piringan pada satuan yang digunakan nya ialah kilo Watt atau kWh (jam).

Itulah yang dapat quipper.co.id bahas kali ini mengenai Alat Ukur Listrik semoga pembahasan ini bermanfaat untuk sahabat semuanya.

Artkel terkait lainnya :