Latar Belakang Pemberontakan PRRI

Posted on

Pemberontakan PRRI – Hay Sahabat semua.! Pada ulasan kali ini kembali akan quipper.co.id paparkan materi tentang pemberontakan prri secara lengkap Latar belakang, Tokoh, Tujuan, Upaya, akhir, jalannya dan Dampak.

Namun pada pemabahasan sebelumnya juga quipper.co.id telah menerangkan materi tentang Pemberontakan DI TII Nah untuk melengkap apa yang menjadi tema pembahasan kita kali ini maka, simaka penjelasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian PRRI

Latar Belakang Pemberontakan PRRI
Latar Belakang Pemberontakan PRRI

Apa yang dimaksud dengan PRRI ?yakni merupakan sebuah singkatan dari istilah Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia, sedangkan istilah Permesta ialah merupakan sebuah singkatan dari Perjuangan Rakyat Semesta.

Dari kedua Pemberontakan tersebut memang sudah muncul pada saat menjelang pembentukan RIS atau Republik Indonesia Serikat sekitar pada tahun 1949. 

Adapun yang menjadi akar permasalahannya ialah saat pembentukan RIS pada tahun 1949 yang secara bersamaan dengan dikerucutkan Divisi Banteng yang kemudian hanya tersisah 1 brigade saja.

Latar Belakang Pemberontakan PRRI

Latar Belakang Pemberontakan
Latar Belakang Pemberontakan

Adapun yang menjadi Latar belakang dari terjadinya pemberontakan PRRI dan Permesta ini karena disebabkan adanya suatu hubungan yang tidak harmonis antara pemerintah pusat dan daerah tentang sebuah perkara otoda dan juga keuangan antara pusat dan juga daerah.

Dimana ada sebuah daerah yang saat merasa dirugikan yakni daerah Sumatera dan juga Sulawesi.

Kemudian dengan sikap yang merasa tidak puas tersebut juga mendapat banyak dukungan dari beberapa para perwira militer.

Hingga pada akhirnya semua para perwira militer tersebut mereka membentuk suatu dewan daerah yakni seperti berikut :

  • Pertama Dewan banteng yang dibentuk sejak tanggal 20 desember 1956 bertempat di Sumatera Barat yang didirikan oleh Letnan Kolonel Ahmad Husein
  • Kedua Dewan Gajah yang dibentuk sejak pada 22 Desember 1956 bertempat di Sumatera Utara yang didirikan oleh Kolonel Maludin Simbolon
  • Ketiga Dewan Garuda yang dibentuk sejaka dari pertengahan bulan Januari pada tahun 1957 yang didirikan oelh Letnan Kolonel Barlian
  • Yang keempat Dewan Manguni yang dibentuk sejak 17 Februari 1957 yang bertempat di Manado didirikan oleh Mayor Somba

Sekitar tanggal 9 Januari 1958 dimana pada saat itu semua para tokoh militer dan sipil sedang mengadakan sebuah pertemuan yang berlangsung di Sungai Dareh, yakni didaerah Sumatera Barat.

Adapun Inti dari diadakannya pertemuan tersebut ialah untuk membahas menegnai suatu pembentukan pemerintah baru dan sebuah hal yang masih berkaitan dengan pemerintah baru.

Kemudian seorang Letnan Kolonel yang bernama Ahmad Husein sekitar tanggal 15 Februari 1958 telah memproklamirkan dibentuknya Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang dilkukan dengan perdana menteri Syafruddin Prawiranegara.

Tindakan yang diambil oleh pemerintah untuk menghadapi pemberontakan PRRI, yakni dengan melakukan operasi yang berlangsung pada 17 Agustus dan dipimpin oleh Letnan Kolonel Ahmad Yani.

Dimana diadakannya Operasi militer ini mempunyai tujuan agar dapat meluluhlantakan kekuatan pemberontak dan juga mencegah keterlibatan pihak asing yang nantinya dapat merugikan pemerintahan.

Namun sementara itu, setelah didirikannya dewan Manguni yang saat itu terjadi sekitar tanggal 17 Februari 1950 lampau, dan kemudian semua para tokoh militer yang ada di Sulawesi telah memproklamirkan Piagam Perjuangan Rakyat Semesta atau (Permesta).

