Masa Perundagian

Posted on

Masa Perundagian – Hay sahabat semua.! Pada perjumpaan kali ini kembali akan kami sampaikan materi makalah masa perundagian secara lengkap beserta corak kehidupan masa perundagian, manusia pendukung masa perundagian, Kepercayaan masa perundagian dan juga peninggalan masa perundagian yang dilengkapi dengan gambar masa perundagian.

Namun pada perjumpaan sebelumnya, yang mana kami juga sudah membahas meteri tentang Proto Melayu Baiklah untuk melengkapi apa yang menjadi tema pembahasan kita kali ini maka, mari langsung simak saja ulasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Masa Perundagian

Masa Perundagian
Masa Perundagian

Masa perundagian berlangsung pada ketika masa prasejarah. Yang mana pengertian perundagian sendiri ialah merupakan suatu tempat di mana berbagai orang yang memiliki keahlian dalam membuat berbagai jenis barang atau bermacam-macam alat yang terbuat dari bahan logam.

Selain itu berlangsungnya masa perundagian ini sudah dimulai pada zaman logam, yakni diperkirakan sudah berlangsung 10.000 tahun yang lalu.

Kemudian pada masa perundingan (undagi = tukang) atau biasa dikenal dengan masa mengolah logam ini, dimana pada saat itu manusia purba sudah mulai banyak mengenal mengenai bijih logam.

Bahkan banyak diantaranya mereka yang sudah berpengalaman sehingga bisa mengenali berbagai jenis bijih-bijih logam yang ditemukan sudah meleleh pada permukaan tanah.

Jenis bijih logam yang mereka temukan terutama berasal dari bahan tembaga.

Kemudian dengan hasil penemuan tersebut mereka membuat berbagai jenis alat-alat yang dibutuhkan dan pembuatannya dilakukan dengan menggunakan bahan bijih logam yang ditemukan tersebut.

Selai itu pada masa ini juga sudah berlangsung suatu pembauran antara manusia purba, ras mongoloid, dan juga ras austromelanesia.

Kemampuan dalam mengolah logam untuk dijadikan sejumlah alat-alat ini muncul setelah jenis alat-alat sebelumnya yang terbuat dari batu yang pada saat itu mereka rasa sudah tidak bisa diandalkan dan mudah mengalami kerusakan.

Kemudian mengenai teknologi logam kuno yang berada di Indonesia juga pada saat itu dipengaruhi oleh Vietnam.

Nah dari hasil teknologi ini dikenal sampai saat ini dengan sebutan budaya Dong Son. Namun selain itu, Thailand juga merupaka salah satu negara asal teknologi logam kuno.

Corak Kehidupan Masyarakat Perundagian

Masa Perundagian
Masa Perundagian

Pada masa terjadinya suatu pembauran yang berlangsung antara pendatang Melayu Austronesia yang datang dari Yunan Selatan dengan Australomelanesid yang terjadi sekitar tahun 300 SM, yang kemudian datanglah juga gelombang II emigran Melayu Austronesia yang berasal dari Dong Son (Vietnam sekarang).

Dimana pada kebudayaan bangsa Melayu Austronesia yang tiba dari gelombang II ini dinilai sedikit lebih maju jika dibandingkan dengan emigrant bangsa Melayu Austronesia yang datang pada gelombang I dimana mereka sudah mahir dalam menguasai teknologi yakni seperti berikut:

  • Teknologi pertanian basah, yakni mereka pandai dalam bersawah.
  • Teknologi metalurgi /pengecoran logam.yakni mereka telah mahir dalam membuat sejumlah jenis alat dari bahan logam.
Baca Juga :   Pemberontakan APRA

Kemudian mengenai teknologi pertanian basah, mualai dikembangkan oleh mereka dengan bersamaan teknologi pengairan.

Namun pada masa itu mereka belum banyak mengenal mengenai upaya dalam menjaga/ mempertahankan kesuburan tanah dengan cara penumpukan, namun dilakukan dengan melalui suatu upacara magis (fertility cult).

Kemudian mengenai teknologi metalurgi yang mana dalam perkara meliputi dua teknik pokok yang dapat mereka lakukan, yakni teknik pengambilan logam dan juga teknik dalam mengelola barang logam.

Kemudian Permukiman atau desa yang bangsa ini bangun mulai merebah dan menyebar di setiap sudut tempat.

Diman penyebaran permukiman tersebut tersebar hingga mulai dari tepi pantai hingga sampai ke daerah pedalaman di daerah pegunungan.

Selain itu proses pembangunannya yang mereka lakukanpun lebih teratur, dengan dipagar dengan tempat penguburan di luar pemukiman.

