Perbedaan Senyawa Organik Dan Anorganik

Posted on

Perbedaan Senyawa Organik Dan Anorganik – Sejak awal perkembangan pada ilmu kimia ini ialah sebagai suatu ilmu pengetahuan.

Yang berlaku pada klasifikasi senyawa organik dan juga pada senyawa anorganik yang berdasarkan asal – usul dari senyawa.

Semua senyawa yang berasal dari makhluk hidup dapat digolongkan kedalam senyawa organik.

Sedangkan yang berasal dari mineral dapat digolongkan kedalam senyawa anorganik.

Nah pada senyawa organik dan juga senyawa anorganik ini memiliki beberapa perbedaan lho!

Apa aja sih perbedaannya? Mari kita simak yuk perbedaan nya dibawah ini.

Jadi perbedaan senyawa organik dan juga anorganik ini dapat meliputi asal dan juga unsur – unsur yang terdapat dari struktur dan juga sifat yang ada pada kedua senyawa tersebut.

Perbedaan Senyawa Organik Dan Anorganik
Perbedaan Senyawa Organik Dan Anorganik

Pengertian Senyawa Organik Dan Anorganik

Nah kali ini quipper.co.id akan menerangkan pengertian dari senyawa organik dan juga anorganik, simak baik – baik yaa penjelasannya dibawah ini.

Pengertian Senyawa Organik Dan Anorganik
Pengertian Senyawa Organik Dan Anorganik

Senyawa Organik

Senyawa organik ialah merupakan golongan besar dari senyawa kimia dimana molekulnya tersebut terkandung karbon kecuali oksida karbon, karbonat, dan juga karbida.

Bahan senyawa organik ini dihasilkan melalui proses fotosintesis dan oleh tumbuhan berklorofil.

Jadi penyusun utama dari bahan organik ini yaitu unsur karbon yang ada didalam dan membentuk senyawa polisacharida yaitu seperti pati, sellulosa, hemi-sellulosa, bahan pektin, dan juga lignin.

Baca Juga : Komponen Biotik

Selain dari itu ada beberapa bahan organik tanah yang mengandung protein dan juga senyawa nitrogen yang lainnya.

Baca Juga :   Fungsi Leukoplas

Bahan organik pada umumnya dibedakan dari bahan organik yang relatif sulit di dekomposisikan.

Karena dapat disusun oleh senyawa siklik yang susah diputus dan dirombak menjadi senyawa yang lebih sederhana.

Dibawah ini ialah contoh dari senyawa organik mari kita simak bersama yaa contonya yaitu sebagai berikut.

Contoh Senyawa Organik Yaitu :

  1. Padatan : Batu bara, grafit, berlian, asam (asam asetat), lemak, gula, dan lainnya.
  2. Cairan : Piridina, asetilena, etanol, benzena, dan lainnya.
  3. Zat volatil : Naftalena.
  4. Gas : Metana, asetilena, dan lain sebagainya.

Senyawa Anorganik

Senyawa anorganik ialah merupakan senyawa yang tidak memilki atom karbon dan senyawa anorganik ini dapat dibentuk dengan unsur logam dengan logam, non logam dengan logam, dan lain sebagainya.

Selain dari itu senyawa anorganik ini dapat diartikan sebagai senyawa pada alam (di tabel periodik) yang biasanya akan menyusun material atau benda yang tidak hidup.

Jenis senyawa anorganik ini terdapat 2 jenis diantaranya yaitu sebagai berikut.

Binner

Binner ialah merupakan salah satu senyawa yang terdiri dari dua unsur yaitu unsur logam dan juga unsur non logam.

Poliatimok

Poliatimok ialah merupakan salah satu senyawa yang memiliki lebih dari tiga jenis unsur.

Contoh Senyawa Anorganik Yaitu :

  • Garam [ NaCl ]
  • Air [ H2O ]
  • Kalsium Karbonat [ CaCO3 ]
  • Asam Sulfat [ H2SO4 ]
  • Silika [ SiO4 ]
  • Natrium Hidroksida [ NaOH ]
  • Natrium Hipoklorit [ NaClO ]
  • Magnesium Hidroksida [ Mg(OH)2 ]
  • Silikon Dioksida [ SiO2 ]
  • Boraks [ Na2B4O7.10H2O ].

Perbedaan Senyawa Organik Dan Anorganik

Berdasarkan Asalnya

Pada senyawa organik ini kebanyakan berasal dari makhluk hidup dan juga dari beberapa hasil sintesis.

Sedangkan pada senyawa anorganik kebanyakan berasal dari sumber daya alam mineral atau bukan berasal dari makhluk hidup.

Berdasarkan Strukturnya

Pada senyawa organik ini strukturnya lebih susah dari pada senyawa anorganik.