Baca Juga :   Pemberontakan RMS

Kemudian berlangsungnya Proklamasi tersebut yang mana dipelopori oleh Letnan Kolonel Ventje Sumual Panglima Wirabhuana, Dan setelah itu Permesta mulai ikut bergabung dengan PRRI.

Maka dalam upaay menumpas pemberontakan tersebut, akhirnya pemerintah melangsungkan operasi militer gabungan yang disebut juga dengan Operasi Merdeka yang pada saat itu dipimpin langsung oleh Letnan Kolonel Rukminto Hendraningrat.

Kemudian proses Operasi dalam penumpasan Permata ini sangat sangat sengit sebab pasalnya musuh mempunyai berbagai peralatan yang cukup modern yang merupakan buatan Amerika Serikat.

Dalam hal tersebut sudah terbukti dengan ditembaknya Pesawat Angkatan Udara Revolusioner (Aurev) yang pada saat itu dikemudikan oleh Allan L. Pope yakni seorang warga negara Amerika Serikat.

Namun pada akhirnya Pemberontakan PRRI dan Permesta tersebut baru bisa dibasmi atau ditumpas sejak bulan Agustus 1958, dan kemudian sekitar tahun 19 61 akhirnya pemerintah membuka sebuah kesempatan bagi semua anggota yang tersisa dari Permesta agar mau kembali Republik Indonesia.

Tujuan Dari Pemberontakan PRRI

Tujuan Pemberontakan PRRI
Tujuan Pemberontakan PRRI

Adapun yang menjadi Tujuan dari pemberontakan PRRI ini ialah untuk agar dapat mendorong bagi pemerintah bisa lebih memperhatikan proses pembangunan negeri ini dengan secara menyeluruh, karena pada kala itu segenap pemerintah hanya lebih fokus terhadap pembangunan yang berada di daerah Pulau jawa.

Dimana PRRI mengusulkan atas ketidakstabilan proses pembangunan yang langsungkan oleh pemerintah pusat.

Namun walaupun alasan yang diberikan oleh PRRI ini terbilang benar, akan tetapi cara yang dipakai untuk menyampaikannya terhadap pemerintah pusat tersebut dianggap salah.

Dimana PRRI juga menuntut terhadap pemerintah pusat menggunakan nada seolah memaksa, sehingga kemudian membuat pemerintah menganggap bahwa tuntutan yang disampaikan tersebut bersifat memberontak.

Sehingga dengan tuntuan tersebut yang akhirnya memberikan sebuah kesan yang tidak baik bagi pemerintah pusat bahwa PRRI merupakan suatu bentuk pemberontakan.

Namun, apabila ada anggapan bahwa PRRI itu sebagai pemberontak, dalam hal ini merupakan sebuah dugaan yang sangat tidak tepat karena pada dasarnya PRRI sendiri ingin memperbaiki sistem pembangunan yang sedang dilangsungkan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini bukan merupakan sebuah bentuk yang bertujuan untuk menjatuhkan pemerintahan Republik Indonesia.

Sebab dengan adanya rasa ketidakpuasan PRRI akan segala keputusan yang di ambil oleh pemerintah pusat, sehingga pada akhirnya PRRI menyusun berbagai anggota dewan-dewan daerah yang tersusun dari Dewan Banteng, Dewan Gajah, dan juga Dewan Garuda.

Kemudian pada 15 Februari 1958, dimana pada saat itu Achmad Husein memproklamasikan tentang berdirinya Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia dengan ditemani oleh Syarifudin Prawiranegara sebagai perdana menterinya.

Kemudian adanya Proklamasi PRRI tersebut memperoleh sambutan yang cukup hangat dari semua masyarakat Indonesia di bagian Timur.

Sehingga tak memakan waktu yang lama setelah di proklamasikannya PRRI tersebut dilangsungkan, lalu semua pasukan gerakan PERMESTA ikut bergabung ke dalam kelompok PRRI.

Baca Juga :   Kerajaan Kutai

Maka kemudian di dalam rapat besar yang dilangsunkan di sejumlah daerah, dimana Kolonel D.J Somba menyatakan bahwa sejak 17 Februari 1958, pada Komando Daerah Sulawesi Utara dan juga Sulawesi tengah memutuskan hubungan dengan pemerintahan pusat dan lebih mendukung PRRI.