Ciri-ciri Masa Perundagian

  • Berkemampuan dalam membentuk suatu kelompok kerja dalam bidang pertukangan.
  • Berkemampuan dalam membuat berbagai perkakas dari logam.
  • Sudah menganut suatu keyakinan dan melakukan pemujaan terhadap roh nenek moyang, yang terbuat dari batu- batu besar.
  • Kepercayaan yang mereka anut ialah Animisme dan Dinamisme.
  • Tempat mereka tinggal di daerah pegunungan atau dataran rendah.
  • Sudah mahir dalam teknik bersawah yang baik (sistem pengaturan air).

Ciri Ciri Kehidupan Sosial masa perudagian

  • Jumlah dari penduduk kian meningkat kemudian pengelolaan pertanian dan perternakan sudah semakin berkembang.
  • Mereka sudah mempunyao pengetahuan mengenai adanya suatu gejala alam dan musim.
  • Dengan menerpakan sebuah system persawahan maka mereka sudah meulai mengerti dalam membagi waktu dan semakin ketatnya perkerajaan.
  • Terdapat masyarakat yang muncul dari golongan undagi, yang mana mereka adalah golongan yang sangat mahir dalam mengelola benda logam.
  • Dari segi social, dimana kehidupan pada masyarakat di masa ini sudah semakin teratur. Misalnya seperti diterapkannya pembagian kerja yang baik.
  • Sitem pembagian kerja sudah semakin kompleks yang mana para kaum wanita bukan hanya bekerja di rumah saja melainkan mereka juga mulai melakukan perdagangan di pasar.

Hasil Peninggalan Kebudayaan Masa Perundagian

Di bawah ini terdapat beberapa peninggalan hasil kebudayaan perudagian yang diantaranya ialah sebagai berikut.

Nekara

Apa itu Nekara ? yakni merupakan sejenis tambur yang memiliki ukuran yang sanga besar yang terbuat dari perunggu yang mana bentukmpada bagian pinggang di tengahnya dan juga pada sisi atasnya tertutup.

Pada nekara ini secara umum terdapat sejumlah pola yang menghiasinya dengan beraneka ragam motifnya.

Baca Juga :   Kerajaan Kutai

Dimana biasanya pada pola hias yang mereka bentuk hampir menyerupai seperti pola binatang buruan, lalu membentuk geometrik/garis-garis, gambar burung, bermotifkan seekor gajah, bermotif seperti ikan/binatang laut, bermotif kijang jantan, harimau, dan juga bermotif seorang manusia.

Makan dengan motif/pola dalam menghias yang sangat beragam, yangkemudian membuat nekara tersebut mempunyai nilai seni artistik yang sangat fantastic dan tinggi.

Dimana biasanya nekara ini kerap digunakan dalam suatu upacara guna mendatangkan hujan.

Selain itu jenis nekara banyak dijumpai di wilayah pulau Jawa, wilayah Sumatra, pulau Bali, Kepulauan Kei, dan juga sampai ke wilayah Papua.

Nekara
Nekara

Moko

Kemudian moko, yang mana jenis moko hanpir menyerupai bentuk nekara namun jenis nampak lebih ramping.

Yang Pada bidang pukulnya rupanya menjorok keluar, kemudian dibagian bahunya segaris lurus pada bagian tengahnya yang menyerupai sebuah silinder dan dibagian kakinya membentuk lurus dan melebar kebagian bawah. Nah pada jenis alat Moko ini secara umum banyak ditemukan di Pulau Alor.

Moko
Moko

Kapak Perunggu

Kemudian Kapak perunggu yang mana pada jenis ini dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yakni :

kapak corong/kapak sepatu, kapak upacara, dan juga tembilangan (tajak).

Mengapa Kapak corong tersebut dijuluki dengan sebutan corong sebab pada bagian atasnya memiliki bentuk seperti layaknya corong yang sembirnya membelah.

Kemudian pada corong tersebut akan dimasukkan sebuah tangkai dari bahan kayu yang akan menyiku pada bidang kapak tersebut.

Pada jenis kapak perunggu ini juga banyak dijumapi daerah wilayah Sumatra Selatan, daerah Jawa Barat, pulau Bali, wilayah provinsi Sulawesi Tengah serta Selatan, kemudian Pulau Selayar, dan juga di Papua.

Kapak Perunggu
Kapak Perunggu

Bejana Perunggu

Pada jenis bejana perunggu ini secara umum memilik bentuk yang bulat dan panjang seperti layaknya sebuah tempat untuk membawa ikan yang biasanya dikaitkan di pinggang.

Yang mana pada bejana tersebut terbentuk dari dua bahan lempengan perunggu yang membentuk cembung, yang ditempelkan pada pacuk besi di sisinya.