Sedangkan senyawa dari anorganik ini strukturnya lebih sederhana dan tidak rumit seperti senyawa organik.

Baca Juga :   Fungsi Batang Pada Tumbuhan

Berdasarkan Unsur Karbonnya

Semua senyawa organik ini memiliki unsur karbon didalamnya sedangkan senyawa organik ini berbeda dengan senyawa anorganik.

Dan tidak semua senyawa anorganik tersebut memiliki unsur karbon didalamnya.

Berdasarkan Unsur Atom Logamnya

Pada unsur atom logam ini senyawa organiknya ada sedangkan pada unsur atom logam senyawa anorganik itu tidak ada.

Berdasarkan Terbakarnya

Pada senyawa organik ini lebih mudah sekali terbakar sedangkan pada senyawa anorganik itu tidak mudah terbakar. 

Berdasarkan Larutnya

Senyawa organik ini bisa larut dalam pelarut organiknya saja sedangkan pada senyawa anorganik bisa larut dalam pelarut organik maupun didalam pelarut air.

Berdasarkan Reaksinya

Senyawa organik ini reaksinya sangatlah lambat tidak seperti pada senyawa anorganik ini malah reaksinya sangatlah cepat.

Baca Juga : Crustacea

Berdasarkan Sifatnya

Pada senyawa organik pada umumnya itu bersifat non elektrolit dan pada senyawa anorganik pada umumnya itu bersifat elektrolit atau disebut dengan konduktor listrik didalam larutannya.

Berdasarkan Titik Didih Dan Titik Lebur

Senyawa organik ini terdapat titik didih dan juga titik leburnya sangat rendah.

Sedangkan pada senyawa anorganik ini terdapat titik didih dan juga titik leburnya sangatlah tinggi.

Berdasarkan Penyusunya

Perbedaan pada senyawa organik dengan anorganik yang selanjutnya ialah berdasarkan dengan penyusunnya.

Penyusun senyawa organik itu seperti ini C, H, O, N, S, P, F, CI, dan lain – lain.

Sedangkan pada penyusun senyawa anorganik ini hampir semua unsurnya termasuk kedalam senyawa anorganik tersebut.

Berdasarkan Ikatan Kimia

Nah yang selanjutnya ini berdasarkan ikatan kimia yang ada pada senyawa organik dan senyawa ini memiliki ikatan kimia yang namanya Covalent.

Sedangkan pada senyawa anorganik ini memiliki ikatan yang namanya kimia Ionik dan juga Covalent Polar.

Berdasarkan Isomernya

Berikutnya ialah berdasarkan isomernya yaitu pada senyawa organik yang berikut ini terdapat isomernya, sedangkan pada senyawa anorganik tidak terdapat isomernya.

Baca Juga :   Fungsi Sitoplasma

Berdasarkan Contohnya

Berikut ini ialah berdasarkan contoh dari senyawa organik tersebut yang meliputi karbohidrat, protein, asam lemak, lemak, asam format, polimer, dan juga vitamin dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sedangkan menurut contoh senyawa anorganik ini meliputi kakodilat, asam, garam, asam karbonat, amoniak, kalsium kloridina, dan masih banyak banyak lagi yang lainnya.

Tidak semua organik itu berasal dari kehidupan sebagian besar senyawa organik itu dibuat dalam organisme hidup akan tetapi molekul lah yang membentuk melalui proses lain.

Contohnya seperti senyawa organik yang telah ditemukan di mars atau di dalam nebula yang tidak harus merupakan tanda – tanda kehidupan diluar bumi.

Radiasi matahari dapat memasukan energi yang dibutuhkan untuk mengubah senyawa anorganik menjadi organik.

Apa yang dimaksud dengan oksida logam ?

Oksida logam ialah merupakan padatan kristal yang mengandung kation logam dan aniok oksida.

Oksida logam biasanya bereaksi dengan air yang membentuk basa atau bereaksi dengan asam yang membentuk garam.

Oksida basa ialah ?
Ialah oksida yang berasal dari unsur logam dan oksigen contohnya seperti Na2O, CaO, Fe2O3, dan lain sebagainya. 

Apabila oksida basa bereaksi dengan air maka akan menghasilkan larutan basa.

Apa yang dimaksud dengan senyawa karbon ?
Senyawa karbon ialah merupakan senyawa yang komponen utamanya tersusun oleh atom karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), sulfur (S) dan unsur organik yang lain sebagainya. 

Karbon ialah merupakan suatu komponen yang terbesar didalam senyawa ini.

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai perbedaan senyawa organik dan anorganik semoga dengan adanya pembahasan ini dapat membantu anda dalam menyelesaikan persoalan mengenai materi ini.

Artikel terkait lainnya :