Dampak Dari Pemberontakan PRRI

Adapun dampak yang di Akibat adanya pemberontakan ini, yang pada akhirnya pemerintah pusat membentuk sebuah pasukan agar dapat melawan pemberontakan PRRI.

Dengan kejadian ini menyebabkan pertumpahan darah dan juga jatuhnya sejumlah korban jiwa baik dari TNI ataupun PRRI.

Dan kemudian disamping itu, semua pembangunan menjadi mangkrak dan terbengakalai dan juga menimbulkan rasa trauma yang di alami masyarakat Sumatera khususnya daerah Padang.

Adapun 7 dampak penting lainnya ialah seperti berikut ini :

  • Banyak memakan korban jiwa
  • Kendisi ekonomi menjadi terganggu
  • Proses Pembangunan menjadi mangkrak dan terhenti
  • Terjadinya Penurunan sumber daya manusia
  • Hubungan antar Indonesia dan Amerika Serikat menjadi terganggu
  • Hubungan antara Indonesia dengan Malaysia menjadi terganggu
  • Adanya Kesadaran berotonomi

Tokoh Kabinet PRRI

Kabinet PRRI terdiri dari:

  • Yang pertama Mr. Sjafruddin Prawiranegara : merupakan seorang Perdana Menteri dan merangkap Menteri Keuangan,
  • Yang kedua Mr. Assaat Dt. Mudo merupakan seorang Menteri Dalam Negeri, namun sebelumnya Dahlan Djambek sempat memegangnya
  • Yang ketiga ialah Kol. Maludin Simbolon merupakan seorang Menteri Luar Negeri,
  • Yang keempat ialah Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo merupakan seorang Menteri Perhubungan dan juga Pelayaran,
  • Yang kelima ialah Muhammad Sjafei merupakan seorang Menteri PPK dan juga Kesehatan,
  • Yang keenam ialah J.F. Warouw merupakan seorang Menteri Pembangunan,
  • Yang ketujuh ialah Saladin Sarumpaet merupakan salah seorang Menteri Pertanian dan juga Perburuhan,
  • Yang kedelapan ialah Muchtar Lintang merupakan seorang Menteri Agama,
  • Yang kesembilan ialah Saleh Lahade merupakan Menteri Penerangan,
  • Yang kesepuluh ialah Ayah Gani Usman merupakan Menteri Sosial,
  • Yang kesebelas Kol. Dahlan Djambek merupakan salah seorang Menteri Pos dan juga Telekomunikasi setelah Mr. Assaat hingga di Padang

Tokoh Dalam Peristiwa PRRI

  • Achmad Husein
  • Mr. Syafrudin Prawiranegara
  • Letkol Kaharudin Nasution
  • Kolonel Achmad Yani
  • Brigjen Djatikusumo
  • Letkol Ibnu Sutowo

Upaya Penumpasan PRRI

Sebelumnya sudah quipper.co.id jelaskan bahwa yang menjadi alasan dari pemberontakan ini ialah adanya suatu kesenjangan yang terjadi antar pemerintah pusat yang berada di Jawa dengan sejumlah daerah yang ada di luar Jawa.

Nah di bawah ini terdapat beberapa upaya yang dilkukan dalam menumpas PRRI yakni sebagai berikut :

Pemecatan

Salah satu Upaya pertama yang diambil oleh Pemerintah dalam menumpas PRRI ialah dengan memecat sejumlah anggota militer yang ikut terlibat di dalamnya misalnya sepeti Letkol Ahmad Husein, lalu Kolonel Zulkifli Lubis, Dahlan Jambek, kemudian Kolonel Vence Samuel dan juga Kolonel Maludin Simbolon.

Namun selain itu, pada komando daerah militer yang ada Sumateraa juga ikut dibekukan.