Kemudian secarapenysunannya pada pola hias benda tersebut tidak sama. Bejana banyak dijumapi di daerah pulau Madura (Asemjaran, Sampang) dan juga di wilayah Sumatra (Kerinci).

Bejana Perunggu
Bejana Perunggu

Perhiasan Perunggu

Kemudian pada perhiasan yang proses pembentukannya dengan menggunakan bahan baku dari perunggu, logam mulia emas, dan juga besi umumnya banyak ditemukan di seluruh wilayah Indonesia.

Kemudian pada perhiasan misalnya seperti gelang, kalung, cincin, dan juga berupa bandul kalung yang mana semua terbuat dari bahan perunggu dan biasanya pembentukannya tanpa ada sebuah hiasan.

Namun, ada juga suatu perhiasan perunggu yang dihias dengan menggunakan sebuah pola geometris atau pola makhluk hidup (bintang).

Kemudian pada Gelang yang biasnya hiasan tersebut memiliki motif dan bentuknya besar dan juga tebal.

Dimana Pola yang digunakan dalam menghias gelang tersebut berupa pola timpal, pola garis, pola yang mirip seperti tangga, dan juga pola duri ikan laut.

Baca Juga :   Persebaran Deutro Melayu

Pada pola hias berikutnya misalnya seperti spiral yang dibentuk dengan sedemikian rupa hingga berbentuk seperti kerucut.

Kemudian pada mata cincin memiliki motif berbentuk seperti kambing jantan yang bisa dijumpai di daerah Kedu provinsi Jawa Tengah.

Perhiasan Perunggu
Perhiasan Perunggu

Arca Perunggu

Kemudian pada Arca atau patung perunggu yang sebelumnya pernah dijumpai di wilayah Indonesia mana bentuk motifnya sangat beragam, ada yang membentuk seperti motif gambar manusia dan ada jua yang membentuk seperti binatang.

Kemudian jenis Arca yang sedang bertolak pinggang pernah dijumpai di daerah Bogor.

Kemudian pada sejumlah Arca yang berbentuk seperti binatang seperti misalnya arca hewan kerbau yang sedang tidur atau sedang berbaring, Kemudian kuda yang sedang berdiri, dan juga kuda dengan pelana.

Dari sejumlah tempat dijumpainya arca-arca tersebut, misalnya seperti di daerah Bangkinang (Riau), lalu kabupaten Lumajang, kemudian kota Palembang, dan juga juga daerah Bogor.

Arca Perunggu
Arca Perunggu

Teknik yang digunakan pada masa perudagian

Bivalve

Bivalve, yakni tekni cetakan batu yang bisa dipakai /digunakan dengan secara berulang-ulang.

Yang mana cetakan ini tersusun atas dua bagian dimana pada bagian tengahnya membentuk suatu rongga untuk dituangi cairan logam, apabila logam tersebut mengering maka kemudian dibuka yang kemudian jadilah benda apa yang diinginkan.

Acire Perdue

Acire Perdue, yakni merupakan tekni dalam membuat model dari lilin kemudian pada bagian tengahnya dibungkus dengan tanah liat dan dituangkan selanjutnya akan di isi dengan cairan logam sehingga lilin tersebut mencair, apabila sudah mengering maka tanah liat tersebut akan dipecah, yang kemudian jadilah benda yang diinginkan.

Sebutkan hasil peninggalan masa perundagian?

– Kapak Corong.
– Candrasa
– Nekara
– Moko
– Bejana Perunggu
– Perhiasan
– Arca Perunggu.

Apa Yang dimaksud Dengan Kapak Corong?

Kapak corong ialah merupakan salah satu jenis kapak yang memiliki pangkal berbentuk yang berbentuk seperti ekor burung sriti. Dimana pada bagian tengahnya berongga , yang dipakai untuk menempatkan gagang.

Apa yang dimaksud dengan Golongan Undagi?

Golongan undagi ialah merupakan suatu kelompok masyarakat yang yang mana mereka sudah mengenal dalam pengolahan bahan logam

Senbutkan Bagaimanakah ciri-ciri kehidupan sosial masa perundagian?

– Jumlah dari penduduk kian meningkat kemudian pengelolaan pertanian dan perternakan sudah semakin berkembang.
– Mereka sudah mempunyao pengetahuan mengenai adanya suatu gejala alam dan musim.
– Dengan menerpakan sebuah system persawahan maka mereka sudah meulai mengerti dalam membagi waktu dan semakin ketatnya perkerajaan.

Nah itulah yang bisa quipper.co.id sampaikan mengenai masa perundagian, semoga apa yang telah kami samapaikan kali ini dapat bermanfaat.

Baca Juga :