Operasi militer

Namun selain itu juga, diselenggarakan juga sejumlah operasi militer, yang lainnya yang diantaraya ialah :

  • Yang pertama ialah Sebuah Operasi Tegas yang diketuai oleh Letkol Kaharudin Nasution yang mana Riau menjadi daerah sasarannya.
  • Yang kedua ialah Operasi 17 Agustus yang mengacu ke daerah Sumatera Barat. Diman dalam Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kolonel Ahmad Yani hingga akhirnya berhasil menduduki kota Padang sekitar 17 April dan juga tanggal 12 Maret 1958, didaerah Bukittinggi pun akhirnya bisa dikuasai.
  • Yang ketiga ialah Operasi Saptamarga yang mengacu ke daerah Sumatera Utara dengan dikepalai oleh Brigjen Jatikusumo.
  • Yang keempat ialah Operasi Sadar yang mengacu pada daerah Sumatera Selatan dan di pimpin poleh Letkol Ibnu Sutowo.
Baca Juga :   Sandi Morse

Mendesak Kabinet Djuanda dan Nasution

Kemudian uapay yang diambil selanjutnya terhadap pemerintah RI ialah agar dapat mendesak Kabinet Djuanda dan Nasution.

Dimana dari Kedua kabinet ini berharap supaya prosesi pemberontakan tersebut dapat dengan segera dihentikan dengan tegas.

Kemudian akhirnya, mulai memasuki akhir bulan Februari, dimana Angkatan Udara Republik Indonesia melancarkan sebuah serangan pengeboman terhadap berbagai instansi yang dianggap penting yang terdapat di kota Padang, lalu Bukittinggi dan juga Manado.

Mengirim pasukan-pasukan

Kemudian pada awal bulan Maret,dimana pada kala itu semua pasukan Divisi Diponegoro dan Siliwangi yang berada dibawah dipimpin Kolonel Ahmad Yani melakukan pendaratan di Pulau Sumatera.

Akan tetapi sebelumnya, dimana Nasution sudah memerintahkan semua Pasukan yang Resmi dari Para Komando Angkatan Darat yang berada di pangkalan minyak kepulauan Sumatera dan juga Riau.

Sehingga pada 14 Maret 1958, dimana kala itu Pecan Baru dapat dikuasai dengan disusul keberhasilan yang diperoleh dalam merebut kembali Bukittinggi yang terjadi pada 4 Mei 1958.

Selanjutnya semua pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil membebaskan semua daerah yang pada awalnya merupakan pusat dari pemberontakan PRRI.

Melakukan Operasi Merdeka

Kemudian upaya selanjutnya pada pemerintah dalam melakukan penumpasan PRRI adalah dengan melakukan sebuah operasi Merdeka yang lancarkan pada April 1958 di bawah dipimpinan Letkol Rukminto Hendradiningrat.

Maka berkat adanya operasi tersebut, sekitar pada 29 Mei 1961, dimana Ahmad Husein yang akhirnya menyerahkan diri sehingga membuat pergerakan PRRI menjadi sangat tidak stabil.

Apa yang dimaksud dengan PRRI ?

yakni merupakan sebuah singkatan dari istilah Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia, sedangkan istilah Permesta ialah merupakan sebuah singkatan dari Perjuangan Rakyat Semesta.

Jelaskan salah satu upaya yang dilakukan dalam penumpasan PRRI yang dilakukan oleh pemerintah?

Salah satu Upaya yang diambil oleh Pemerintah dalam menumpas PRRI ialah dengan memecat sejumlah anggota militer yang ikut terlibat di dalamnya misalnya sepeti Letkol Ahmad Husein, lalu Kolonel Zulkifli Lubis, Dahlan Jambek, kemudian Kolonel Vence Samuel dan juga Kolonel Maludin Simbolon.

Jelaskan Mengenai Dampak yang ditimbulkan Oleh adanya pemberontakan PRRI?

– Banyak memakan korban jiwa
– Kendisi ekonomi menjadi terganggu
– Proses Pembangunan menjadi mangkrak dan terhenti
– Terjadinya Penurunan sumber daya manusia
– Hubungan antar Indonesia dan Amerika Serikat menjadi terganggu
– Hubungan antara Indonesia dengan Malaysia menjadi terganggu
– Adanya Kesadaran berotonomi

Nah itulah yang bisa quipper.co.id sampaikan tentang materi pemberontakan PRRI, semoga ulasan kali ini dapat menjadi sajian yang bisa bermanfaat untuk sahabat sekalian.

Baca Juga :